Hati atau liver adalah organ dalam terbesar pada manusia (beratnya sekitar 2,25 kg) yang letaknya di kanan-atas area perut/abdomen.

hepatitis-letak-hati

Jadi jika ada yang mengatakan sakit hati: LETAKNYA BUKAN DI TENGAH DADA 😀

Tetapi letak sakit hati terutama di area kanan-atas abdomen.

hepatitis-letak-hait-2

Melalui artikel ini, kita akan berdiskusi secara singkat  🙂 mengenai penyakit pada hati ini terutama tentang hepatitis.

Pertanyaan pertama: Apa Gejala Utama seseorang mengalami sakit hati??

♥ Gejala utama seseorang mengalami sakit hati:

  • Ada mual, muntah.
  • Kurang nafsu makan.
  • Berat badan bisa menurun.
  • Rasa kelelahan, lemah, lemas, kurang energi.
  • Nyeri otot, dan sendi
  • Gatal.
  • Sakit di area perut, terutama kanan-atas.
  • Beberapa orang mengalami pembesaran hati
  • Dapat disertai kekuningan pada mata, dan seluruh tubuh. Orang awam menyebutnya penyakit kuning. Bahasa medisnya ikterus/jaundice.
  • Air kencing berwarna kecoklatan, seperti teh
  • Feses atau kotoran saat Buang Air Besar (BAB) menjadi tidak atau kurang berwarna/ pucat. Kita sebut feses berwarna dempul.
  • Bisa juga disertai demam, terutama apabila penyebab sakit hatinya dikarenakan infeksi.

Jadi jika Anda merasa atau terindikasi sakit hati, dapat berkonsultasi ke dokter.

Pertanyaan kedua, Apa penyebab seseorang dapat mengalami sakit hati ??

♥ Hati dapat menjadi sakit atau mengalami kerusakan apabila :

  • 1. Hati mengalami infeksi, misalnya oleh:

    • Virus : pada Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, D, E, G. Kita akan jelaskan lebih detail mengenai Hepatitis A,B, dan C karena merupakan Hepatitis yang paling sering terjadi. Virus pada demam berdarah/ dengue juga dapat menyerang hati.
    • Bakteri: pada penyakit Tipes, Tuberkulosis
    • Parasit pada penyakit malaria
    • Cacing : Cacing juga dapat bergerak dan menginfeksi organ hati.
  • 2. Minum alkohol/ minuman keras dalam jumlah banyak dan sering:

Konsumsi alkohol / minuman keras dalam jumlah banyak dan sering dapat memperberat kerja hati dan merusak fungsi hati secara terus menerus dan perlahan.⇒ Sehingga akan menimbulkan kerusakan hati yang disebut alcoholic liver disease.

  • 3. Merokok (Baik perokok aktif, maupun perokok pasif=Orang yang tidak merokok namun terpapar asap rokok)

Berbagai racun yang terdapat dalam tembakau rokok menyebabkan peradangan kronis dan jaringan parut pada hati. Kondisi tersebut pada gilirannya meningkatkan risiko kerusakan hati termasuk kanker hati.

Orang dengan berat badan berlebih, cenderung mempunyai kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida adalah lemak yang berasal dari makanan. Sel-sel lemak tersebut dapat tertimbun juga di organ hati. Jika terlalu banyak dapat menyebabkan perlemakan hati/ fatty liver.

hepatitis-fatty-liver

  • 5. Obat-obatan hepatotoksik dan bahan pengawet

Sebenarnya hampir semua obat diproses di Hati dan akan memperberat fungsi hati. Fungsi hati makin berat, kemungkinan untuk terjadi kerusakan hati juga besar.

Obat yang paling sering dikonsumsi orang awam, misalnya Paracetamol untuk menurunkan demam, meredakan nyeri, dan sakit kepala, Sebenarnya mempunyai sifat hepatotoksik. Jadi saya sarankan, pemakaiannya HANYA PADA SAAT DEMAM (temperature lebih dari > 37,5°C dan saat nyeri yang tidak tertahankan.

Obat-obatan simptomatik (=obat-obatan untuk mengurangi gejala), saya sarankan dipakai Hanya pada saat gejala timbul. Jika gejala sudah mereda sebaiknya TIDAK DIKONSUMSI lagi, Kecuali memang ada indikasi/ atas petunjuk dokter.

Obat-obatan simptomatik, Misalnya obat demam, obat nyeri, obat sakit kepala, obat gatal, obat maag, obat mual, dan muntah.

Minum jamu yang rasanya pahit juga memperberat fungsi hati. Minum jamu harus disertai banyak minum air putih, supaya jamu tidak terlalu pekat untuk dicerna. Jamu sangat baik untuk kesehatan, Tetapi HATI-HATI kepada penjual jamu “nakal” yang mengoplos jamunya dengan obat-obatan sembarangan.

Pilihlah juga makanan dan minuman segar/ organik, TANPA BANYAK MENGANDUNG BAHAN PENGAWET atau terhindar dari Bahan polutan yang berbahaya misal ikan, udang, kerang beracun yang terkontaminasi limbah pabrik.

Sayur-sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi juga sebaiknya dicuci bersih dengan air yang mengalir.

Karena Hati juga berperan penting dalam proses penawar racun yang terdapat pada makanan/minuman yang dikonsumsi.

  • 6 Penyakit autoimun, misalnya Lupus

Penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi akibat sistem imun (kekebalan) tubuh yang seharusnya berfungsi melawan kuman dan benda asing, mengalami kelainan hiperaktif sehingga justru menyerang sel, jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Jadi semacam senjata makan tuan.

Dalam artikel hepatitis ini, organ yang diserang adalah hati, sehingga menyebabkan kerusakan hati.

  • 7. Kelainan genetik, Misalnya Hemokromatosis.

Hemokromatosis adalah gangguan genetik dimana tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang me nyebabkan tubuh kita mengalami kelebihan zat besi . Kelebihan zat besi ini kemudian disimpan dalam berbagai organ, terutama hatimenyebabkan kerusakan hati.

hepatitis-empedu

Adanya batu empedu, tumor, dan peradangan kantong/ kandung empedu dapat menghalangi pengaliran cairan empedu dari hati,

Karena itu cairan empedu tetap berada dalam sel-sel hati peningkatan tekanan pada organ hati, menyebabkan kerusakan hati. Peradangan pada kantong/ kandung empedu, dan saluran empedu juga dapat menjalar ke organ hati  menyebabkan kerusakan hati.

hati-2-kandung-empedu

Masalah di area empedu, misalnya batu empedu, GEJALA YANG KHAS ADALAH JIKA PENDERITA MAKAN MAKANAN BERLEMAK, BIASANYA AKAN TIMBUL NYERI YANG SANGAT DI AREA PERUT.

Kenapa timbul nyeri??

♥ Karena fungsi empedu adalah untuk mencerna lemak. Sehingga jika makan makanan berlemak, membuat kandung empedu harus mengalirkan cairan empedu yang disimpannya.

MENJADI MASALAH JIKA ADA SUMBATAN ATAU PERADANGAN DI AREA ITU, KARENA MEMBUAT KANDUNG EMPEDU LEBIH BERKONTRAKSI LAGI/ MENEKAN UNTUK MENGALIRKAN CAIRAN EMPEDU, HAL INILAH YANG MEMBUAT RASA NYERI.


Baiklah, seorang praktisi kesehatan HARUS Menggali informasi mengenai sakit hati ini dengan urutan sebagai berikut:

  • 1. ANAMNESA :Misalnya ditanyakan riwayat penyakit pasien.
  • 2.PEMERIKSAAN FISIK: Misalnya diraba pembesaran di area perut kanan atas, tempat organ hati berada.
  • 3.PEMERIKSAAN PENUNJANG: Misalnya dengan melakukan sejumlah test seperti:
    • serologi darah: Test untuk Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Jika dicurigai penyakit lain boleh diperiksa test widal untuk tipes, dengue, sifilis.
    • Pemeriksaan darah malaria.
    • Pemeriksaan laboratorium darah lengkap, termasuk pemeriksaan fungsi hati/Enzim hati, seperti: SGOT, SGPT, Albumin, Bilirubin.
    • USG Hati SANGAT PENTING untuk mengetahui apakah hati mengalami bengkak/pembesaran. Apakah hati mengalami fibrosis(=jaringan fungsionalnya tergantikan jaringan parut), Apakah hati mengalami sirosis(=pengerasan hati, bahkan pada stadium lanjut, ukuran hati bisa menyusut).
      • Apakah ada tumor atau kanker hati?? Bisa juga USG di tempat lain, yaitu di area kandung empedu: Apakah ada batu empedu/ Sumbatan.
      • hepatitis-usg
    • Test pencitraan lain seperti CT SCAN, MRI dapat dilakukan untuk menunjang diagnosa.
    • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan dari hati/ liver dapat dilakukan untuk pemeriksaan kondisi hati.

Setelah dilakukan Anamnesa Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang Barulah DIAGNOSA sakit hati ditegakkan, dan diketahui penyebabnya karena apa Setelah itu baru lakukan pengobatan atau treatment untuk mengkoreksi kerusakan hati tersebut.


Hati bisa dikatakan sebagai dapur metabolisme tubuh, tempat di mana metabolisme Karbohidrat, Protein, dan Lemak diproses. Juga sebagai Organ detoksifikasi untuk menetralkan racun atau sampah hasil akhir metabolisme.

Fungsi Hati sebenarnya ada ratusan, berikut di antaranya:

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan, terutama lemak.

sakit-hati-1-fungsi-hati

JADI JIKA SESEORANG MENGALAMI SAKIT HATI, MAKA HAMPIR DIPASTIKAN AKAN TERJADI GANGGUAN FUNGSI HATI.

Saya memakai kata hampir, karena di dalam dunia medis tidak ada sesuatu yang benar-benar pasti 100 persen. Kenyataannya organ hati termasuk organ yang sel-selnya mampu meregenerasi atau memperbaiki diri dengan baik, apabila terjadi kerusakan.

Ketahui dulu:

  • Kumpulan Sel membentuk ⇒ Jaringan
  • Kumpulan Jaringan membentuk ⇒ Organ
  • Kumpulan organ membentuk ⇒ sistem organ
  • Kumpulan sistem organ membentuk ⇒ organisme/makhluk hidup

Namun kerusakan hati yang terjadi secara terus-menerus atau berlangsung kronik, dapat menyebabkan gangguan fungsi hati yang permanen.


Sekarang kita diskusi secara singkat mengenai sakit hati yang diakibatkan oleh infeksi, Khususnya Infeksi Virus Hepatitis tipe A, tipe B, dan tipe C.

Kenapa?? ♥ Tentu saja karena angka kejadian kerusakan hati akibat virus Hepatitis ini termasuk yang paling banyak kasusnya.

Hepatitis A cenderung akut, dan kebanyakan sembuh. Sedangkan Hepatitis B, dan Hepatitis C sering berlanjut ke kronik.

Di dunia virus Hepatitis B telah menginfeksi 2 Miliar penduduk, sekitar 240 juta orang mengidap Hepatitis B kronik, sedangkan 170 juta orang mengidap Hepatitis C kronik. Setiap tahun sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal karena hepatitis.

Di Indonesia, 1 dari 10 orang  di antara kita, menderita Hepatitis B atau C (Bisa dua-duanya). Jadi jumlah penderita yang terinfeksi Hepatitis B dan C adalah 28 juta penduduk. 14 juta diantaranya berpotensi menjadi kronik. 1,4 juta diantaranya berpotensi untuk menderita kanker hati. Dan diperkirakan lebih dari 300 ribu penduduk Indonesia meninggal setiap tahun dikarenakan Hepatitis virus.

sakit-hati-2-hepatitis

Apa itu penyakit hepatitis??

Hepatitis berasal dari kata Yunani kuno ‘Hepar’ (Hepat) yang berarti ‘hati‘, dan ‘Itis’ yang berarti ‘peradangan

Jadi Penyakit hepatitis adalah suatu penyakit di mana terjadi peradangan pada hati.

Kebanyakan penderita hepatitis dikarenakan infeksi oleh virus Hepatitis.

Hepatitis oleh karena virus dibedakan berdasarkan tipenya. Yang paling sering ditemui adalah hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Sedangkan Hepatitis D, E, dan G  kasusnya agak jarang ditemukan. Kita akan lebih fokus pada hepatitis A, hepatitis B, dan C.

Bagaimana gejala seseorang yang mengalami hepatitis??

♥ Gejala hepatitis kurang lebih sama dengan gejala utama sakit hati seperti disebutkan di atas, yaitu:

  • Demam.
  • Ada mual, muntah.
  • Kurang nafsu makan.
  • Berat badan bisa menurun.
  • Rasa kelelahan, lemah, lemas, kurang energi.
  • Nyeri otot, dan sendi
  • Gatal.
  • Sakit di area perut, terutama kanan-atas.
  • Beberapa orang mengalami pembesaran hati
  • Dapat disertai kekuningan pada mata, dan seluruh tubuh. Orang awam menyebutnya penyakit kuning. Bahasa medisnya ikterus/jaundice.
  • Air kencing berwarna kecoklatan, seperti teh
  • Feses atau kotoran saat Buang Air Besar (BAB) menjadi tidak atau kurang berwarna/ pucat. Kita sebut feses berwarna dempul.

sakit-hati-4

Hepatitis yang terjadi secara kronis/menahun, sering tidak menunjukkan gejala, Namun Hepatitis yang terjadi secara akut/ berlangsung cepat baru tampak gejala yang lebih jelas

SEGERA LAKUKAN PEMERIKSAAN dan KONSULTASI KE DOKTER, JIKA TIMBUL GEJALA-GEJALA TERSEBUT.

Bagaimana cara Penularan dan Pencegahannya??

♥♥ Cara penularan Hepatitis A : melalui Faecal-oral.

Karena Virus Hepatitis A dapat ditemukan pada feses/ kotoran saat BAB. Maka penderita Hepatitis A yang kurang bersih mencuci tangannya setelah melakukan aktifitas membersihkan anusnya setelah BAB/ “cebok” dapat menularkan virus Hepatitis A ini ke orang lain.

Misalnya saat dia mengolah makanan atau minuman. Atau tangan yang terkontaminasi oleh Virus Hepatitis A tadi, memegang makanan dan minuman yang pada akhirnya kita konsumsi.

Bagaimana pencegahan Virus Hepatitis A??

♥ Pada virus Hepatitis A: kita harus memperhatikan kebersihan makanan dan minuman. Apabila ada 1 orang saja di daerah itu yang terdeteksi menderita Hepatitis A. maka Dinas Kesehatan setempat HARUS MENINJAU LOKASI, DAN MENCARI SUMBER PENULARAN TERUTAMA DARI MAKANAN APA YANG SUDAH DIKONSUMSI.

Sering kita mendengar berita, terjadi wabah Hepatitis A. Misalnya: Belasan mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) terserang virus Hepatitis A yang diduga dari makanan atau minuman yang tidak higienis.

♥♥ Cara penularan Hepatitis B, dan Hepatitis C :Penularan melalui kontak darah, dan kontak cairan tubuh.

♥ Pada Virus Hepatitis B, dan C. Karena penularannya melalui kontak darah, dan kontak cairan tubuh. Maka :

  • Kita harus memastikan alat-alat yang dapat membuat luka (misalnya: jarum suntik, jarum pembuatan tatto, tindik, jarum akupunture, pisau cukur, tusuk gigi, sikat gigi, dan lain-lain) sekali pakai langsung BUANG. Jangan dipakai bergantian dengan orang lain.
    • Pemakaian jarum suntik harus steril, dan single-use (sekali pakai-buang), Tetapi pada pemakai narkoba suntik mereka sering menggunakan jarum suntik secara bergantian. Jadi sangat berisiko tertular Hepatitis B, dan Hepatitis C.

BARANG APAPUN YANG DAPAT MEMBUAT LUKA/ KONTAK DARAH, JANGAN DIPAKAI BERGANTI-GANTIAN DENGAN ORANG LAIN.

  • Alat-alat medis, seperti pisau bedah, gunting, peralatan operasi, kain, dan sebagainya. SEBELUM MELAKUKAN TINDAKAN, PASIEN HARUS DIPERIKSA DAHULU APAKAH ADA INFEKSI VIRUS HEPATITIS B, dan C, atau TIDAK. KALAU ADA HARUS DIPISAHKAN PERALATAN MEDISNYA. Terutama untuk Hepatitis B yang sangat menular.
  • Melalui transfusi darah ( Tetapi sudah SANGAT JARANG) karena sekarang pihak petugas donor darah sudah melakukan screening yang sangat ketat untuk memastikan calon pendonor tidak mengidap hepatitis B, dan Hepatitis C, juga penyakit infeksi lainnya seperti HIV, dan Sifilis.

Penularan melalui kontak cairan tubuh, misalnya:

  • Air liur (jarang)
  • Kencing (jarang)
  • Cairan mani/sperma, Cairan vagina. (PALING SERING) misalnya,: melalui hubungan seksual.

Hepatitis B juga bisa melalui transmisi vertikal (=seorang ibu yang menderita Hepatitis B, saat melahirkan dapat menularkan kepada bayinya)

Apakah seorang ibu yang mendapat infeksi hepatitis B dapat menyusui bayinya??

♥ Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Hal ini diperbolehkan, karena menurut penelitian : Tidak ditemukan peningkatan risiko penularan Hepatitis B pada bayi yang menyusui. Tetapi memang harus dilakukan teknik menyusui yang benar, supaya tidak terjadi lecet pada puting susu Ibu (kontak darah).

Dan Pencegahan yang sangat penting untuk Hepatitis A, dan Hepatitis B adalah dengan Vaksinasi.

(Untuk Hepatitis C belum ada vaksinnya)

Terutama di kalangan medis (Pekerjaan yang sering berhubungan dengan kontak darah), WAJIB dilakukan Vaksinasi dewasa untuk Hepatitis B.

Untuk Vaksinasi hepatitis A, Sangat baik dilakukan jika daerah atau tempat tinggal anda adalah daerah endemik untuk hepatitis A (Artinya angka kejadian penderita Hepatitis A ada, dan cukup sering terjadi)

  • Lakukan suntikan vaksinasi Hepatitis A sebanyak 2 kali secara intra muskular. Yaitu hari pertama, kemudian 6 bulan-1 tahun yang akan datang sebagai booster/ penguat.
  • Usia yang diperbolehkan untuk melakukan Vaksinasi Hepatitis A, adalah usia di atas 1 tahun. Bukan usia bayi.

Untuk Vaksinasi Hepatitis B,  dilakukan VAKSINASI HEPATITIS B SAAT BAYI, DAN VAKSINASI HEPATITIS SAAT DEWASA.

Vaksinasi Hepatitis B saat bayi, menjadi salah satu program imunisasi wajib pemerintah.

hepatitis-vaksin

Umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Dosis pertama pada saat baru dilahirkan (kurang dari 24 jam), dosis kedua pada usia 1-2 bulan, dan dosis terakhir pada usia 6-18 bulan. Sebagian bayi menerima empat dosis jika menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Vaksinasi Hepatitis B perlu dibooster saat dewasa, untuk melatih dan menguatkan antibodi kita supaya siap, apabila nanti terinfeksi virus Hepatitis B.

sakit-hati-vaksin

Vaksinasi hepatitis B untuk orang dewasa juga terbagi ke dalam tiga dosis. Dosis pertama dan kedua dengan jeda waktu empat minggu, disusul dosis terakhir pada lima bulan kemudian.

Apakah seseorang yang terkena Hepatitis dapat disembuhkan?

♥ Untuk yang Hepatitis A : Biasanya sembuh, karena sifatnya cenderung akut atau tidak berlangsung menahun/ kronik.

Pengobatan Hepatitis A tidak membutuhkan obat anti virus. Cukup dengan menjaga kesehatan, makan bergizi, banyak istirahat, minum air putih sehari minimal 8 gelas, dan juga menghindari pola hidup yang merusak hati seperti merokok, alkohol, dan sebagainya.

♥ Yang lebih sering menjadi kronik adalah hepatitis B, dan Hepatitis C. Apabila virus itu ditemukan ada di dalam aliran darah minimal 6 bulan saat pemeriksaan laboratorium, Artinya: Itu adalah infeksi hepatitis yang kronis.

Kronis artinya menahun.Tidak bisa disembuhkan secara tuntas. namun virusnya dapat menginfeksi organ hati perlahan-lahan.

Tetapi apabila imunitas/ kekebalan tubuh kita bagus, KITA BENAR-BENAR MENJAGA KESEHATAN, maka virus hepatitis B, dan C tidak akan terlalu mengganggu fungsi hati kita (Virusnya tertidur).

Hepatitis B, dan Hepatitis C, 90 persennya akan menjadi kronis. Tetapi dari jumlah itu, Sekitar 10 persennya akan berkembang ke arah sirosis hati/ pengerasan hati, dan keganasan hati/ kanker hati. 90 persen penderita hepatitis kronis lainnya tidak merasakan gejala berarti karena virusnya tertidur/ dorman.

Untuk pengobatan dari masalah atau gangguan hati, seperti hepatitis, dan sebagainya (sakit hati), Anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang paling kompeten dalam hal ini adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam khususnya SubSpesialistik KGEH (Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi).

Untuk pengobatan Hepatitis B, biasanya diberikan obat -obat Anti Virus, Misalnya Injeksi Interferon, dan Tablet Lamivudine. Terapi biasanya jangka panjang selama 2 tahun.

Untuk pengobatan Hepatitis C, juga diberikan obat-obat Anti Virus, Misalnya Injeksi Interferon, dan tablet ribavirine. Terapi biasanya juga jangka panjang selama 2 tahun.

Strategi Pengobatan dan dosis antivirus tersebut, tergantung hasil serologi jumlah atau kuantitas Virus, jumlah antibodi yang beredar dalam darah, hasil laboratorium darah lengkap, pemeriksaan penunjang, Juga pertimbangan kondisi pasien, penyakit, dan komplikasi pasien.

Patut diketahui oleh pasien bahwa Semua tindakan medis ada resikonya. Mana yang lebih menguntungkan ke pasien, itu yang dipertimbangkan dan dipilih oleh seorang praktisi kesehatan.

sakit-hati-5

Pertanyaan terakhir yang sering ditanyakan: Bagaimana jika misalnya: seorang suami yang “nakal” dalam hal ini sering melakukan hubungan seksual yang tidak aman dengan banyak wanita. Dan dia akhirnya diketahui terinfeksi oleh salah satu penyakit menular seksual, yaitu Hepatitis B. Apa yang harus dilakukan oleh istrinya??

♥ Pada kasus ini. Tentu suaminya harus bertobat, dan jujur mengatakan pada istrinya bahwa dia terinfeksi hepatitis B. Suaminya harus mendapatkan strategi pengobatan dari dokter yang menangani.

Sementara sang istri yang menjadi pasangan seksualnya juga HARUS MENJALANI PEMERIKSAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL lainnya. Selain Hepatitis B, Hepatitis C, juga harus dilakukan pemeriksaan serologi Test HIV, dan Test Sifilis.

Apabila misalnya: sang istri terinfeksi Hepatitis B, maka dia juga harus mendapatkan strategi pengobatan selama jangka waktu tertentu.

Apabila sang istri tidak terinfeksi. Ia harus menunggu sang suami mendapatkan pengobatan untuk hepatitis B nya dulu sampai dikatakan aman (kandungan virus Hepatitis rendah dan tidak berpotensi menular) oleh dokter yang menangani SEBELUM melakukan hubungan seksual lagi.

Sementara menunggu, sang istri dapat dipertimbangkan untuk dilakukan vaksinasi dewasa Hepatitis B untuk pencegahan.

Terimakasih sudah membaca artikel kesehatan mengenai sakit hati ini sampai selesai. 🙂

Banyak artikel-artikel kesehatan terkait yang selalu kami update. Silakan diklik di teks atau gambar, dan dibaca untuk mengetahui informasi kesehatan yang mudah dimengerti bahkan oleh orang awam.

Terima kasih untuk dukungannya. Nantikan artikel kami selanjutnya di www.petunjuksehat.com. Like to share.

Artikel-artikel terkait:

kanker-4

Kanker : Tanya Jawab santai seputar Kanker

gonore-laki

Gonore atau Kencing Nanah

sifilis-gambar-utama

Penyakit Sifilis atau Raja Singa

donor-darah-dewa

Donor Darah : Ayo Rame-rame Sumbang Darah!

hipertensi-4

Hipertensi : Langkah praktis mengontrol Tekanan Darah

diabetes-melitus-4

Diabetes Melitus: Artikel terlengkap, informatif

demam

Batuk, pilek, dan demam : Petunjuk Pengobatannya

hepatitis-nyeri-sendi

Nyeri Sendi : Penyebab dan Petunjuk Mengatasinya

tuberkulosis-5-menular

Tuberkulosis : Kepatuhan Berobat adalah kuncinya

vaksinasi-3

Tipes dan penggunaan antibiotik yang benar

vaksin-palsu-3

Vaksin palsu :Apa beda manfaatnya dengan asli ?

vaksinasi-6

Rahasia Kebal Penyakit dengan Vaksinasi Dewasa

berat-badan-9

Cara Pintar menurunkan dan menaikkan Berat Badan dengan Perhitungan Kalori

narkoba

Narkoba : Bagaimana memulai treatment ?

aids-7

AIDS / HIV: Apa Bedanya? Apakah ada Obatnya?

hepatitis-maag

Cara Mudah Mengatasi sakit Maag agar tidak kambuh

miras

Artikel Kesehatan terbaru : Korban Tewas akibat Alkohol dan Miras Oplosan di Yogyakarta bertambah menjadi 26 orang

rokok

BAHAYA MEROKOK !!

 

kolesterol-baik-yes

Kolesterol : Jangan takut. Yang penting Cukup

Kolesterol Baik melawan Kolesterol Jahat

hdl-5

Cara meningkatkan HDL, dan menurunkan LDL

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin