Anda mungkin telah mendengar dugaan kasus malpraktik chiropractic yang merenggut nyawa dari saudari Allya Siska Nadya . Siska yang lahir di Bandung, 28 Desember 1982, itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menjalani terapi di klinik chiropractic di kawasan Pondok Indah.  

Berikut saya jelaskan kronologi singkatnya:

Sebelumnya, Allya Siska Nadya (33 th) melakukan terapi di Chiropractic First karena merasa sakit pada bagian leher bagian belakang akibat aktivitas kerjanya yang terbilang tinggi.

Cara yang dilakukan Chiropractor waktu itu adalah: pasien tengkurap, dan chiropraktor memutar bagian leher ke kiri dan kanan, sampai timbul bunyi “KREEK” dan bagian pinggang dari saudari Allya.  Metodenya sangat singkat, kira-kira 5 menit.

Setelah pulang, Allya merasakan sakit yang luar biasa, dan bengkak pada bagian lehernya hingga mengakibatkan muntah-muntah usai melakukan dua kali terapi dalam satu hari di klinik tersebut.

Orang tuanya yang panik kemudian membawa Allya ke RS Pondok Indah dan dimasukkan ke Instalasi Gawat Darurat untuk mendapat penanganan medis yang lebih intensif. Namun, setelah beberapa jam berada di IGD, Allya menghembuskan nafas terakhirnya meski pihak RS telah melakukan langkah alternatif untuk menyelamatkan nyawa Allya.

Diagnosa dokter di rumah sakit itu adalah,  Allya mengalami pecahnya pembuluh darah arteri di bagian leher.

Gerakan chiropractic yang ekstrim di leher bisa menyebabkan pembuluh arteri hancur dan menyebabkan stroke.

*Menurut pernyataan Asosiasi Jantung Amerika, manipulasi chiropractic pada bagian leher diasosiasikan dengan meningkatnya risiko stroke.

*Tarikan atau putaran yang keras dan salah pada bagian leher dapat menyebabkan robeknya dinding arteri di bagian leher. Suatu kondisi yang disebut sebagai cervical artery dissection.

chiropractic 1

*Robeknya dinding arteri di bagian leher —> kebocoran darah —-> Aliran darah di bagian itu tidak mengalir sempurna —>  yang kemudian dapat menyebabkan tersumbatnya saluran darah menuju otak ( =Stroke)  @[email protected] Boleh baca artikel saya tentang Pengertian Stroke.

Untuk mengetahui petunjuk tentang pembuluh darah arteri, Boleh baca artikel saya tentang Pembuluh Darah Varises

——————————————————————————————-

Pengertian Chiropraktic

Kata ‘chiropractic’ berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata ’chiros’ yang berarti tangan, dan ’praktikos’ yang artinya praktis. Jika diartikan secara harfiah ’Chiropractic’ berarti ‘menggunakan tangan’.

Menurut definisi wikipedia versi bahasa Inggris: chiropractic adalah profesi kesehatan yang berkaitan dengan pengobatan, diagnosis dan pencegahan gangguan pada sistem neuromusculoskeletal dan dampak gangguan kesehatan terkait hal tersebut, dan umumnya dikategorikan sebagai pengobatan pelengkap dan alternatif.

Neuromusculoskeletal :

  • Neuro : saraf.
  • Musculo : otot
  • Skeletal : sistem rangka ( tulang dan sendi)

Jadi pada dasarnya, sistem neuromusculoskeletal ini, adalah sistem yang menunjang bentuk tubuh dan pergerakan.

Seperti Apa Prosedurnya?

Dalam menjalani prosedur ini, chiropractor akan melakukan penekanan pada sendi tulang belakang (manipulasi tulang belakang) menggunakan tangan atau alat bantu khusus. Tekanan yang dilakukan harus terkontrol dengan baik, misalnya cepat-lambatnya dan keras-lembutnya.

Manipulasi digunakan untuk mengembalikan kelenturan sendi yang berkurang  disebabkan oleh cedera akibat peristiwa traumatis. Contohnya terjatuh, salah duduk, atau stres yang berulang. Melalui cara ini, tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri tanpa harus berhadapan dengan obat dan operasi.

Intinya, tujuan chiropractic adalah membuat otot-otot rileks dan membuat sendi bergerak dengan baik. Adanya keselarasan hubungan Neuromusculosceletal. Diharapkan tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

chiropractic

Sebelum menjalani metode ini, chiropractor mungkin akan bertanya mengenai riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, dia mungkin mengecek kondisi tubuh Anda guna melihat apakah ada postur yang tidak normal. Pengecekan fisik ini bisa berupa penekanan pada area tertentu, melihat cara berjalan Anda, atau bisa juga  menggunakan bantuan sinar X.

Setelah pemeriksaan lengkap, chiropractor akan menentukan apakah pasien bisa dilakukan terapi chiropractic atau tidak. 

Apakah Metode ini Berisiko?

Pada dasarnya chiropractic aman dilakukan, tapi dengan catatan dilakukan oleh tenaga terlatih dan memiliki lisensi terpercaya. Namun, beberapa orang ada yang mengalami efek samping ringan selama beberapa hari usai menjalani metode ini seperti kelelahan, nyeri pada bagian tubuh yang dirawat, atau sakit kepala.

Meski jarang terjadi, kemungkinan komplikasi serius juga bisa menimpa Anda. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Tulang belakang mengalami cedera.
  • Terjadi herniated disk atau salah satu bantalan (disk) yang berada di antara tulang belakang Anda keluar dari tempat seharusnya.
  • Setelah menjalani tindakan pada leher, mungkin Anda bisa mengalami stroke jenis tertentu.

Sayangnya tidak semua orang bisa menjalani chiropractic. Ada beberapa kalangan yang tidak disarankan/ kontra indikasi melakukan perawatan ini yaitu:

  • Patah tulang/ Retak tulang/ Fraktur
  • Tumor sumsum tulang belakang
  • Penyakit berbahaya di tulang belakang
  • Infeksi akut seperti osteomyelitis( infeksi tulang), atau TBC tulang belakang
  • Pengidap osteoporosis ( pengeroposan tulang) parah, menderita kanker pada tulang belakang, dan
  • Orang yang berisiko tinggi terkena stroke.

Meski telah dinyatakan efektif mengatasi sakit punggung bagian bawah, dan mungkin efektif untuk mengatasi sakit leher serta sakit kepala, metode ini tidak selalu menampakkan hasil positif pada semua orang. Semua tergantung pada kondisi individu masing-masing.

Jika rasa sakit belum juga membaik setelah menjalani chiropractic selama beberapa minggu, itu mungkin bisa jadi pertanda perawatan ini tidak cocok untuk Anda.

Sebelum menjalani chiropractic atau perawatan apa pun, disarankan untuk mengonsultasikannya dulu ke dokter yang berkompetensi. lebih baik lagi ke dr.Spesialis Bedah Tulang/ Ortopedi, dr.Spesialis Bedah Saraf, atau dr. Spesialis saraf. Selalu periksa latar belakang dan sertifikat yang dimiliki oleh penyedia layanan kesehatan untuk memastikan Anda ditangani oleh tenaga ahli.

chiropractic 3

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Bagaimana tanggapan IDI( Ikatan Dokter Indonesia) mengenai Chropractic?

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M Faqih SH MH mengatakan tindakan Chiropractic bukan termasuk kategori pelayanan kedokteran.

“Di luar negeri saja tidak jelas chiropractor sebagai apa. Ada yang mengaku dokter, ada yang menyebut dirinya Chiropractor saja. Di Indonesia IDI tidak mengakui Chiropractic sebagai metode kedokteran,” ujarnya kepada Suara.com, Jumat (8/1/2015).

Terapi Chiropractic, menurut Daeng, tak berbeda dengan pengobatan alternatif yang menangani masalah di bagian tulang belakang.

“Karena belum diakui di IDI, maka Chiropractic tergolong dalam kategori pengobatan alternatif atau tradisional,” imbuhnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa chiropractor meskipun bergelar dokter, standarnya bukanlah dokter medis lulusan fakultas kedokteran, peran chiropractor tak bisa menggantikan atau digantikan oleh orthopaedist ( Dokter Spesialis Bedah Tulang), karena kedua bidang ini menangani masalah tulang dari aspek yang berbeda, dengan metoda yang berbeda.

Menurut saya, jika mengalami masalah musculoskeletal, lebih baik mengunjungi dokter yang paling ahli di bidang ini yaitu Bedah ortopedi atau orthopaedi (juga dieja orthopedi) ialah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang cedera akut, kronis, dan trauma serta gangguan lain sistem muskuloskeletal. Dokter bedah ortopedi menghadapi sebagian besar penyakit muskuloskeletal termasuk artritis( radang sendi), trauma dan kongenital( kelainan bawaan) menggunakan peralatan bedah dan non-bedah.

Atau jika berhubungan dengan persarafan( Neuro), misal nyeri di suatu tempat, bisa berkonsultasi dengan dokter Spesialis Saraf,  atau Bedah Saraf.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Bagaimana masa depan chiropractic menurut IDI??

Di Indonesia, chiropractic masih termasuk dalam kategori pengobatan tradisional. Meski demikian bukan tidak mungkin ke depannya chiropractic menjadi pengobatan modern. Demikian disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Ke depan bisa saja chiropractic ini menjadi pengobatan modern. Contohnya akupunktur 20 tahun lalu belum masuk pengobatan modern, karena tidak ada evidence based-nya,” tutur  ketua umum IDI Prof Dr I Oetama Marsis, SpoOG (K).

Tapi sekarang, teknik tusuk jarum bisa dibuktikan secara ilmiah memiliki manfaat dengan kesehatan sehingga dimasukkan dalam kategori kedokteran modern Timur. Prof Marsis menegaskan, selama chiropractic belum memiliki evidence based maka masih masuk ke pengobatan tradisional.

“Sampai saat ini regulasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Ada Direktorat Pelayanan Pengobatan Tradisional,” lanjut Prof Marsis di Kantor IDI, Jl Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Prof Marsis menjelaskan, pendidikan untuk menjadi chiropractor harus melalui beberapa tahapan dan dilakukan oleh mereka yang memang memiliki basic kedokteran maupun tidak. Waktu pendidikan pun disesuaikan. Nah, dikatakan Prof Marsis, pendidikan atau terapan chiropractic diberikan tergantung kebijakan negara masing-masing.

Perlu di garis bawahi,  Semua tindakan medis memang beresiko. dokter biasanya akan melihat apakah tindakan yang dilakukan lebih menguntungkan kepada pasien atau tidak, tentunya berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) yaitu pemanfaatan bukti ilmiah berdasarkan penelitian klinis terbaru dalam tatalaksana proses penyembuhan penyakit.

—————————————————————————————————————-

Bagaimana tanggapan dokter Ortopedi mengenai Chiropractic??

Terapi chiropractic yang dijalani Allya Siska Nadya sebelum meninggal dikatakan dokter bukan bagian dari ilmu kedokteran. Terapi ini beda dengan ortopedi atau fisioterapi yang jelas-jelas merupakan bagian dari disiplin ilmu kedokteran.

dr Didik Librianto, SpOT(K)-Spine, Ketua Ortopedi Spine Indonesia, Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia, menolak anggapan yang mengatakan chiropractic merupakan ilmu kedokteran. Chiropractic dikatakannya dikategorikan sebagai pengobatan tradisional.

“Kedokteran tidak mengenal chiropractic, jadi di luar medis. Chiropractic merupakan bagian dari pengobatan tradisional alternatif yang berasal dari luar negeri,” tutur dr Didik, dalam konferensi pers di Laguna Resto Istora, Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (8/1/2015).

Ia juga menolak anggapan yang mengatakan chiropractic merupakan bagian dari ilmu kedokteran fisioterapi. Berbeda dengan ilmu fisioterapi yang didapat melalui pendidikan kedokteran dan spesialis, ilmu chiropractic diperoleh melalui kursus.

“Sifatnya (chiropractic) hanya kursus. Jelas berbeda dengan fisioterapi, apalagi ortopedi, metode yang diakui dan ada program pendidikan serta diketahui keamanannya,” tegasnya.

Meski begitu ia juga mengatakan bahwa memang ada beberapa jenis metode pengobatan di luar medis. Namun ia menyarankan masyarakat yang ingin berobat melalui metode non-medis untuk lebih dahulu mendatangi dokter.

“Jadi kalau ingin mengetahui kelainan yang ada di tubuh kita sebaiknya memeriksakan diri dulu ke dokter yang punya kompetensi. Sehingga kondisi tubuhnya bisa diketahui,” pungkasnya.

emo lumba

Sekian informasi yang dapat saya berikan, terimakasih untuk waktunya. Boleh di share.

chiropractic 4chiropractic 5 Mulailah dengan melakukan kebiasaan postur tubuh yang benar, untuk mengurangi resiko gangguan neuromusculoskeletal.. ^_^

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin