Vaksinasi tidak hanya diberikan saat bayi dan anak-anak saja. Namun pada saat kita beranjak dewasa, kita dapat lebih melakukan proteksi diri dengan melakukan vaksinasi saat dewasa.

Maraknya kasus Vaksin Palsu sekarang ini, membuat penulis ingin membuat satu lagi artikel tentang vaksinasi dan imunisasi. Khususnya pada yang dewasa.

Walaupun, sewaktu anak-anak sudah mendapat vaksinasi wajib dari pemerintah, seperti berikut:

vaksin palsu 5

Namun saat beranjak dewasa, antibodi yang sudah terbentuk dari vaksinasi sebelumnya, bisa saja menurun.

Hal ini membutuhkan pengulangan vaksinasi lagi saat dewasa agar dapat memperkuat antibodinya.

Sekarang, banyak dikembangkan jenis vaksinasi lain untuk menangkal berbagai penyakit. Seperti Vaksinasi Influenza, Typhoid, Cacar air, Herpes Zoster, Demam berdarah, Pneumonia, Meningitis, Bahkan kanker servix pun ada vaksinnya.

Melalui artikel kali ini, mari kita membahas secara mendasar apa itu imunisasi dan vaksinasi. Dan apa saja jenis-jenis vaksin yang dapat kita lakukan saat beranjak dewasa.

Tujuan dari vaksinasi adalah supaya kita mendapat kekebalan aktif terhadap berbagai macam penyakit.

Setelah membaca artikel ini sampai selesai, diharapkan Anda dapat mempertimbangkan dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan (dokter), untuk memutuskan Vaksinasi apa saja yang sebaiknya kita dapatkan, atau orang tua Anda perlukan.

Tentunya dengan melakukan vaksinasi, kita dapat lebih kebal terhadap penyakit, dan dapat hidup lebih panjang. MAU?? 😀


*Mari kita bahas 🙂 Apa itu imunisasi dengan vaksinasi?? Apakah Anda tahu perbedaannya.?

♥ Kita tahu dulu: Imunitas atau kekebalan tubuh  dapat diperoleh melalui imunisasi.

Imunisasi ada yang bersifat PASIF, ada pula yang bersifat AKTIF.

  • IMUNISASI PASIF : Merupakan pemberian Antibodi yang berasal dari luar tubuh.
    • IMUNISASI PASIF ALAMI: dapat diperoleh melalui plasenta, sejak bayi berada di dalam kandungan ibunya. Bisa juga diperoleh melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI).
    • Sedangkan IMUNISASI PASIF BUATAN: diperoleh dengan mensuntikkan serum antibodi ke dalam tubuh.

IMUNISASI PASIF baik yang alami dan buatan, sifatnya hanya sementara saja.

Selanjutnya adalah:

  • IMUNISASI AKTIF : Merupakan upaya merangsang pembentukan antibodi, dengan memasukkan antigen ke dalam tubuh.
    • Secara alami, atau IMUNISASI AKTIF ALAMI: diperoleh setelah tubuh sembuh dari penyakit.
    • sedangkan IMUNISASI AKTIF BUATAN: diperoleh melalui vaksinasi. Pada Vaksinasi, antigen yang dimasukkan ke tubuh, sudah dilemahkan atau dimatikan, sehingga tidak sampai menimbulkan penyakit, tetapi cukup efektif dalam membentuk antibodi.

vaksinasi 2


Umumnya IMUNISASI AKTIF BUATAN seperti VAKSINASI ini dilakukan sejak masih bayi, dan anak-anak.

Namun Vaksinasi saat dewasa pun, memiliki manfaat yang tidak kalah penting . Antara lain: Mencegah penderitaan, kemungkinan cacat, atau kematian akibat penyakit.

vaksinasi

Selain itu, Vaksinasi dapat menghilangkan kecemasan apabila terjadi penyakit, karena penyakit itu tidak menjadi berat, dan biaya pengobatannya menjadi lebih murah apabila sakit.

Perlu diingat, Efektifitas Vaksinasi dalam mencegah terjadinya suatu penyakit cukup besar, yaitu sebanyak 80% . Tidak 100%,Jadi bukan berarti bahwa orang yang divaksinasi itu,tidak akan menjadi sakit. Namun apabila orang itu menjadi sakit, maka penyakit itu akan berlangsung lebih ringan, dan biaya pengobatannya akan lebih murah.


*Apa saja jenis Vaksinasi yang dapat diberikan pada orang dewasa?

Klik di sini untuk melihat Tabel Jadwal Imunisasi Dewasa

♥Jenis Vaksinasi yang dapat diberikan saat dewasa, dan jadwal pengulangannya, antara lain:

  • Influenza
    • Vaksin influenza diulang setiap 1 tahun sekali.
  • Pneumonia (Radang paru-paru)
    • Vaksin cukup diberikan 1 kali dosis saja. Namun pada usia lanjut (>55 tahun) perlu diberikan dosis ke 2, dengan jarak 5 tahun dari vaksinasi pertama.
  • Tifoid (Tipes)
    • Vaksin  diulang setiap 3 tahun sekali.
  • Meningitis (Radang selaput otak)
    • 1 dosis wajib untuk mereka yang berangkat haji atau umroh. Vaksin dapat diulang selang 2 tahun jika ingin berangkat ke daerah endemis lagi.
  • MMR (Mumps=Gondongan, Measles=Campak, Rubella=Campak Jerman)
    • Vaksin diberikan dalam 2 dosis, yaitu bulan ke-o (hari itu juga, saat memulai vaksinasi), dan bulan ke-1 (atau 1 bulan berikutnya setelah vaksinasi pertama)
  • Cacar air (Varicella)
    • Vaksin diberikan dalam 2 dosis, yaitu bulan ke-o, dan bulan ke-1.
    • Namun apabila sudah pernah terkena cacar air, maka cukup diberikan 1 kali dosis vaksin saja.
  • Herpes Zoster
    • Diberikan cukup 1 kali dosis vaksin saja
  • Polio
    • Diberikan cukup 1 kali dosis vaksin saja.
  • Hepatitis A
    • Vaksin diberikan dalam 2 dosis, yaitu bulan ke-0, dan bulan ke 6-12 (rentang 6 bulan sampai 12 bulan dari vaksinasi pertama)
  • Hepatitis B
    • Vaksin diberikan dalam 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke 6.
  • Tdap (Tetanus, Diphtheria=suatu penyakit infeksi saluran nafas sebelah atas yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheriae, Pertussis=Batuk rejan).
    • Vaksin Tdap ini diberikan dalam 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke 7-13.
    • Selanjutnya, Vaksin Tdap ini dianjurkan untuk dilakukan booster 1 dosis, selang 10 tahun.
  • Serviks
    • Vaksin diberikan dalam 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke 6.
  • Rabies
    • Vaksin rabies cukup diberikan 1 kali saja, karena bukan vaksinasi rutin, maka pemberian/pengulangan/booster yang ke-2 dan ke-3, dilakukan setelah tergigit hewan yang diduga terinfeksi rabies. pemberian ke-2 diberikan sesaat setelah tergigit hewan, pemberian ke-3 diberikan 3 hari setelahnya.
  • Japanese Encephalitis (Peradangan Otak akibat virus yang dibawa oleh nyamuk di Asia dan Pasifik Barat)

    • Diberikan 2 dosis, yaitu bulan ke-0, dan bulan ke-1
    • Dapat dilakukan booster selang 1 tahun dari vaksinasi sebelumnya
  • Demam kuning (Yellow Fever)
    • Diberikan 1 kali dosis saja.
    • Vaksinasi dapat diulang/ dibooster selang 10 tahun.

*Apakah memang vaksinasi-vaksinasi di atas harus dilakukan semuanya pada orang dewasa??

♥ Menurut saya, sebaiknya apabila memungkinkan untuk dilakukan semua jenis vaksinasi itu lebih baik 😉

  • Apalagi yang beresiko tinggi terkena suatu jenis penyakit, misalnya: pada orang yang bepergian ke daerah endemis/ berangkat haji/ ke Afrika: Orang itu diwajibkan untuk vaksinasi Meningitis.
    • Sebaiknya 2 minggu sebelum bepergian, sudah selesai dilakukan vaksinasi. Karena Butuh waktu minimal 2 minggu, tubuh membentuk antibodi setelah divaksinasi.
  • WHO mewajibkan vaksin demam kuning (yellow Fever) bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Afrika Selatan.
    • Vaksinasi ini diberikan 1 kali dosis, 2 minggu sebelum bepergian ke sana
    • vaksinasi ini diulang selang 10 tahun apabila mau berangkat ke sana lagi.
  • Bepergian ke wilayah Asia, dan Pasifik Barat, terutama di daerah pedesaan, dan pertanian. Maka dianjurkan divaksin Japanese Encephalitis.
  • Pada orang-orang yang sering kontak dengan binatang, seperti: Anjing, Kucing, atau Monyet, maka orang tersebut sebaiknya divaksin Rabies.
  • Pada orang yang sering alergi, asma, rentan terhadap penyakit flu, sering pilek, daya tahan tubuh rendah, sudah usia lanjut, maka sebaiknya orang tersebut divaksin Influenza, atau divaksin Pneumonia.
    • Vaksinasi Influenza diulang 1 tahun sekali.
  • Wanita sebaiknya melakukan Vaksinasi Kanker Serviks/ Vaksinasi kanker mulut rahim. Pusat data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada akhir 2015 menyebut kanker serviks menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.
    • Sangat mengerikan, Setiap 1 jam, wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks.
    • Vaksin kanker serviks yang isinya HPV (Human Papiloma Virus) ternyata dapat disuntikkan /diberikan kepada laki-laki. Supaya laki-laki dapat kebal terhadap tipe HPV yang dapat menimbulkan kutil kelamin, kanker penis, dan kanker anus.
    • Vaksinasi kanker serviks, Biasanya diberikan sebanyak 3 kali dalam waktu enam bulan.
  • Bagi para pekerja di restoran, atau sering kontak dengan makanan/kuliner, ke daerah yang endemis/ tingkat penularan Hepatitis A nya tinggi, dan yang rentan terkena tipes (karena Hepatitis A, penularannya sama dengan Typhoid, yaitu melaui Faecal/Feses/Kotoran waktu BAB Oral = terkontaminasi di makanan, kemudian masuk ke mulut), maka sebaiknya divaksin Typhoid dan ivaksin Hepatitis A.
  • Bagi Tenaga Kesehatan khususnya, juga pasien-pasien yang sering mendapat transfusi darah, atau orang-orang yang sering melakukan hubungan seksual dengan banyak orang, atau pemakai narkoba suntian. Maka sangat penting dilakukan Vaksinasi Hepatitis B. Karena penularan Virus Hepatitis B ini sangat mudah. Bisa melalui darah, cairan sperma, dan cairan vagina.
    • Vaksinasi Hepatitis B, Biasanya diberikan sebanyak 3 kali dalam waktu enam bulan.

*Kenapa Pada beberapa Vaksin harus dilakukan dosis ulangan/booster??

♥ Dosis ulangan / booster sampai beberapa kali diperlukan untuk memperkuat antibodi  yang terbentuk agar lebih kuat, lebih kebal, lebih pintar dalam menghadapi penyakit spesifik sesuai dengan jenis vaksinnya.

♥ Tentunya dosis pemberian vaksin sudah melalui serangkaian penelitian, dan percobaan untuk mengetahui dan membuktikan keefektifan dari vaksin itu dalam membentuk antibodi tubuh yang kuat sebagai pencegahan terhadap penyakit spesifik sesuai dengan jenis vaksinnya.

*Bagaimana jika Vaksin yang seharusnya diberikan dalam 3 dosis, tetapi ternyata pasien atau dokter lupa mengingatkan untuk segera dilakukan dosis ulangan dalam jangka waktu tertentu??

♥ Apabila pasien sampai terlambat melakukan dosis ulangan/booster, Misalnya vaksin Hepatitis B yang seharusnya diberikan 3 kali dalam bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6. Ternyata pasien hanya datang sekali untuk diberikan vaksin. Maka Antibodi yang terbentuk tidak cukup kuat dan efektif.

  • Jadi Pasien itu harus mengulang lagi vaksinasi hepatitis B dari awal sampai selesai sebanyak 3 dosis.

Sebaiknya patuhilah jadwal pemberian imunisasi, dan jangan sampai terlambat untuk melakukan dosis ulangan/booster agar terbentuk antibodi yang kuat.


Untuk Informasi:

  • Vaksinasi dewasa ini tidak terdapat di Puskesmas. Tetapi Anda bisa mendapatkanya di Rumah Sakit, atau klinik dokter yang menawarkan program Vaksin pada dewasa.
  • Ceritakan pula riwayat kesehatan, jenis pekerjaan Anda, atau ingin bepergian ke mana, agar dokter bisa memberikan suntik vaksin yang tepat.
  • Efektifitas Vaksinasi dalam mencegah terjadinya suatu penyakit cukup besar, yaitu sebanyak 80% . Tidak 100%, Jadi bukan berarti bahwa orang yang divaksinasi itu,tidak akan menjadi sakit.
    • Namun apabila orang itu menjadi sakit, maka penyakit itu akan berlangsung lebih ringan, dan biaya pengobatannya akan lebih murah.
  • Perhatikan juga, PASTIKAN bahwa vaksin yang ditawarkan dokter tersebut benar-benar ASLI, dan dari distributor vaksin resmi yang ditunjuk oleh pemerintah.

Terima kasih telah membaca artikel Vaksinasi pada dewasa ini sampai selesai. Nantikan artikel-artikel berkualitas dari kami selanjutnya.

Artikel terkait:

vaksin palsu 3

Vaksin Palsu: Apa beda manfaatnya dengan yang asli?

vaksinasi 3

Tipes dan Penggunaan Antibiotik yang Benar

 

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin