Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak.  Serangan stroke dapat terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat (Stroke non-perdarahan/ stroke non-hemoragik/ stroke iskemik), atau jika robek atau bocor (Stroke perdarahan/ stroke hemoragik).

Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena:

  1. Iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan  <stroke non-perdarahan>
  2. adanya haemorrhage (perdarahan)  <stroke perdarahan>

Beda stroke non-perdarahan dengan stroke perdarahan

Serangan Stroke

Gambar di atas adalah stroke non perdarahan/ stroke non-hemoragik/ Stroke Iskemik.  Ada Block/ Sumbatan pada pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otak  Akibatnya bagian otak yang tidak mendapat suplai darah mulai kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah (Iskemik) Kehilangan fungsi otak secara cepat  Area otak yang tidak dapat suplai darah akan kehilangan fungsinya dan mati (Nekrosis).

Sebagian besar kasus Stroke non hemoragik disebabkan oleh diabetes melitus dan hiperkolesterol.

2. Stroke perdarahan

stroke 2

Gambar di atas adalah stroke perdarahan/ stroke hemoragik. Dalam stroke hemoragik,  pembuluh darah pecah  sehingga menghambat aliran darah yang normal ke otak (otak kekurangan suplai darah juga) Ditambah  Darah merembes ke dalam suatu daerah di otak  menekan jaringan otak  dan merusaknya.

Hampir 70 persen kasus stroke hemoragik menyerang penderita Hipertensi.


Ketika pasokan darah ke bagian otak terputus, itulah yang dinamakan stroke. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius. Perlu penanganan cepat. Karena semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil.

Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.

Gejala stroke

Ingatlah gejala stroke berikut ini agar dapat melakukan tindakan yang tepat.

  • Terlihat bingung, bisa sakit kepala hebat, bahkan pingsan, tidak sadarkan diri.
  • Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walau mereka terlihat sadar
  • Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
  • Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu ( kelumpuhan sesisi) atau bahkan kedua lengannya

serangan sroke 2

Segera berobat ke Rumah Sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas.

Serangan stroke

Otak dapat berfungsi dengan baik jika pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik. Jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak dan kehilangan fungsi otak tergantung dari area kerusakannya, bahkan seseorang yang terserang stroke bisa meninggal.

Seseorang yang sudah pernah mengalami serangan stroke walaupun stroke sesaat (transient ischaemic attact/TIA) akan mudah untuk terserang stroke yang berikutnya. Karena itu gaya hidup sehat, dan konsultasi dokter untuk pencegahan faktor resiko seperti Hipertensi, DM, Hiperkolesterolemi mutlak diperlukan.

Penyakit stroke di Indonesia

Di Indonesia, stroke adalah salah satu masalah kesehatan utama. Setiap tahunnya 500.000 penduduk Indonesia terkena stroke. 1 dari 4 orang yang terkena stroke tersebut di Indonesia meninggal dunia sedangkan yang lainnya bisa mengalami cacat ringan hingga berat. Bersama dengan kanker dan penyakit jantung, stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Orang-orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun dua puluh lima persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.

Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap stroke. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes melitus, juga lebih rentan terhadap stroke.

Diagnosis stroke

Stroke umumnya didiagnosis melalui tes fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak(m isal CT-Scan). Pengambilan foto otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat (Stroke non hemoragik) atau pembuluh darah yang pecah (Stroke hemoragik), bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.

stroke 5

Gambar di atas adalah contoh CT-Scan, Menggambarkan area kerusakan otak.

Infark serebral adalah kerusakan otak akibat berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak.

Metode pengobatan stroke

Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), menurunkan tingkat kolesterol, dan menghilangkan pembekuan darah.

Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik (stroke karena perdarahan di pembuluh darah otak) atau menghilangkan lemak di pembuluh darah arteri.

Pengobatan tergantung pada jenis stroke dan apa penyebabnya, termasuk bagian otak mana yang terserang. Serahkan kepada dokter. Terutama dr.Spesialis Saraf.

Jika stroke ditangani secara efektif, selain dapat menyelamatkan nyawa, cacat jangka panjang juga dapat dicegah. Para ahli dan dokter spesialis telah menetapkan standar penanganan stroke, di antaranya adalah:

  • Dalam penanganan pertama, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.
  • Bawa pasien ke rumah sakit yang menyediakan penanganan dari dokter spesialis.
  • Biarkan dokter menjalankan tugasnya sesuai dengan standart operational medis yang berlaku.
  • Lakukan pemindaian segera, misalnya CT scan atau MRI scan.
  • Tempatkan pasien di unit penanganan khusus stroke.
  • Pemeriksaan dampak kerusakan stroke, salah satunya dengan tes menelan.
  • Recovery (pemulihan) dari stroke bisa jadi menyebabkan gejala sisa, misal kelumpuhan. Atur jadwal dengan dokter untuk membawa pasien menjalani rehabilitasi stroke seperti Fisioterapi. Berlatihlah juga di rumah untuk pemulihan gerakan koordinasi ototnya.
  • Berkonsultasilah ke dokter sesuai jadwal untuk pemberian obat-obatan dan pencegahan faktor resiko, serta konseling gaya hidup sehat yang harus dijalankan pasien stroke agar tidak terjadi stroke berulang.
  • Selalu beri dukungan pasien stroke agar dia dapat kembali hidup normal di tengah-tengah masyarakat.

Dampak stroke terhadap kehidupan penderitanya

Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung pada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut.

Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Diantaranya adalah, psikolog, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.

Serangan stroke

Kerusakan akibat serangan stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Misalnya kerusakan otak dalam hal memori dan daya pikir, serta disabilitas seperti kelumpuhan anggota tubuh.

Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Pencegahan stroke

Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika Anda menjaga pola hidup sehat, seperti:

@[email protected] Silakan baca artikel kami tentang itu semua.

Kata-kata Bijak. “Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati” Serangan stroke Serangan stroke

Salah satu alasannya adalah. MENGOBATI JAUH LEBIH MAHAL DARIPADA MENCEGAH. Baik dari segi biaya ,maupun komplikasi berat dari serangan stroke yang terjadi.  🙂 So, pola hidup sehat no.1,

Jika ada pertanyaan mengenai Stroke dan lain-lain, boleh klik menu KONSULTASI ONLINE. Terima Kasih.

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin