Penyakit Lupus adalah penyakit autoimun yang lebih sering menyerang wanita. Dengan tanya jawab ini, pengenalan akan lupus  menjadi lebih mudah untuk dimengerti. let’s to discuss. 🙂

Apa yang Dimaksud Penyakit Lupus ?

Penyakit Lupus adalah sejenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi akibat sistem imun (kekebalan) tubuh yang seharusnya berfungsi melawan kuman dan benda asing, mengalami kelainan hiperaktif sehingga justru menyerang sel, jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Jadi semacam senjata makan tuan.

penyakit lupus

Jadi penyakit lupus ini BUKAN disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau Jamur. Melainkan kesalahan dari autoimun. Autoimun menggambarkan suatu kondisi dimana sistem imun didalam tubuh tidak mampu membedakan antara kuman dan benda asing dari luar tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh sendiri, sehingga sistim imun menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri.

* Pada penyakit autoimun, seperti lupus :  Sistem kekebalan tubuh bisa salah mengenal sel, jaringan, organ tubuhnya sendiri ⇒ menganggap mereka sebagai benda asing yang harus diberantas ⇒ Akibatnya terjadi kerusakan dan peradangan kronis (peradangan yang terus-menerus)  dari sel, jaringan, organ tubuh pemiliknya sendiri.

* Kumpulan dari sel ⇒ membentuk jaringan⇒  organ ⇒ sistem organ  ⇒ organisme (makhluk hidup)

* Tanda-tanda peradangan adalah:

  • Rubor: kemerahan
  • Calor : menghangat
  • Dolor : nyeri atau sakit
  • Tumor : Swelling atau bengkak
  • Functio laesa : Penurunan fungsi

Apa Penyebab Terjadinya Penyakit Lupus ?

Penyebab penyakit lupus belum sepenuhnya diketahui, namun diduga ada dua faktor yang berperan :

  1. Faktor internal / genetik.

Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika/ turunan, yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali (tidak normalnya) sistem antibodi ⇒ menjadi hiperaktif ⇒ menganggap sel, jaringan, organ tubuh sendiri sebagai antigen (benda asing) ⇒ sistem kekebalan tubuh  antibodi menyerang bagian-bagian jaringan tubuh yang dianggap benda asing tersebut ⇒ kerusakan pada sel, jaringan, atau organ tubuh yang diserang antibodi sendiri.

Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih beresiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.

  1. Faktor eksternal

Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti Penyebab-penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi ⇒ akhirnya menyerang jaringan tubuh. Perjalanannya sama dengan yang saya sebut di faktor internal.  Hanya bukan secara genetika/ keturunan.  Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

  • Penggunaan obat antibiotik seperti amoxicillin, ampicilin.
  • Stress berlebihan.
  • Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu,
  • Obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim, kotrimoxazole, silsoxazole, tolbutamide.
  • Pemakaian obat pemicu seperti procainamid, isoniazid, fenitoin, kinin dan hidralazin.

* Pencetus Lupus disebabkan juga kombinasi dari faktor faktor  di atas,  Yaitu Faktor genetik, hormonal, dan lingkungan.

* Penderita lupus juga sebisa mungkin menghindari faktor-faktor eksternal karena dapat memicu lupus.

Organ Tubuh Mana yang Sering Terkena Dampak Dari Penyakit Lupus ?

Organ tubuh yang paling sering menjadi korban dari penyakit lupus ialah :

  • Kulit
  • Sendi
  • Ginjal
  • Jantung
  • Paru
  • Otak dan susunan saraf
  • Sel darah

penyakit lupus

Pada Usia Berapa Dapat Terjadi Penyakit Lupus dan Adakah Perbedaan Kerentanan Gender ?

Penyakit lupus dapat menyerang semua usia termasuk bayi baru lahir (neonatal lupus) dan lebih sering ditemukan pada perempuan berusia 15 – 45 tahun.

Perempuan : laki-laki adalah 9 : 1. Berarti di antara 10 orang , 9 orangnya adalah perempuan. Jadi perempuan lebih rentan terkena penyakit lupus. Karena penyakit ini sering dihubungkan dengan hormon estrogen yang lebih banyak terdapat pada perempuan.

Ada Berapa Jenis Penyakit Lupus ?

Kita mengenal empat jenis penyakit lupus, yaitu :

  1. Lupus eritematosus sistemik
  2. Lupus eritematosus discoid
  3. Lupus eritematosus yang dipicu obat (drug-induced)
  4. Lupus eritematosus neonatus (neonatal lupus)

Lupus eritematosus sistemik adalah jenis yang paling serius dan paling sering ditemukan. Efek kerusakan dan peradangan kronis yang diakibatkan oleh kesalahan autoimun system,  juga melibatkan organ tubuh lain.

Penderita lupus discoid hanya mempunyai gejala lokal berupa discoid rash di kulit tanpa melibatkan organ tubuh lain.

Apa Gejala Penyakit Lupus ?

Gejala penyakit lupus sangat bervariasi dan manifestasinya dapat berbeda antara satu penderita dengan yang lain. Gejala pada awalnya sering hilang sendiri tanda pengobatan (fase remisi) dan akan kambuh lagi beberapa waktu kemudian. Adapun gejala yang sering dikeluhkan penderita ialah :

  • Demam berkepanjangan
  • Cepat lelah, lemas dan cape
  • Nyeri otot
  • Sendi nyeri dan bengkak, khususnya sendi jari tangan, pergelangan tangan dan lutut
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • mudah memar
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • kejang
  • Radang pada mulut dan sariawan
  • Bercak merah seperti sayap kupu-kupu (malar rash) di pipi atau bercak merah berparut (discoid rash) di kulit setelah kena sinar matahari
  • Nyeri lambung

penyakit lupus

Oleh karena penampilan penyakit lupus sangat beragam dan gejala serta tanda-tandanya banyak menyerupai penyakit lain, maka penyakit ini juga dikenal dengan istilah penyakit seribu wajah.

Apa Komplikasi Dari Penyakit Lupus ?

Penyakit lupus yang berat dapat berdampak kerusakan organ tubuh antara lain:

  1. Ginjal (nefritis lupus) dengan akibat gagal ginjal.
  2. Jantung dengan akibat radang selaput jantung (perikarditis) dan penyakit jantung iskemik.
  3. Paru yaitu radang selaput paru (pleuritis) dan radang paru (pneumonia).
  4. Sistem saraf dan kejiwaan berupa kejang, lumpuh, stroke, depresi dan psikosis
  5. Mata, antara lain: katarak
  6. Pada ibu hamil dapat terjadi keguguran, lahir prematur dan lupus neonatal
  7. Kelainan sistem darah berupa anemia, kurang sel darah putih (lekopenia) dan kurang sel pembekuan darah (trombositopenia).

Apa Pemeriksaan Penunjang Untuk Penderita Penyakit Lupus ?

Karena gejala penyakit lupus yang sangat bervariasi maka untuk lebih memastikan, dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium, antara lain:

  1. Tes antinuclear antibody (ANA)
  2. Tes anti-double stranded DNA antibody (Anti dsDNA)

Bagaimana Meyakinkan Seseorang Telah Menderita Penyakit Lupus ?

Menurut The American College of Rheumatology, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit lupus bila memiliki 4 dari 11 gejala dibawah :

1. Malar rash

penyakit lupus

2. Discoid rash

penyakit lupus

3. Fotosensitif  : Sensitif terhadap cahaya , terutama sinar matahari

4. Radang sendi (arthritis)

penyakit lupus

5. Sariawan

6. Pleuritis ( Radang pleura pada paru-paru)  atau perikarditis ( Radang selaput jantung)

7. Kelainan sistem saraf dan kejiwaan

8. Kelainan fungsi ginjal yaitu ditemukan banyak protein dalam air seni

9. Kelainan sistem darah (anemia, lekopenia dan trombositopenia)

10. Tes ANA positif

11. Tes anti ds-DNA positif

Bagaimana Saran Menghadapi Penyakit Lupus?

  • Hindari kontak langsung dengan sinar matahari, karena bisa membuat penyakit ini semakin parah
  • Kurangi asupan lemak, agar penyerapan kalsium berjalan dengan baik
  • Hindari bakteri jahat dan radikal bebas
  • Hindari pemakaian suplemen golongan “immune booster” seperti Echinacea, misalnya : Stimuno
  • Hindari kontak dengan zat kimia pemicu seperti silikon, air raksa dan pestisida
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (mengandung antioksidan), dan untuk  mendapatkan berbagai nutrisi.
  • Minum air putih minimal 8 gelas sehari
  • Hindari kelebihan berat badan

Menghindari Beberapa penyebab faktor eksternal lupus, antara lain:

  • Penggunaan obat antibiotik berlebih dan tidak tepat sasaran:  seperti amoxilin, ampicilin.
  • Stress berlebihan.
  • Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu,
  • Obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim, kotrimoxazole, silsoxazole, tolbutamide.
  • Pemakaian obat pemicu seperti procainamid, isoniazid, fenitoin, kinin dan hidralazin.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Lupus ?

Hingga saat ini penyakit lupus tak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan.

Pengobatan Lupus tergantung pada tanda-tanda dan gejala yang ditimbulkan. menentukan obat yang digunakan harus melalui resep dokter. Misalnya untuk meredakan flare (=aktifitas penyakit lupus meningkat secara periodik) , dokter akan memberikan saran untuk obat pilihan dan dosis yang sesuai, agar aktifitas penyakit ini tidak meningkat.

* Perlu ditekankan bahwa semua obat, memiliki resiko efek samping, Dokter akan mempertimbangkan manakah yang lebih menguntungkan ke pasien.

Tujuan  pengobatan ialah untuk mencegah timbul/kambuhnya gejala dan mencegah timbulnya komplikasi, berupa :

    1. NON- STEROIDAL ANTI INFLAMMATORY ( NSAIDs).

Obat ini dapat mengobati nyeri, pembengkakan, dan demam pada lupus. Namun NSAIDs dapat memberikan efek samping seperti pendarahan saluran cerna, masalah ginjal, dan jantung

    2. CORTICOSTEROIDS, PREDNISON.

Obat ini dan jenis corticoteroids lainnya bertujuan untuk

  • bersifat juga seperti Immune Suppressants, yaitu berfungsi menekan sistem imun (kekebalan tubuh) agar tidak hiperaktif
  • meredakan gejala penyakit Lupus akibat gangguan kekebalan tubuh
  • juga melawan peradangan pada Lupus.

Tapi akan memberikan efek samping sangat panjang, termasuk:

* Resiko infeksi disebabkan karena obat ini menekan sistem kekebalan tubuh ⇒ sehingga tubuh kurang kebal melawan infeksi.

    3. IMMUNE SUPPRESSANTS

Obat ini memang menekan sistem kekebalan tubuh seperti kortikosteroid.

  • yaitu berfungsi menekan sistem imun( kekebalan tubuh) agar tidak hiperaktif
  • meredakan gejala penyakit Lupus akibat gangguan kekebalan tubuh

Contoh obat ini, seperti Cylophosphamide (Cytoxan), Azathioprine (Azasan), Mycophenolate (Cellcept), Leflunomide (Arava) dan Methotrexate (Trexall).

penyakit lupus

Efek samping dari obat ini adalah kerusakan hati, infeksi, penurunan kesuburan, dan resiko kanker

* * Resiko infeksi disebabkan karena obat ini menekan sistem kekebalan tubuh (Immune suppressants) ⇒ sehingga tubuh kurang kebal melawan infeksi.

Bagaimana Prognosis Penderita Penyakit Lupus ?

Penyakit Lupus tidak dapat disembuhkan, namun dapat kita kendalikan.  Prognosis penderita penyakit lupus saat ini sudah semakin baik sebagai dampak dari :

  • Adanya perhatian masyarakat akan penyakit lupus.
  • Keakuratan tes laboratorium yang mendukung diagnosis dini dan pemantauan berkala.
  • Kemajuan penelitian yang menghasilkan obat yang lebih efektif dan aman juga sangat berperan menaikkan harapan dan kualitas hidup penderita.
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi antioksidan yang terdapat di buah-buahan dan sayuran cukup memadai.
  • Kesadaran akan pola hidup sehat dan informasi seputar kesehatan yang dapat diakses dengan mudah.

Sekian Tanya Jawab mengenai lupus / penyakit autoimun. Semoga informasinya bermanfaat. Terimakasih. emo

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin