Vaksin palsu jelas tidak memberikan manfaat kekebalan tubuh yang diinginkan.

Isinya BOHONGAN. Botolnya pun diperoleh dari botol vaksin bekas. Benar-benar tidak steril. 😡

Karena kemasannya sama, jadi sangat sulit membedakan. Bahkan untuk dokter sekalipun. Uji Laboratorium lah yang bisa mengetahui pasti vaksin itu asli atau bohongan/palsu. Menurut pelaku, Vaksin palsu terdapat tanda-tanda congkelan atau tanda bekas tusukan jarum sebelumnya

vaksin palsu 2

Klik di gambar untuk memperjelas.

Orang tua yang mengharapkan anaknya mendapat kekebalan, harus kecewa berat.

Bukan kekebalan yang didapat, tetapi anak bisa terinfeksi dari proses pembuatan vaksin palsu yang tidak steril itu.

Apabila botol vaksin bekas itu dimasukkan macam-macam, seperti Antibiotik yang tidak jelas indikasinya, maka akan beresiko:

  • Efek samping seperti kerusakan pada hati, dan ginjal.
  • Juga Kuman menjadi kebal atau resisten terhadap pengobatan selanjutnya. 

Apalagi diakui bisnis haram ini telah berjalan dari tahun 2003. Artinya sudah 13 tahun.  Ada 40 daftar klinik dan Rumah Sakit yang diseliki BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) terindikasi secara sengaja atau tidak sengaja menggunakan vaksin palsu ini.

Bahkan Vaksin palsu yang isinya bohongan ini, sudah menyebar ke banyak daerah yang ada di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Tangerang, Riau, Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang, Batam, dan lain-lain.

Benar-benar pelakunya layak dihukum seberat-beratnya karena merusak 1 generasi. Generasi tersebut menjadi rentan terhadap penyakit dan infeksi kuman seperti virus, dan bakteri.

Karena yang tadinya diharapkan kebal setelah divaksin, Ternyata itu vaksin palsu atau bohongan.


Pengertian Vaksin

Vaksin adalah agen yang menyerupai mikroorganisme suatu penyakit. Dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mikroba mati atau toksin atau salah satu protein permukaan bakteri/ virus.

vaksin palsu 1

Jadi, Vaksin berisi mikroba , Tetapi dalam jumlah yang minim dan cukup untuk melatih sistem kekebalan/imun/antibodi kita menjadi lebih pintar dalam mengingat (karena membentuk sel memori) dan menyusun strategi jika nanti ada kuman dengan tipikal sejenis yang menyerang kita. Karena Antibodi kita sudah siap.

vaksin palsu 4

Tujuan pemberian vaksin (vaksinasi) adalah untuk Imunisasi Aktif, mempersiapkan antibodi kita menghadapi kuman sejenis yang akan datang kemudian.

Misalnya, bayi itu divaksinasi hepatitis B. Maka diharapkan setelah dilakukan vaksinasi, maka tubuh mendapat kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis B/ penyakit Hepatitis B.

Jenis-jenis Vaksin berdasarkan fungsinya

  1. Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerine), untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosa.
  2. Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus), untuk pemberian kekebalan secara simultan terhadap difteri, pertusis, dan tetanus.
  3. Vaksin TT (Tetanus Toksoid), untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tetanus.
  4. Vaksin DT (Difteri dan Tetanus), untuk pemberian kekebalan simultan terhadap difteri dan tetanus.
  5. Vaksin Polio (Oral Polio Vaccine), untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomyelitis.
  6. Vaksin Campak, untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak.
  7. Vaksin Hepatitis B, untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B.
  8. Vaksin DPT/HB,  untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, Tetanus, Pertusis, dan Hepatitis B.

Pemberian Vaksin (vaksinasi) adalah imunisasi aktif yang melatih dan merangsang sistem kekebalan tubuh kita berespon lebih cepat untuk menghadapi kuman sejenis yang datang kemudian.

Jadi sistem imun tubuh kita lebih kebal, lebih pintar, lebih kuat, lebih terlatih dalam menghadapi penyakit.  Karena sudah terangsang dengan pemberian vaksin.

Ada juga jenis imunisasi pasif, jadi tubuh langsung diberikan kekebalan buatan, misalnya ATS (Anti Tetanus Serum) dan ABU (Anti Bisa Ular). Jadi misalnya si korban baru saja terkena/terinfeksi bisa ular, maka segera diberikan ABU untuk memberikan kekebalan tubuh ekstra terhadap si korban.

Perlukah imunisasi ulang?

Imunisasi perlu diulang untuk mempertahankan agar kekebalan dapat tetap melindungi terhadap paparan bibit penyakit.

Beberapa jenis imunisasi mulai berkurang kemampuannya sesuai pertumbuhan usia anak, sehingga perlu imunisasi penguatan (Booster) dengan cara pemberian imunisasi ulangan.

vaksin palsu 5

Apa yang dilakukan si ibu jika mendapatkan anaknya ternyata hanya diberikan vaksinasi palsu atau bohongan??

Sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan, seperti dokter. Untuk merencanakan imunisasi atau vaksinasi ulang. Tentu saja vaksin itu harus dari distributor vaksin resmi yang ditunjuk pemerintah.

Biarlah pelakunya dihukum seberat-beratnya oleh pihak yang berwenang.

Terimakasih sudah membaca artikel tentang vaksin palsu ini sampai selesai. Penulis akan berupaya membuat artikel mengenai imunisasi pada orang dewasa yang juga penting diketahui. Glad to share. 🙂

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin