Serangan jantung kembali menjadi penyebab kematian mendadak orang yang kita kenal. Kita masih mengingat, seorang penyanyi muda multitalenta, Mike Mohede dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung. Padahal usianya baru 32 tahun.

Melalui artikel serangan jantung ini, kita dapat mengetahui

  • Kenapa serangan jantung ini bisa menyebabkan kematian mendadak,
  • Apa saja gejala-gejala yang bisa timbul saat serangan jantung,
  • Bagaimana Penanganan yang dapat kita lakukan apabila terjadi henti jantung.

Begini kronologi kejadian serangan jantung dari seorang Mike Mohede. Betapa kejadiannya sangat cepat. Padahal malam sebelum meninggal, Mike Mohede tampil prima, menyanyi di pernikahan Ani-SBY ke 40 tahun.

Setelah bermain game bersama temannya, kemudian dia tidur siang seperti biasa. Tetapi ketika dibangunkan, dia tidak bangun-bangun.

Mike Mohede segera dilarikan ke UGD Rumah Sakit. Namun sudah terlambat. Oleh dokter, Mike dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai UGD. Penyebab utamanya adalah Mike Mohede terkena serangan jantung.


Selain Stroke, Serangan jantung juga merupakan penyebab utama kematian mendadak seseorang.

Kematian mendadak adalah kejadian meninggal yang terjadi pada orang yang sebelumnya tidak ada gejala. Kriteria yang dipakai pada sebagian besar literatur adalah meninggal dalam 1 jam setelah mulai timbulnya gejala.

Gejala-gejala Serangan Jantung

Berikut ini adalah gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung..

  • Sesak napas.
  • Sakit atau nyeri di bagian dada.
  • Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
  • Merasa lemah, pusing, dan mual.
  • Sangat gelisah atau cemas.
  • Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.
  • Keringat dingin secara mendadak

jantung 2

JADI, BEGITU MENGALAMI GEJALA-GEJALA SEPERTI DI ATAS, SEGERA PERGI KE RUMAH SAKIT AGAR TIDAK KECOLONGAN atau BISA SAJA MATI MENDADAK KARENA SERANGAN JANTUNG.

Apa yang dimaksud dengan Serangan Jantung

Serangan jantung (Heart Attack) yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Myocardial Infarction (MI), adalah kerusakan bahkan kematian otot jantung (myocardium) yang mengakibatkan henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).

Henti jantung mendadak adalah kondisi dimana jantung tidak memompa darah. Bila segera ditolong dengan cepat dan tepat kondisi ini bisa diselamatkan dan ‘hidup’ kembali.

Bila tidak segera ditolong, dalam hitungan menit henti jantung mendadak akan berakhir dengan kematian.

Henti jantung mendadak terjadi akibat gangguan irama jantung. Yang tersering ialah fibrilasi ventrikel, dimana jantung tidak memompa, tapi hanya menggelepar-gelepar.

Kondisi ini harus segera dilakukan resusitasi jantung paru (RJP), dan kejut listrik (defibrilator) untuk mengembalikan irama jantung.

Kita Bahas sedikit ya. 😉

Penyakit jantung koroner

80% henti jantung mendadak terjadi pada penderita penyakit jantung koroner. Tetapi sebagian besar penderita penyakit jantung koroner tidak menunjukkan gejala apapun sebelumnya.


Penyakit jantung koroner juga dikenal dengan istilah penyakit jantung iskemik dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

*Penyakit jantung iskemik : ada bagian otot jantung yang tidak mendapat suplai darah, biasanya dikarenakan terbentuknya plak aterosklerosis pada pembuluh darah arteri jantung yang mendarahi jantung.

*Plak itu membuat sumbatanAkibatnya otot jantung tidak mendapat suplai aliran darah  maka otot jantung pada bagian itu menjadi iskemik (kurang oksigen dan nutrisi) lama-lama terjadi miokard infark ditandai dengan nekrosis (sel-sel otot jantung menjadi mati / dying muscle)  Gagal jantung (Jantung tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu memompa darah)  ⇒ MENINGGAL

serangan jantung

*Ateroslerosis : berasal dari bahasa yunani.   Athero = bubur atau pasta . Sklerosis = pengerasan.

Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi.  @[email protected] Klik Untuk melihat artikel-artikel kami.

Mengapa jantung beresiko berhenti mendadak pada saat serangan jantung?

Serangan jantung menyebabkan kematian sel otot jantung. Zat-zat yang keluar akibat sel otot jantung yang mati bisa menimbulkan ketidakstabilan listrik jantung, ⇒ yang berakibat gangguan irama jantung ⇒ jantung dapat berhenti mendadak.


Serangan jantung juga bisa disebabkan oleh kelainan di otot-otot jantung (Kardiomiopati) atau biasa dikenal dengan lemah jantung.

Kardiomiopati

Kardio = Jantung , Mio = Otot , Pati / pathy = kelainan. Jadi Kardiomiopati artinya adalah kelainan otot jantung.

Kardiomiopati atau lemah jantung terjadi ketika miokard/ otot jantung tidak dapat memompa dan mengirimkan darah ke seluruh bagian tubuh.

Kelainan otot jantung yang disebut kardiomiopati juga sering menjadi penyebab kematian jantung mendadak.

Ada 2 jenis:

  1. Yang pertama adalah kardiomiopati hipertrofik yaitu kelainan otot jantung yang ditandai dengan menebalnya otot-otot jantung.
  2. Yang kedua adalah kardiomiopati dilatatif, yaitu kelainan otot jantung yang ditandai dengan membengkaknya rongga-rongga jantung.

serangan jantung 2

Pertolongan pertama pada Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi medis darurat yang harus ditangani secepatnya.

  • Segera ke rumah sakit terdekat, jika Anda atau seseorang dicurigai mengalami serangan jantung.
  • Jika Ada obat-obat jantung yang penderita serangan jantung ini bawa, segeralah konsumsi, misalnya Aspirin, nitroglycerine, ataupun ISDN (Isosorbid dinitrat), bisa taruh di bawah lidah.
  • Apabila terjadi henti jantung pada seorang pasien, SEGERA Telepon Ambulance dan lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).

serangan jantung

Cara melakukan RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm.

Kecepatan Pijatan 80-100 kali permenit. Lakukan 15 kali pijatan setelah itu sertai bantuan nafas 2 kali. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Setelah Petugas medis datang, biasanya mereka akan memasang alat yang disebut defibrilator (alat kejut listrik) ke pasien yang mengalami henti jantung.

serangan jantung 5

Begini cara pemasangan alat kejut listrik yang benar, BUKAN seperti di film-film yang sejajar dengan dada.

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

di luar negeri, alat kejut listrik (defibrilator) dipersiapkan di pusat perkantoran, atau tempat-tempat umum yang ramai. Tidak hanya ditempatkan di Bandara, atau Hospital.

Pemulihan dan Peluang

Seseorang bisa kembali pulih dari serangan jantung tergantung kepada tingkat kerusakan otot jantung yang terjadi.

Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan dan ada pula yang butuh waktu hanya beberapa minggu.

SEMAKIN CEPAT, SERANGAN JANTUNG DITANGANI MAKA PROGNOSIS ATAU PEMULIHAN PASIEN KE DEPANNYA AKAN SEMAKIN BAIK

Tujuan dari proses pemulihan yang dilakukan adalah:

  • Mengurangi risiko terulangnya serangan jantung. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup yang dilakukan pasien sendiri. Termasuk di antaranya perubahan menu makanan dan konsumsi obat-obatan.
  • Mengembalikan kebugaran fisik. Hal ini bertujuan agar Anda bisa kembali melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda.

Sekitar 33 persen orang yang mengalami serangan jantung akan meninggal. Kematian sering kali terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit, atau dalam satu bulan setelah pasien mengalami serangan jantung.

Apabila pasien berhasil bertahan selama sebulan setelahnya, kemungkinan besar mereka untuk bertahan hidup sangat bagus.

Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung bergantung pada beberapa hal.

  1. Pertama adalah usia pasien. Apabila usia orang yang mengalami serangan jantung makin tua, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah.
  2. Kedua, tingkat keparahan serangan jantung juga berpengaruh kepada peluang hidup seseorang. Yang paling utama adalah seberapa parah kerusakan otot jantung yang terjadi.
  3. Sedangkan yang ketiga, waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan saat mengalami serangan jantung. Makin lama penanganan serangan jantung, maka peluang hidupnya akan makin berkurang.

Kesimpulan

Selain Stroke, Sebagian besar kasus kematian mendadak juga dikarenakan serangan jantung. Serangan jantung berakibat pada henti jantung.

Walaupun serangan jantung dan henti jantung mendadak tak dapat diduga kejadiannya, faktor-faktor resikonya dapat dideteksi lebih awal. Misalnya kolesterol yang tinggi, merokok, Diabetes melitus, tekanan darah tinggi, bisa juga disebabkan hipertiroid.

Lakukanlah General Check Up. Dengan deteksi dan pengendalian lebih awal, resiko kematian mendadak bisa diturunkan.

jantung 3

Artikel terkait:

penyakit jantung koroner 4

Penyakit Jantung Koroner : Waspadalah!

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin