Masih ingat iklan layanan masyarakat di atas ??  Lagu yang dinyanyikan oleh Artis Asri Welas itu mengajak masyarakat untuk memeriksa bila ada tanda bercak di tubuh SEGERA periksa ke layanan kesehatan setempat, misalnya Puskesmas, Klinik dokter, atau Rumah Sakit.

Lagunya seperti ini: Ibu-Ibu, Bapak-Bapak  AYO kita periksa bercak!

BILA ADA BERCAK-BERCAK DI TUBUHMU KAWAN, DI SEKITAR TELINGA. ADA DI WAJAH. ADA DI TANGAN. DI PUNGGUNG DAN KAKIMU.

TAK PERLU MALU. SEGERA PERIKSALAH. AYO KELUARGA JAGA KESEHATAN.

Melalui artikel tentang kusta atau lepra ini, saya mengajak saudara untuk aktif dan peduli terhadap penyakit kusta ini. Karena TERNYATA Penyakit Lepra atau Kusta ini dapat disembuhkan dengan multidrugs (obat-obatan) treatment jangka panjang oleh dokter. Apabila cepat ditangani, maka rantai penularannya dapat diputuskan.

Apabila Anda mengetahui seseorang terkena bercak di tubuh. Tidak sembarang bercak. Tetapi terutama bercak kemerahan atau putih (tidak berwarna) yang tidak gatal, tidak nyeri, kehilangan rasa, dan apabila Anda berkeringat,  kulit di area bercak tersebut tidak ikut berkeringat.

kusta-kering-dan-basah

Gampangnya tekan saja daerah bercak tersebut dengan ujung jari, Apabila tidak berasa, tidak nyeri, maka kemungkinan itu kusta. Bandingkan dengan area normal sekitar.

Atau coba sentuh dengan kapas dingin atau kapas panas. Apabila area bercak itu tidak terasa dingin atau panas, Maka kemungkinan itu kusta. SEGERA PERIKSALAH ke layanan kesehatan terdekat.

INGAT!! KUSTA BERBEDA DENGAN PANU. SEKILAS BISA TERLIHAT SEPERTI PANU. NAMUN BERCAK KUSTA TIDAK GATAL SEPERTI PANU dan TERDAPAT 5 TANDA SPESIFIK/ 5-A.

penyakit kusta-4-kuit-edit

Jadi jika Anda menemukan bercak seperti di atas, DAN terdapat 5 tanda spesifik pada bercak kulit itu:

  • ANESTESI : MATI RASA. Tidak dapat merasakan sensasi nyeri, ataupun panas, dan dingin.
  • ANHIDROSIS : Jika penderita kusta berkeringat, misalnya kepanasan atau saat berolahraga, maka area bercak itu TIDAK IKUT BERKERINGAT seperti kulit sekitar.
  • AKROMIA : Perubahan warna kulit menjadi tidak berwarna kita (Putih) atau bisa juga kemerahan. Yang kita lihat sebagai BERCAK.
  • ATROFI : Kulit di area bercak, kita lihat mengalami penipisan. Atau terjadi PENIPISAN KULIT.
  • ALOPESIA : Area bercak itu biasanya tidak ditumbuhi rambut atau BOTAK.

SEGERA PERIKSALAH KE LAYANAN KESEHATAN TERDEKAT!!

penyakit kusta-8-ayo

Apa Keuntungan yang didapat jika kita aktif dan membawa Penderita Kusta ke layanan kesehatan terdekat, misalnya: PUSKESMAS??

  • 1. OBAT KUSTA GRATIS

kusta-10-berobat

  • 2. KUSTA DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN BEROBAT TERATUR.

PENGOBATAN

Jenis-jenis obat kusta:

  • obat primer : dapsone, clofasimin, rifampisin, etionamide, prothionamide
  • obat sekunder: INH, streptomycine

Dosis menurut rekomendasi WHO:

kusta-kering-dan-basah

a. Kusta Paubacillary/ PB (Kusta Kering)

  1. Dapsone : 1 x 100 mg tiap hari
  2. Rifampisin : 1 x 600 mg tiap bulan

Pengobatan harus diberikan 6 bulan- 9 bulan berturut-turut dan diawasi Penyakit Kustanya selama 2 tahun

kusta-11-obat

b. Kusta Multibacillary/ MB (Kusta Basah)

  1. Dapsone : 1 x 100 mg tiap bulan
  2. Rifampisin : 1 x 600 mg tiap hari
  3. Clofazimine : 1 x 300 mg tiap bulan (hari pertama) kemudian dilanjutkan dengan 1 x 50 mg setiap hari.

Pengobatan 12 bulan  berturut-turut. Pengobatan bisa lebih lama, tergantung penyakitnya, dan diawasi ± 5 tahun.

Apa lagi keuntungan yang didapat jika kita atau dinas kesehatan aktif “menjemput bola” dan membawa Penderita Kusta Berobat??

  • 3. Jika cepat ditangani, maka komplikasi dari penyakit kusta tidak bertambah parah, bahkan penderita bisa disembuhkan.

Apabila tidak ditangani cepat, maka penderita kusta akan mengalami komplikasi, bahkan cacat fisik.

kusta-komplikasi

kusta-komplikasi-2

Bahkan penderita dapat diamputasi dan mengalami kecacatan fisik, karena kusta dapat menyerang semua jaringan, dan organ tubuh, termasuk kulit, mata, dan sistem saraf tepi (sistem saraf untuk menjalankan otot, dan organ tubuh, juga bertugas menerima rangsangan).

kusta-komplikasi-3

kusta-19

kusta-2-apakah-penyakit-kusta-dapat-disembuhkan

Jangan khawatir lagi, Penyakit kusta dapat disembuhkan. Juga komplikasi yang terjadi seefektif mungkin dapat segera ditangani, Untuk itulah segera bawa Penderita ke layanan kesehatan terdekat supaya dapat ditangani petugas medis/ dokter yang berkompeten dan profesional.

kusta-6-sebelum-pengobatan

  • 4. Keuntungan lain yang didapat jika kita/ Dinas kesehatan berperan aktif, melaporkan kasus kusta, dan membawa penderita kusta ke Layanan Kesehatan terdekat (misalnya PUSKESMAS) adalah RANTAI PENULARAN KUSTA DAPAT DIPUTUSKAN. INI SANGAT PENTING!!

Tahukah Anda??

Kuman penyebab kusta atau Lepra adalah Bakteri Mycobacterium Leprae.

kusta-12-bakteri

Bakteri kusta ini ditemukan oleh Dr. Gerhard Armauwer Hansen di tahun 1873. Karena itulah penyakit ini dinamakan Morbus Hansen.

Di kalangan medis, kita biasa menyebut pasien kusta atau lepra ini dengan sebutan pasien MH (Singkatan dari Morbus Hansen). Terdengar lebih keren, dan sopan daripada menyebut pasien itu kusta atau lepra. 😆

Sumber Penularan Bakteri Lepra ini, terutama adalah: Manusia penderita kusta.

  • Dapat melalui sekret atau lendir hidung. Misalnya penderita bersin.
  • Melalui saluran pernafasan. Misalnya: Berbicara, atau bahkan batuk.
  • Kontak kulit yang lama, berulang, dan sering.
  • Lewat Luka
  • Melalui Air Susu Ibu, misalnya bagi penderita kusta yang menyusui sebaiknya tidak memberikan ASI ke bayinya, karena bakteri lepra ini bisa ditemukan di ASI penderita kusta.

Tetapi perlu dicatat, Walaupun penyakit kusta ini adalah penyakit infeksi yang menular. NAMUN RISIKO UNTUK TERTULAR PENYAKIT KUSTA INI SANGAT KECIL.

Jadi jangan terlalu takut untuk bertemu dan bersalaman dengan penderita kusta. Jangan kita menjauhi mereka.

Bantu Mereka untuk memeriksakan diri ke PUSKESMAS, dan awasi pengobatannya agar obatnya dapat dikonsumsi teratur. Karena sekarang penderita kusta dapat disembuhkan. ADA OBATNYA. Bisa didapat GRATIS.

Jangan Khawatir. KUSTA BUKANLAH  PENYAKIT INFEKSI YANG MUDAH MENULAR.

Coba lihat gambar ini:

kusta-14-who

Duta Besar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) Untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa membasuh kaki penderita kusta di salah satu RS Kusta di Jawa Timur.

Orang terkaya ke-7 di Jepang ini, ingin menunjukkan jika penyakit kusta bukan tergolong pengakit yang mudah menular. Penyakit akibat bakteri Mycobacterium Leprae itu kini sudah ada obatnya sehingga bisa disembuhkan.

kusta-15-who

Dubes WHO ini bahkan bersalaman dengan semua penderita kusta di RS Kusta tersebut. Jadi kita juga jangan terlalu takut untuk bersalaman, dan merangkul para penderita kusta.

kusta-16

Tahukah Anda ??

Dari 100 orang yang terpapar Mycobacterium Leprae ini, 95 orang (95%) ternyata Kebal terhadap penyakit ini. Hanya 5 orang saja yang terinfeksi. 3 orang di antaranya bahkan SEMBUH dengan sendirinya. Berarti Hanya 2 orang saja (2 %) yang dapat terinfeksi dan menjadi kusta apabila tidak diobati.

Sanitasi yang buruk juga dapat meningkatkan risiko menderita kusta. Gizi buruk juga dapat menurunkan sistem imun atau kekebalan tubuh menghadapi kuman Mycobacterium Leprae.

kusta-17

Saya lebih setuju untuk mereka pindah ke lokasi yang lebih baik, dan mendapat jaminan kesehatan, serta pendidikan yang cukup.

Jumlah penderita Kusta atau Lepra di Indonesia sekarang (2016) yang terdata sekitar 20 ribu jiwa. Dan Menempatkan Indonesia di peringkat 3 Dunia setelah India, dan Brazil. Bukan rekor yang baik. Karena itu untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kusta, Maka dibutuhkan peran kita semua untuk menyebarkan informasi tentang kusta ini.

kusta-18

Kenapa Penderita kusta jarang terjadi pada anak-anak??

♥ Kebanyakan penderita kusta adalah usia 25 tahun ke atas. Dikarenakan masa inkubasi bisa sangat lama. Masa di mana kuman masuk untuk menginfeksi tubuh manusia, sampai menimbulkan gejala atau penyakit).

Masa inkubasi untuk kusta ini 40 hari sampai 40 tahun. Biasanya bertahun-tahun. karena itu penderita kusta biasanya orang dewasa, dan orang tua.


Penderita kusta di lingkungan Anda yang tidak diobati dengan baik oleh petugas medis yang profesional, dapat menjadi sumber penularan kusta.

Dengan kita mengajak mereka, dan mengawasi minum obat mereka diharapkan rantai penularan kusta dapat diputus, dan mewujudkan Indonesia Bebas Kusta.

JADI, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN JIKA KITA MENEMUI SESEORANG YANG DICURIGAI MENDERITA KUSTA??

  • 1. Jangan dijauhi ataupun dikucilkan
  • 2. Segera ajak ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dan diberikan obat-obatan yang efektif untuk mengatasi penyakit ini.
  • 3. Obat-obatan penyakit kusta atau leprae ini harus diminum teratur dan dalam jangka waktu yang lama, bahkan sampai 1 tahun. Karena itu tolong AWASI jadwal minum obatnya setiap hari.
  • 4. Penderita kusta bisa saja dirujuk ke Rumah Sakit Kusta untuk pemeriksaan lebih detail, dan terutama untuk pemulihan serta penanganan komplikasi.
  • 3. Berikan semangat dan dorongan untuk sembuh.
  • 4. Perhatikan pola hidup, lingkungan yang bersih, dan sehat agar penyembuhan lebih cepat.

Jadi Ingat sekali lagi lagu ini:

kusta-gambar-utama

Ibu-Ibu, Bapak-Bapak  AYO kita periksa bercak!

BILA ADA BERCAK-BERCAK DI TUBUHMU KAWAN, DI SEKITAR TELINGA. ADA DI WAJAH. ADA DI TANGAN. DI PUNGGUNG DAN KAKIMU.

TAK PERLU MALU. SEGERA PERIKSALAH. AYO KELUARGA JAGA KESEHATAN.

Artikel terkait:

panu-2-badan-panu

Panu update: Bedanya dengan kusta. Petunjuk Dasar Bagaimana membedakan infeksi kulit karena jamur??, bakteri?? atau virus??. Apa RESEP OBAT UTAMANYA.? Informasi tambahan tentang kurap dan kutu air.

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin