Prinsip sehat atau sakit, dapat dijelaskan melalui hubungan segitiga epidemiologi, yaitu:

  1. Host (Pejamu)
  2. Agent( Agen)
  3. Environtment (Lingkungan)

* Karena Terjadi Keseimbangan antara Host, Agent, dan Lingkungan

* Karena Terjadi Ketidak-Seimbangan antara Host, Agent, dan Lingkungan

———————————————

Melalui artikel Prinsip sehat atau sakit ini, saya akan menjelaskan apa itu segitiga epidemiologi, dan bagaimana hubungan antara host, agent, dan lingkungan, dapat mempengaruhi seseorang itu menjadi sehat atau sakit. So, let’s discus,. karena jika Anda sudah mengetahui prinsip sehat atau sakit ini, Anda akan mudah memahami ilmu kesehatan.

Menurut KBBI, definisi utama tentang sehat/se·hat/ /séhat/ a 1 baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit);  Jadi sehat adalah tidak sakit atau tidak timbul penyakit.  sesimple itu. Jangan dibuat rumit yaa test

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor- faktor yang terkait di tingkat populasi.

Ada tiga faktor utama yang berpengaruh terhadap timbulnya suatu penyakit pada manusia, yaitu :

epi 1

1. Pejamu (Host)

Pejamu adalah semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan penyakit. Faktor-faktor tersebut banyak macamnya, antara lain : umur, seks, ras, genetik.pekerjaan, nutrisi, status kekebalan tubuh ( imunitas) , alergi, adat istiadat, gaya hidup dan psikis( keadaan jiwa).

Misal, pada anak-anak yang kekurangan gizi pada umumnya lebih rentan terkena infeksi dibandingkan anak-anak yang bergizi baik, karena daya tahan tubuh anak yang kekurangan gizi rendah.

Misal lagi, gaya hidup sehat, meningkatkan kekebalan tubuh seseorang dalam melawan infeksi.

2. Bibit penyakit (Agent)

Agent adalah Faktor yang menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan.

Dan penyebab agent menurut model segitiga epidemiologi terdiri dari biotis dan abiotis.

a.   Biotis, ( bio = hidup)  misalnya:

Bakteri, Virus, Jamur, Cacing, serangga

Abiotis, terdiri dari

  1. Nutrient Agent, misalnya kekurangan /kelebihan gizi (karbohididrat, lemak, mineral, protein dan vitamin)
  2. Chemical Agent, misalnya pestisida, logam berat, obat-obatan
  3. Physical Agent, misalnya suhu, kelembaban, panas, radiasi, kebisingan.
  4. Mechanical Agent misalnya pukulan tangan kecelakaan, benturan, gesekan, dan getaran
  5. Psychis Agent, misalnya gangguan psikologis, stress, depresi
  6. Genetic Agent, misalnya gangguan genetik pada penderita Down Syndrom

3.   Lingkungan (Environment)

Lingkungan adalah seluruh kondisi dan pengaruh – pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu penyakit. Secara umum lingkungan ini dibagi atas:

  1. Lingkungan fisik : Bersifat abiotik seperti air, udara, tanah, cuaca, makanan, panas, radiasi, dan lain-lain.
  2. Lingkungan biologis : Bersifat biotik seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, mikroorganisme yang dapat berfungsi sebagai agen penyakit atau  tempat bertumbuhnya penyakit
  3. Lingkungan sosial : Berupa kultur, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, agama, sikap, standar gaya hidup, pekerjaan, kehidupan kemasyarakatan, organisasi sosial politik.

Timbulnya penyakit berkaitan dengan gangguan interaksi antara ketiga faktor ini.

Keterhubungan antara pejamu, agen, dan lingkungan ini merupakan suatu kesatuan yang dinamis yang berada dalam keseimbangan (equilibrium) pada seorang individu yang sehat.  Hasil interaksi positif ketiga faktor ini akan menghasilkan keseimbangan. Keadaan seimbang ini memberikan keadaan normal atau keadaan SEHAT.

Jika terjadi gangguan terhadap keseimbangan hubungan segitiga inilah yang akan menimbulkan status SAKIT.  Jika terjadi gangguan atau interaksi negative dimana salah satu diantaranya merugi atau menurun kemampuannya maka terjadilah keadaan sakit.

Ada 4 kemungkinan gangguan keseimbangan, yakni:

  • Peningkatan kesanggupan agen penyakit, misalnya virulensi kuman bertambah, atau resistensi meningkat (kuman kebal).
  • Peningkatan kerentanan pejamu terhadap penyakit, misalnya karena gizi menurun, atau kekebalan tubuh menurun,
  • Pergeseran lingkungan yang memungkinkan penyebaran penyakit, misalnya lingkungan yang kotor atau berdebu.
  • Perubahan lingkungan yang meningkatkan kerentanan host, misalnya kepadatan penduduk di daerah kumuh.

Prinsip Sehat atau Sakit

Saya akan memberi Gambaran tentang bagaimana hubungan segitiga epidemiologi antara:

  1.  Pejamu(Host/manusia)
  2.  Agent(kuman penyakit)
  3.  Lingkungan

prinsip sehat atau sakit  prinsip sehat atau sakit

Hampir semua penyebab mengapa seseorang bisa sehat atau sakit, dapat dijelaskan melalui hubungan segitiga epidemiologi ini.

Saya akan berikan contoh- contoh prinsip sehat atau sakit: Perhatikan neraca di atas sekali lagi

a. SEHAT. Lihat terjadi keseimbangan antara host, agent, dan lingkungan

* Misal, walaupun kuman penyakit banyak, tapi host/Pejamu/manusia,   punya nutrisi yang baik untuk melawan infeksi, tetap saja dia SEHAT.

* Bisa juga  Walaupun seseorang punya kekebalan tubuh rendah, tetapi lingkungannya sangat bersih, dan dia sangat menghindari sumber infeksi, seperti di rumah sakit, toilet umum yang kotor, atau lingkungan berpolusi.. Tetap saja dia SEHAT. Karena masih seimbang. Walaupun dia memang rentan terhadap penyakit.

Bisa dimengerti yaa .. emo2

b. SAKIT, lihat terjadi ketidak-seimbangan antara host, agent, dan lingkungan  ( Host: Daya tahan tubuh rendah)

* Misal orang yang terkena HIV-AIDS, sistem imunnya (sistem kekebalan tubuhnya)  akan jauh berkurang, karena itu kuman sedikit saja dapat menimbulkan keadaan SAKIT

*Wanita lebih rentan terkena kanker payudara ( karena faktor sex)

Bisa buat contoh sendiri yaa..emo5 ingaat prinsipnya saja.

c. SAKIT, lihat terjadi ketidak-seimbangan antara host, agent, dan lingkungan  ( Kuman penyakit tinggi atau banyak)

* Misalnya, walaupun orang dengan daya tahan tubuh  normal seperti Para pekerja Medis yang menangani pasien dengan penyakit yang sangat infeksius seperti MERS  (bahasa Inggris: Middle East respiratory syndrome) atau Sindrom pernapasan Timur Tengah.   MERS merupakan sindrom atau kumpulan gejala pernapasan yang sumber infeksinya adalah karena virus. 

Tetap saja para pekerja medis yang walaupun daya tahan tubuhnya normal , dapat terjangkit virus ini jika terus bersentuhan dengan pasien yang menderita MERS, karena virulensi, atau bibit penyakitnya terlalu kuat/ tinggi  disertai dengan paparan oleh virus ini terus menerus.

Jika banyak terpapar berarti lebih banyak jumlah virus yang berhasil menginfeksi pekerja medis ini, sehingga terjadi ketidak seimbangan antara host, agent, dan lingkungan ——-> SAKIT

* Misal , Jika kita yang sehat saja terus menerus dihadapkan pada orang yang menderita Tuberculosa aktif. Maka Jika orang yang TBC itu batuk di depan kita. Bisa saja lama kelamaan kita juga tertular oleh penyakit TBC ini. Karena penyebarannya melalui udara.

* Anak Yang sering bermain di tanah, lebih sering terkena cacingan..

d. SAKIT, lihat terjadi ketidak-seimbangan antara host, agent, dan lingkungan

* Misal, Jika lingkungan kotor, maka memudahkan terjadinya penyebaran penyakit.

* Misal, saat musim hujan , jumlah penderita demam berdarah/ DBD meningkat,  karena saat musim hujan, banyak genangan air yang dipakai  nyamuk Aedes aegypti (pembawa virus Dengue) berkembang biak Akhirnya jumlah populasi nyamuk meningkat  penyebaran penyakit meningkat.

——————————————-

# Penjabarannya sangat luas, misal seperti Hipertensi :

  • Host/ manusia sendiri yang mempengaruhi: Faktor umur misalnya, semakin tua semakin beresiko , atau faktor genetik juga memegang peranan, kurang berolahraga, kurang istirahat, sering stress
  • Agent/ Penyebab penyakit : Misal konsumsi garam, obat-obatan yang menimbulkan efek hipertensi seperti kortikosteroid.
  • Lingkungan : konsumsi natrium/garam pada penduduk pantai lebih besar dari penduduk yang tinggal di gunung.

epi 2

# misal seperti Hipertiroid

  • Host/ manusia sendiri yang mempengaruhi: Faktor genetik (keturunan), Kelainan Autoimun ( Sistem kekebalan tubuh salah mengenali, dan menganggap jaringan tiroid adalah benda asing yang harus diserang) ⇒ kelainan ini menyerang kelenjar tiroid yang akhirnya memicu meningkatnya produksi hormon tiroid
  • Agent/ Penyebab penyakit : Misal konsumsi obat yang mengandung iodine/ yodium, seperti Amiodarone ( Obat untuk mengatasi detak jantung yang tidak beraturan), Infeksi Virus , dan Infeksi bakteri yang menyerang kelenjar tiroid yang  akhirnya memicu meningkatnya produksi hormon tiroid.
  • Lingkungan : Kebiasaan makan makanan yang memicu hipertiroid. Bagi Anda yang menderita hipertiroid, baiknya membatasi makanan ini: Rumput laut, garam beryodium, tepung terigu, produk susu: keju, yoghurt, ice cream, Juga hindari minum kafein seperti kopi, teh yang berlebihan. Hindari alkohol, dan tembakau/rokok. Hindari juga makanan yang mengandung kolesterol tinggi, hindari makanan yang banyak lemak, makanan gorengan, makanan pedas, junk and fast food, minuman bersoda, makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia dan berpengawet, serta makanan lain yang dapat merangsang pertumbuhan gondok. Pemanis buatan seperti aspartam, dan MSG( Monosodium Glutamat/ micin) juga memicu penyakit hipertiroid.

Anda bisa merangkai segitiga epidemiologi ini, untuk dapat menjelaskan atau mencari penyebab mengapa seseorang yang anda sayangi sakit, atau menjaga seseorang untuk tetap dalam keadaan sehat. Karena tubuh Anda adalah Bait Allah, jadi Harus dijaga.

* Karena Terjadi Keseimbangan antara Host, Agent, dan Lingkungan

* Karena Terjadi Ketidak-Seimbangan antara Host, Agent, dan Lingkungan

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin