Penyakit varises adalah penyakit yang diakibatkan masalah di pembuluh darah, khususnya Vena. Penyakit ini sering dialami oleh orang tua. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang muda. Kita bisa menghindari faktor resiko apa saja yang menjadi penyebab penyakit ini, salah satunya: Obesitas/ kegemukan. Hati-hati bagi Anda yang kegemukan^_^.

Melalui artikel penyakit varises ini, saya akan memberikan gambaran umum tentang pembuluh darah, yaitu arteri dan vena. Pengertian Varises, faktor resiko, Urutan diagnosis, dan penanganannya. Let’s discuss.

Varises adalah pelebaran pembuluh balik/ pembuluh darah vena.

Kata Varises berasal dari bahasa latin, yang berarti memutar, “varix”.

Apakah kaki Anda sering terasa Berat??…. Pegal??…… Nyeri??…..  Hangat ??  Gatal dan Bengkak ringan pada betis sampai  ke pergelangan kaki???  … terutama setelah berdiri terlalu lama…..  Jika Yaa. coba lihat kaki Anda. Apakah penampakannya seperti di bawah ini..

penyakit varises

Penampilan pada kaki Anda menunjukan bahwa Anda terkena Varises pada tungkai/ kaki.

Varises ( Varicose Vein)  merupakan pelebaran vena yang sering terjadi di vena supervisial, dan yang banyak terjadi di ekstremitas bawah / kaki.

Wah kita harus mengetahui dahulu apa itu pembuluh darah Vena.. Karena jika pembuluh darah Vena ini melebar, menunjukkan tanda terjadinya Varises yang tampak jelas pada gambar kaki di atas. OKE @,@

Di dalam tubuh, terdapat pembuluh darah arteri dan vena. Arteri bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh dan sebaliknya vena bertugas mengembalikan darah tersebut ke jantung dengan dibantu kontraksi otot.

penyakit varises

Saya akan jelaskan secara singkat tentang peredaran darah di tubuh manusia. yang terpusat pada jantung sebagai organ pemompa darah.

Darah kotor ( Banyak CO2) dari seluruh tubuh (melalui Vena Cava superior dan Vena Vava Inferior)  ke Serambi / atrium kanan Jantung  ( melalui katub trikuspidalis)  ke Bilik/ Ventrikel kanan jantung  ( melalui katub semilunaris) darah yang miskin oksigen ini dialirkan ke paru- paru oleh arteri pulmonaris  masuk PARU-PARU, darah dioksigenisasi menjadi darah bersih  ⇒ dialirkan ke Serambi/atrium kiri jantung oleh Vena Pulmonaris  (melalui katub bicuspidalis/mitral)  ke Bilik/Ventrikel kiri Jantung  Melalui Aorta (Arteri Terbesar dalam tubuh manusia), darah yang sudah kaya oksigen ini diedarkan/ dipompa ke seluruh tubuh.   @,@ gampang kan . Siklus terus berulang.

Di dalam vena sendiri terdapat katup-katup yang bertugas mencegah terjadinya arus balik darah pada pembuluh tersebut.

penyakit varises

penyakit varises

Penyakit varises terjadi ketika katup vena melemah atau rusak    dan dinding vena menjadi renggang. Perhatikan lagi gambarnya..

penyakit varises

Gejala penyakit varises

Penyakit Varises lebih sering terjadi pada wanita dibanding laki-laki. Sebagian besar kasus varises terjadi pada kaki dan segelintir lainnya terjadi pada pembuluh vena di sekitar panggul, vagina, anus, vagina, rahim, dan kerongkongan. Ciri-ciri fisik penyakit ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu berupa perubahan warna dan pembengkakan pada pembuluh vena. Vena akan tampak berwarna biru atau ungu tua dengan bentuk menyerupai kawat berpilin.

Gejala varises juga bisa berupa:

  • Gatal dan bengkak ringan pada betis hingga pergelangan kaki.
  • Selain itu kaki kadang-kadang terasa berat, sedikit nyeri, dan hangat, terutama setelah berdiri terlalu lama.

Jika varises bertambah parah, maka gejala yang dirasakan si penderitanya pun dapat bertambah parah dan berpotensi memunculkan komplikasi, seperti:

  1. Eksim akibat varises,yaitu kulit di sekitar varises menjadi kering, bersisik, dan memerah.
  2. Thrombophlebitis,yaitu terjadinya penggumpalan darah di dalam vena kaki dan peradangan. Penderita yang mengalami komplikasi ini akan merasakan gejala berupa nyeri dan kemerahan pada bagian yang mengalami radang.
  3. Ulkus vena, yaitu luka yang terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada vena kaki bagian bawah terutama di sekitar pergelangan kaki. Tekanan darah yang tinggi di dalam vena menyebabkan cairan dari vena merembes dan berkumpul di bawah kulit. Kumpulan cairan tersebut pada awalnya akan membuat kulit menebal dan bengkak, hingga pada akhirnya menimbulkan luka terbuka.
  4. Pendarahan. Dengan berkumpulnya darah di dalam vena dan meningkatnya tekanan, maka bukan tidak mungkin pendarahan dapat terjadi ketika vena tersebut terbentur atau mengalami luka. Pendarahan tersebut bisa sulit untuk dihentikan.

penyakit varises

Penyebab Varises

Karena anatomi tubuh kita tegak lurus, maka bagian terjauh dari jantung adalah kaki. Tentu saja yang memiliki tugas berat dalam hal ini adalah pembuluh vena kaki karena harus melawan gravitasi dalam mengalirkan darah kembali ke jantung.

Namun tugas berat pembuluh vena kaki tersebut sedikit diringankan oleh adanya katup vena. Fungsi katup vena sama seperti pintu satu arah, yaitu dengan kata lain darah yang naik menuju jantung akan dapat melintas, namun tidak dapat kembali lagi karena langsung terkunci.

varises 11

Varises bermula karena adanya tekanan tinggi pada pembuluh vena yang dipicu oleh berbagai faktor seperti obesitas dan kehamilan. Akibat tekanan tinggi ini   dinding vena menjadi renggang dan katup di dalamnya menjadi lemah  Dengan melemahnya katup tersebut maka otomatis aliran darah ke jantung menjadi terganggu ⇒ Darah yang sedang dikirim ke jantung dapat kembali lagi dan mengendap  Endapan darah yang terjadi secara terus menerus di dalam vena membuat pembuluh tersebut menjadi bengkak ⇒ merusak katup  dan terjadilah varises.

Faktor resiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit varises, di antaranya:

  • Umur. Semakin tua seseorang maka keelastisitasan vena akan semakin berkurang. Tentu saja hal ini juga dapat mengurangi kinerja katup karena ikut melemah. Jika sudah seperti ini maka darah akan dengan mudah melawan arus dan mengendap di dalam vena.
  • Kehamilan. Biasanya varises mulai terlihat ketika rahim mulai membesar dan semakin memberikan tekanan pada vena di kaki. Selain akibat tekanan, meningkatnya kadar hormon selama kehamilan juga dapat membuat otot vena menjadi lebih rileks, dan berimbas pada melemahnya perlindungan katup. Oleh karena itu, terbentuklah varises.
  • Faktor keturunan. Varises merupakan penyakit yang dapat menurun. Itu artinya peluang Anda untuk mengalami kondisi ini akan lebih besar jika memiliki keluarga berpenyakit sama.
  • Berdiri terlalu lama. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah di vena kaki menjadi sulit untuk mengalir ke jantung.
  • Obesitas. Tekanan pada vena kaki akan semakin bertambah jika bobot tubuh Anda besar. Selain menyulitkan vena dalam mendorong darah ke jantung, tekanan besar juga dapat memperlemah katup sehingga jika terjadi arus balik darah.
  • Masalah kesehatan lainnya, seperti tumor, cedera vena dalam, penggumpalan darah, dan kelainan pada pembuluh darah diantara vena dan arteri. Varises yang disebabkan oleh keempat kondisi ini lebih jarang terjadi.

Diagnosis Varises

Dalam melakukan diagnosa, point-point penting yang harus dilewati oleh tenaga medis, ialah : ANAMNESA ⇒  PEMERIKSAAN FISIK  ⇒ Jika diperlukan PEMERIKSAAN PENUNJANG ⇒ DIAGNOSA ⇒ TREATMENT

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan mengumpulkan keterangan seputar riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu. Data yang dikumpulkan bisa berupa gejala yang dirasakan pasien atau pun faktor risiko yang mungkin ada pada dirinya untuk terkena varises, misalnya jika pasien suka berdiri terlalu lama atau memiliki latar belakang keluarga berpenyakit varises.

PEMERIKSAAN FISIK

Diagnosis varises umumnya dilakukan dengan pengamatan secara kasat mata saja . Saat diamati, umumnya pasien sedang dalam posisi berdiri. Varises biasanya mudah dikenali melalui perubahan warna dan pembengkakan vena yang terlihat dari permukaan kulit.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika hal tersebut dirasa perlu. Misalnya jika gejala yang dirasakan pasien mengindikasikan telah terjadinya komplikasi berupa penggumpalan darah atau gangguan pada vena bagian dalam.

Jenis pemindaian yang sering digunakan dalam hal ini adalah USG duplex. Melalui metode ini, dokter akan dapat melihat aliran darah di dalam vena dari gambar yang dihasilkan oleh gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Oke, Setelah DIAGNOSA ditetapkan,  Baru dilakukan 

TREATMENT di bawah

Pengobatan Varises

Beberapa hal yang mencakup pengobatan mandiri varises adalah:

  • Menjaga badan dari obesitas,
  • Rutin berolahraga,
  • Tidak berdiri terlalu lama,
  • dan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskannya, namun agak diangkat.

Selain cara-cara tersebut, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita varises adalah pemakaian stoking khusus varises atau disebut juga bebat kompresi.  Bebat ini dirancang agar dapat memberikan tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Bebat ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri akibat varises.

penyakit varises

Anda dapat membeli bebat ini di apotek setempat, dengan tingkat harga dan ukuran yang berbeda-beda.

Penanganan varises oleh dokter dan rumah sakit

Secara umum, tidak ada obat-obatan dalam bentuk pil atau tablet yang dapat digunakan untuk mengobati varises. Jika tidak lagi dapat ditangani sendiri di rumah atau gejalanya bertambah parah, maka varises akan membutuhkan penanganan dokter. Di sini ada beberapa pilihan penanganan yang akan direkomendasikan oleh dokter, khususnya dr.Spesialis Bedah,  diantaranya:

  • Injeksi skleroterapi, yaitu penyuntikan cairan khusus ke dalam vena yang mengalami varises dengan tujuan untuk menutup saluran darah tersebut. Efek samping pengobatan ini bisa berupa perubahan warna kulit pada area yang diobati, nyeri punggung bagian bawah, dan sakit kepala.
  • Radiofrekuensi. Metode ini bertujuan untuk menutup saluran vena yang mengalami pembengkakan cukup besar akibat varises. Setelah vena tersebut ditutup, darah akan mengalir secara alami melalui vena lainnya yang masih sehat. Efek samping paling umum dari metode pengobatan yang menggunakan energi radiofrekuensi ini adalah sensasi kesemutan.
  • Laser. Pengobatan yang bertujuan menutup vena varises ini dilakukan dengan cara membakar vena tersebut dengan menggunakan energi laser. Efek samping yang timbul setelah pasien melakukan pengobatan ini biasanya berupa nyeri, memar, dan kaki yang terasa kencang.
  • Phlebectomy, yaitu prosedur pengangkatan vena varises melalui bedah atau operasi.

Sekian materi tentang penyakit Varises, serta gambaran pembuluh darah arteri dan vena. Hopefully bermanfaat.

Terima kasih. penyakit varises

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin