Artikel kesehatan kali ini sangat menarik, Kita akan membahas mengenai tonsilitis atau bahasa mudahnya radang amandel. Artikel kesehatan ini saya buat karena cukup banyak teman-teman saya yang terkena penyakit ini, dan umumnya kambuhan. jangan khawatir, saya akan memberikan petunjuk bagaimana cara mengatasinya, pencegahan, dan apakah perlu tidaknya Tonsil atau amandel ini dilakukan operasi pengangkatan? let’s discuss.

Pengertian Tonsilitis

Tonsil atau istilah umum yang banyak dikenal orang dengan sebutan amandel, adalah jaringan limfoid (kelenjar getah bening) yang terletak pada kerongkongan, di sebelah kiri dan kanan belakang rongga mulut. Mudahnya, untuk melihat tonsil kita bisa membuka mulut lebar-lebar, dan tonsil bisa dilihat seperti tonjolan dari rahang atas bagian belakang yang seperti biji kacang.

Tonsil berfungsi sebagai jaringan kekebalan tubuh.  Merupakan bagian awal sistem kekebalan tubuh dari serangan berbagai sumber penyakit, Bakteri, Virus maupun kuman, terutama yang bersumber dari iritasi makanan dari mulut dan udara dari hidung —> akan dicegah terlebih dahulu oleh tonsil ini.

Kesimpulannya, tonsil atau amandel adalah benteng pertahanan tubuh, dan pengontrol masuknya kuman ke dalam tubuh.

Fungsi ini efektif bekerja pada anak usia dibawah 6 tahun, dan seiring pertambahan usia fungsinya akan digantikan dengan jaringan lain.  kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut.

Fakta Tentang Tonsillitis

  • Dapat terjadi pada semua usia, dengan kejadian yang sama antara pria dan wanita.
  • Tidak memandang ras dan suku bangsa, dan dapat terjadi pada setiap strata ekonomi yang berbeda juga.

Penyebab Tonsilitis

Kenapa tonsill atau amandel bisa meradang..?

amandel

Amandel adalah benteng pertahanan tubuh yang berfungsi sebagai pengontrol masuknya kuman ke dalam tubuh. Apabila Amandel bekerja terlalu berat akan terjadi peradangan. Pekerjaan amandel akan bertambah berat jika di dalam tubuh menumpuk agent-agent penyebab peradangan ( Virus, bakteri, jamur,parasit, iritasi makanan)

  • Seringnya tonsillitis disebabkan oleh virus.

Virus penyebab tonsilitis di antaranya adalah:

♦ Parainfluenza. Ini merupakan virus penyebab penyakit pernapasan dan radang pita suara.

♦ Influenza. Ini merupakan virus penyebab flu.

♦ Rhinovirus. Ini merupakan virus penyebab pilek.

♦ Rubeola. Ini merupakan virus penyebab campak

♦ Adenovirus. Ini merupakan virus penyebab diare.

♦ Enterovirus. Ini merupakan virus penyebab penyakit mulut, kaki, dan tangan.

♦ Epstein-Barr. Ini merupakan virus penyebab demam kelenjar

  • Selain Virus, Tonsillitis juga bisa disebabkan karena bakteri, seperti bakteri Streptococcus pyogenes yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan yang sangat , dikenal dengan Strep Throat.  Bila tidak ditangani, maka infeksi dapat berkembang menjadi demam rematik.  Efek dari demam rematik dapat mempengaruhi jantung terutama katupnya beberapa tahun setelah kejadian infeksi.
  • Dalam kasus yang sedikit, tonsillitis dapat disebabkan pula oleh jamur dan parasit. Kasusnya jarang terjadi pada orang yang sistem immune-nya sehat.

Gejala Tonsilitis

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan
  • Nyeri telinga
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Lelah
  • Sakit perut, terutama pada anak-anak
  • Demam
  • Perubahan atau kehilangan suara
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Munculnya bintik-bintik nanah pada amandel
  • Bau napas

amandel 3

Pada kasus tonsilitis yang diakibatkan oleh infeksi virus, seperti virus pilek atau flu, biasanya gejalanya akan lebih ringan dan waktu pemulihannya lebih cepat( sekitar 3-4 hari) DARIPADA  tonsilitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bakteri streptococcal.

Jika Tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri,  Maka gejalanya lebih berat daripada virus,  berupa:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan,
  • Munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel,
  • Demam tapi tidak batuk.

Sedangkan jika Tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, biasanya gejala akan lebih ringan dari infeksi bakteri, namun disertai batuk dan pilek.

Kenalilah gejala tonsilitis pada anak-anak, meski mereka tidak dapat menggambarkan rasa sakit yang mereka derita. Anda dapat mencurigai anak Anda terkena tonsilitis jika mereka:

  • Rewel
  • Menolak untuk makan
  • Merasa sakit saat menelan makanan
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur

Komplikasi Radang Amandel

  • Infeksi telinga bagian tengah akibat bakteri.
  • Apnea tidur. Kondisi ini terjadi pada kasus tonsilitis kronis dan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak. Penderita apnea tidur mengalami kesulitan bernapas saat tidur sehingga sering terbangun di malam hari. Saat tidur pun mereka akan sering mendengkur. Kurangnya porsi tidur tentu saja dapat menghambat produktivitas penderita di siang harinya karena tubuh akan terasa lelah.
  • Quinsy atau Abses Peritonsil, yaitu munculnya gumpalan-gumpalan nanah pada amandel dan dinding tenggorokan. Mereka yang mengalami komplikasi ini akan merasakan sakit di tenggorokan, mengeluarkan bau napas tidak sedap, sakit kepala, dan telinga, sulit untuk berbicara, demam, dan pembengkakan di sekitar leher dan wajah.
  • Glomerulonephritis, yaitu pembengkakan di sekitar saringan ginjal. Penderita komplikasi ini akan mengalami penurunan nafsu makan dan muntah-muntah.
  • Demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan radang di sekujur tubuh dengan gejala berupa ruam kulit(peradangan kulit atau merah-merah pada kulit) , nyeri sendi, bahkan bisa menyebabkan gangguan jantung.
  • Demam skarlatina, yaitu kondisi yang menyebabkan kulit si penderitanya dipenuhi ruam atau bercak berwarna kemerahan.

Diagnosis Radang Amandel

Dalam mendiagnosis  tonsilitis, pertama-tama dokter akan memeriksa tenggorokan Anda, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal gejala- gejala yang Anda rasakan.

amandel 1

 

Tes lebih lanjut  di laboratorium, seperti tes darah, biasanya diperlukan dokter untuk memastikan apakah ada infeksi, atau pasien juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar. Tes laboratorium dilakukan pada pasien yang memiliki risiko tinggi, misalnya sistem kekebalan tubuhnya rendah.

Pengobatan dan pencegahan radang amandel

Sebagian besar kasus tonsilitis sembuh dalam waktu satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala, seperti misalnya: ibuprofen atau paracetamol sebagai pereda rasa sakit. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup dan minum banyak cairan.

Saya biasa meresepkan pada orang dewasa atau anak 12 tahun ke atas dengan berat badan ideal:

  • Amoxycillin 500 mg , 3 kali 1 tablet, selama 7 hari (Jika tidak ada alergi Penicillin). Jika tidak alergi, dan keadaan membaik –> Antibiotik pada umumnya harus selalu dihabiskan.
  • Ibuprofen( anti inflamasi non steroid) 400 mg , 2 – 3 kali 1 tablet.  Tergantung luas peradangan, dan kesakitan pasien.
  • Bisa juga Ibuprofen , saya ganti dengan dexamethason ( anti inflamasi steroid) 0,5 mg 3 kali 1 tablet. Selama 3-5 hari.  Intinya, Sebelum pemakaian obat-obatan, baiknya periksakan diri Anda ke dokter. atau dr.spesialis THT ( Telinga, Hidung , Tenggorok)  yang lebih kompeten dalam menangani kasus tonsilitis.

Pada anak-anak, dosis antibiotik dan anti peradangan, tergantung umur dan berat badan. Boleh tambahkan Vitamin untuk meningkatkan imunintas, dan daya tahan.

Tonsilitis atau radang amandel dapat dicegah. Pencegahan bisa berupa:

  • Mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet,
  • Menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek
  • Memakai masker saat berada di tempat umum,
  • Menghindari polusi atau debu,
  • Jangan merokok!!
  • Mengurangi makanan atau minuman yang dapat menimbulkan peradangan ( Seperti yang saya sebut di atas)
  • Perbanyak makan buah-buahan
  • Tingkatkan daya tahan tubuh, seperti:  makan yang bergizi, cukup minum air putih, istirahat, relax.

Operasi sebagai penanganan radang amandel

Apakah Tonsilitis atau radang amandel memerlukan operasi?? @,@?

  • Pada kasus tonsilitis yang tergolong parah dan kerap kambuh, serta menimbulkan  komplikasi, atau menutupi jalan nafas –> biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut.

Operasi pengangkatan amandel, atau disebut juga sebagai tonsilektomi, biasanya akan direkomendasikan dokter jika pasien mengalami tiga kondisi:

  1. Pertama adalah jika gejala tonsilitis pasien sudah makin parah sampai menimbulkan komplikasi, sehingga mereka benar-benar kesulitan untuk makan, tidur, atau bernapas.
  2. Yang kedua adalah jika pasien menderita tonsilitis bakteri yang sudah tidak bisa ditangani lagi oleh antibiotik.
  3. Dan yang terakhir adalah jika pasien menderita tonsilitis kronis atau tonsilitis yang kerap kambuh, misalnya:
  • Lebih dari tujuh kali dalam satu tahun.
  • Lebih dari lima kali setahun dalam dua tahun terakhir.
  • Lebih dari tiga kali setahun dalam tiga tahun terakhir.

amandel 4

Berikut ini adalah jenis-jenis operasi tonsilektomi:

  • Operasi standar, yaitu prosedur pengangkatan amandel dengan menggunakan pisau bedah.
  • Sinar laser, yaitu prosedur pengangkatan amandel dengan menggunakan laser.
  • USG, yaitu prosedur pengangkatan amandel dengan menggunakan gelombangultrasound berenergi tinggi.
  • Diatermi, yaitu prosedur penghancuran jaringan dan pengangkatan amandel dengan menggunakan suhu panas.
  • Ablasi dingin, yaitu prosedur yang sama dengan diatermi, namun menggunakan suhu yang lebih rendah, yaitu sekitar 60 derajat celcius.

Setelah melakukan tonsilektomi, biasanya Anda akan merasakan sakit di area yang dioperasi dan dapat berlangsung satu hingga dua minggu. Pada minggu pertama, sakit akan terasa memburuk. Bahkan dalam beberapa kasus, ada yang mengalami nyeri telinga pasca-tonsilektomi. Hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena Anda dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit.

Berikut ini adalah saran-saran yang dapat Anda lakukan jika Anda atau anak Anda telah menjalani prosedur tonsilektomi:

  • Minumlah banyak cairan dan hindari minuman yang mengandung asam, seperti jus jeruk, agar rasa sakit yang dirasakan tidak bertambah.
  • Meski sulit menelan setelah menjalani operasi, namun usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan padat, karena akan membantu penyembuhan lebih cepat.
  • Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi atau menggunakan cairan kumur untuk mencegah timbulnya infeksi.
  • Pastikan anak Anda untuk tidak melakukan aktivitas di luar selama dua minggu, misalnya bermain atau bersekolah, untuk mencegah dia tertular infeksi dari teman-temannya.

Pendarahan kecil pada bagian amandel yang diangkat merupakan hal yang umum terjadi pasca tonsilektomi. Ini biasanya berlangsung satu hingga sepuluh hari setelah operasi dan akan sembuh dengan sendirinya. Boleh berikan ice-cream dingin setelah operasi tonsilektomi ^-^ .

amandel 5

 

 

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin