Karena banyak dari kita yang menjalankan bulan puasa. Maka Saya juga ingin memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda tentang puasa.

Beberapa hal yang selalu menjadi pertanyaan:

  • Apakah lambung kita tahan makan dan minum selama 13-14 jam?
  • Apakah Berpuasa , banyak manfaat atau mudarat di mata 11 ahli kesehatan?
  • Apakah Anda termasuk 11 kelompok orang yang sebaiknya tidak berpuasa?
  • Apakah Wanita hamil boleh berpuasa?

Menarik bukan?.. mari kita baca terus artikelnya sampai selesai.

Apakah berpuasa/ Fasting, banyak manfaatnya atau mudarat?

puasa 6

11 Ahli kesehatan telah melakukan beberapa penelitian dan mengamati efek berpuasa bagi tubuh kita. Secara ringkas, seperti dibawah ini:

  1. Allan Cott, M.D.,

Seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast? Beliau membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain:

  • a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental)
  • b. To look and feel younger (terlihat dan terasa lebih muda)
  • c. To clean out the body (membersihkan badan)
  • e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks).
  • f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya).
  • g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa).
  • h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi).
  • i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri).
  • j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).
  1. Dr. Yuri Nikolayev

Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow menilai kemampuan untuk berpuasa, mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda adalah suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini.

Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the biggest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting.

Katanya : “Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, Penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional.

  1. Alvenia M. Fulton

Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami.

Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

  1. Riyad Albiby and Ahmed Elkadi

Mengatakan Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara signifikan bertambah, setelah puasa.

  1. Jalal Saour

Berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Kesimpulannya, Berpuasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung. (Jalal, Riyad,1990)

  1. Elson M. Haas M.D.

Direktur Medical Centre of Marin mengatakan bahwa dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building (toning).

Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula.

Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai:

  • purifikasi,
  • peremajaan,
  • istirahat pada organ pencernaan,
  • anti aging,
  • mengurangi alergi,
  • mengurangi berat badan,
  • detoksikasi,
  • relaxasi mental dan emosi,
  • perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol,
  • meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter.

Puasa dapat mengobati penyakit seperti:

Manfaat-Berpuasa-bagi-Kesehatan

  1. Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan

Mengatakan bahwa Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress. Dia bersama tim dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel.

Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf.

  1. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi

Bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan.

Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh.

Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun persentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.

  1. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan

di RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin) dan sejumlah orang sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes di kalangan penderita ini.

Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.

  1. Dr. Muhammad Munib

Dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim. Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya.

Hasilnya didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryglycerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan.

Kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam. Dengan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.

Kesimpulannya: Puasa sangat baik untuk mencegah Diabetes Melitus, dan bagi penderita Diabetes Melitus yang gula darahnya terkontrol. Juga dapat menyeimbangkan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!”

  1. DR. Dr. Ari F. Syam SpPD, K-GEH, MMB, FINASIM, FACP (Konsultan saluran percernaan RSCM)

Saya sudah mengikuti salah satu seminarnya.. Menurut Beliau, pada saat bulan puasa :  pasien yang  mengalami gangguan pencernaan, sakit maagh, dan berobat ke Beliau justru berkurang. Hal ini karena kebanyakan penderita sakit maag (80%) digolongkan akibat kelainan fungsional.

Keluhan sakit maag yang digolongkan fungsional ini terdapat pada pasien akibat dari ketidak teraturan makan, konsumsi makanan camilan: seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda, minum kopi, merokok dan juga faktor stress.

Jadi Selama berPUASA, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa Ramadhan, yaitu saat sahur dan berbuka.  Selama berpuasa, kebiasaan makan camilan dan minum soda juga pasti tidak dilakukan selama pagi siang maupun sore hari karena sedang berpuasa.

Umumnya orang yang berpuasa akan lebih banyak bersabar dan mengendalikan stress. Hal-hal inilah yang menyebabkan pasien dengan gangguan fungsional tersebut dapat berpuasa dengan baik dan keluhan sakit maagnya akan berkurang.

Adapun pasien yang tidak mempunyai masalah dengan lambung sebelumnya, tidak perlu takut akan mengalami sakit maag saat berpuasa.

Bahkan, puasa akan membuat pencernaan lebih sehat. Obat-obatan untuk sakit maag tidak diperlukan untuk pasien yang tidak ada masalah dengan maag selama melaksanakan puasa Ramadhan.

puasa 1

Wah, Ternyata BERPUASA ITU LEBIH BANYAK MANFAATNYA DIBANDING MUDARAT. Tetapi pastikan Anda Bukan Termasuk 11 kelompok orang di bawah ini, yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa. emo smile

Penasaran kan, Siapa saja 11 kelompok orang yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa di mata dokter. Oke, kita langsung konsultasi ke yang paling ahli di bidang ini,

Menurut Ahli gastroentrologi, Dr Ari Fahrial Syam, MD PhD, FACP, menjabarkan  11 kelompok pasien yang dianjurkan untuk Tidak berPuasa. “Sebab, jika puasa, kondisinya akan memburuk,”:

  • 1. Pasien dalam perawatan di rumah sakit dan dalam keadaan diinfus, baik infus cairan maupun makanan, atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah.
  • 2. Seseorang yang sedang mengalami infeksi akut, misal radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, mual, dan muntah.
  • 3. Seseorang dengan migrain atau vertigo, yang kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tersebut tidak makan atau minum obat.
  • 4. Pasien dengan gangguan pernapasan akut, seperti asma akut dan penyakit paru obstruksi kronis yang berat.
  • 5. Pasien jantung dengan gagal jantung.
  • 6. Pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut, misal muntah-muntah hebat dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.
  • 7. Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati.

puasa 5

  • 10. Pasien kencing manis yang gula darahnya belum terkontrol.
  • 11. Orang tua usia lanjut yang menderita pikun (alzheimer).

puasa 3

Jadi pilih yang mana, Berpuasa atau Tidak Berpuasa?? Jangan bingung teman.

Saya berikan penjelasan sedikit lagi. Pada prinsipnya sakit maag (lambung), atau rasa tidak nyaman di lambung. Saya sebut sebagai dyspepsia. Dibagi dua, yaitu:

  1. Organik (Ada gangguan struktur atau anatomi, Penyebabnya Jelas, misalnya:
    • Ada Perlukaan di lambung atau saluran cerna, misalnya:
      • Muntah darah, BAB berdarah/ tinja kehitaman, nyeri perut atau lambung yang hebat, dan Tanda-tanda Anemia.
    • Ada tumor atau kanker saluran cerna,
    • Penyakit metabolik seperti kencing manis, atau
    • Akibat Efek obat-obatan anti peradangan, misalnya: Ibuprofen, Diclofenac, Dexamethason.
  2. Fungsional (Biasanya hanya kelainan fungsi saluran cerna saja, tanpa ada gangguan struktur atau anatomi) biasanya timbul karena stress, atau kelainan psikis.

Untuk membedakan mana yang  digolongkan fungsional atau organik, maka dokter Gastroenterologist menggunakan alat yang disebut endoskopi untuk meneropong saluran cerna pasien.

puasa 9

dan Ternyata 80 persen penderita sakit maag digolongkan Fungsional , artinya justru dengan berpuasa , maka keluhan di lambungnya akan menghilang.

Karena dengan Anda berpuasa, maka:

  • Jadwal makan Anda akan lebih teratur,
  • Tidak banyak mengemil makanan yang mengandung lemak, gorengan, coklat, atau keju, minuman bersoda, dll,
  • Juga terlebih pikiran Anda menjadi relax, stress hilang, lebih tenang. Karena stress itu bisa meningkatkan keasaman lambung.

Jadi, Jika digolongkan Dyspepsia Organik (ada kelainan struktur), atau keadaan seperti 11 kelompok di atas,  maka sebaiknya tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Ada tambahan dari saya, Bagaimana jika Anda hamil, boleh tidak berpuasa?? Kalau jawaban saya: Untuk tidak mengambil risiko, maka hari puasanya digantikan dengan hari lain. Ada kekhawatiran penurunan berat janin, dehidrasi (kekurangan cairan), dan lain-lain.

Tetapi jika kehamilan itu aman, maksudnya tidak ada gangguan saluran cerna yang hebat, maka bisa saja pasien hamil menjalankan puasa, asalkan porsi makan 1 hari tetap sama seperti sebelum berpuasa, hanya tinggal pengaturan jam makannya.

Oke, seru ya pembahasannya. 😛 Jika ada pertanyaan boleh konsultasi dengan saya. Akhirnya SELAMAT BERPUASA bagi yang menjalankan. Salam sejahtera untuk Anda semua.

Artikel terkait:

♥ Cara Mudah Mengatasi sakit Maag agar tidak kambuh

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin