Penyakit Diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit saluran cerna yang sering mengenai bayi dan balita. Bahkan pada orang dewasa pun, pada saat tertentu bisa terserang diare. Lalu, Apa itu diare? Gejala-gejala diare? Proses terjadinya diare? Apa sajakah penyebab diare? dan Bagaimana pengobatan diare yang sebenarnya?

Mari kita bahas bersama-sama karena informasi ini akan sangat bermanfaat untuk Anda.emo

Pengertian Diare

Diare (bahasa inggris: diarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

  • Normalnya kita buang air besar:  Feses tidak cair + BAB 1 atau 2 kali sehari normal.

diare 13

Penyakit diare yang tidak diobati akan berdampak fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena apabila penderita mengalami diare terus-menerus, akan menyebabkan dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh.

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.

Padahal sel-sel tubuh, termasuk sel otak dan sel jantung perlu cukup cairan untuk menjalankan fungsinya. Jika diare tersebut menyebabkan dehidrasi berat, maka si penderita akan mengalami komplikasi serius, bahkan kematian. Segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

penyakit diare

  • Morbiditas: tingkat kesakitan
  • Mortilitas : tingkat kematian

Gejala Penyakit diare

Gejala-gejala yang biasanya ditemukan adalah:

  1. Sakit perut
  2. Buang air besar terus menerus
  3. Tinja lembek atau encer
  4. Rasa mulas yang berkepanjangan,
  5. Mual dan muntah.
  6. Dehidrasi

penyakit diare

Adapun gejala dehidrasi, antara lain:

  • Mulut kering
  • Merasa lelah atau kebingungan
  • Demam
  • Hanya sedikit berkeringat meski udara panas
  • Kulit kering, bila dicubit tidak cepat kembali, kurang elastis
  • Keluar darah dalam muntah atau kotoran
  • Denyut jantung cepat
  • Napas cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Sangat sedikit buang air kecil atau Tidak kencing selama 8 jam
  • Tidak ada air mata saat menangis

Gejala lain yang bisa terjadi saat diare:

  1. Bisa kram perut
  2. Pegal pada punggung
  3. Perut sering berbunyi

Bagaimana Proses Terjadinya Diare ?

Sistem Pencernaan dimulai dari : Mulut  Kerongkongan (esophagus)  lambung  Usus Halus/ Usus Kecil  Usus Besar  Rektum  Anus

Yang menjadi Masalah pada penyakit diare adalah :

  • Ada Pada Gangguan penyerapan Makanan dan cairan di Usus Halus/ Usus Kecil, dan usus besar
  • Ada Pada Meningkatnya gerakan/peristaltik di Usus Halus/ Usus Kecil, dan usus besar akibat rangsangan tertentu, sehingga tidak sempat diserap sempurna atau waktu penyerapan terganggu.

penyakit diare

Normalnya:  Bahan gizi dan cairan yang telah selesai diproses akan diserap oleh usus kecil dan usus besar sehingga bentuk tinja makin lama makin padat.

Sakit Diare terjadi kalau ada gangguan di saluran pencernaan, akibat:

  • Gangguan penyerapan bahan  gizi dan cairan di usus
  • atau karena gerakan usus terlalu cepat sehingga waktu penyerapan terganggu.

Jika penyerapan di usus terganggu dan waktu penyerapan terganggu   Otomatis usus tidak dapat menyerap sebagian besar dari cairan yang ada di feses atau tinja  ⇒ Tinja masih dalam wujud yang setengah cair, bahkan cair (disebut DIARE atau MENCRET)

Bahan Gizi yang ada di makanan atau minuman yang kita konsumsi, jadi berkurang manfaatnya, karena kurang diserap dan terbuang bersama dengan diare atau mencret.

Ada Berapa Jenis Diare ?

Diare dibagi menjadi dua golongan :

  1. Diare akut (timbul mendadak), yaitu diare yang berlangsung  dalam beberapa jam sampai satu minggu atau 2 minggu.
  2. Diare kronis (menahun), bila diare berlangsung lebih dari tiga minggu. ketentuan ini berlaku bagi orang dewasa, sedangkan pada bayi dan anak ditetapkan batas waktu 2 minggu.

Apa Penyebab Diare Akut ?

Penyebab diare akut ialah :

  1. Infeksi, karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang menginfeksi usus bisa virus ( Penyebab TERSERING), bakteri (Penyakit tipes/tifus) atau parasit. Bisa juga cacingan.
  2. Keracunan makanan, terutama makanan yang tidak disimpan dengan baik sehingga kuman berkesempatan bertumbuh kembang dan mengeluarkan racun
  3. Obat-obatan atau Suplement, misalnya: Suplement Besi ( SF/Fe) : yang efek sampingnya mempengaruhi saluran pencernaan dan dapat menyebabkan diare.

Apa Penyebab Diare Kronis ?

Penyebab diare kronis ialah :

  1. Intoleransi makanan antara lain: intoleransi laktose susu, frukose, lemak dan sebagainya
  2. Penyakit peradangan usus antara lain: colitis ulseratif (Luka di usus besar), penyakit Crohn (Penyakit radang usus)
  3. Infeksi parasit antara lain: Parasit Giardia
  4. Penyakit hormonal antara lain: hipertitoid
  5. Irritable bowel syndrome (usus yang mudah terangsang)
  6. Pemakai obat pencahar (laksatif) yang tidak wajar
  7. Kanker usus

 * Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:

  • Gelisah dan stress
  • Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan

Cara-cara dalam mendiagnosis diare

Dengan anamnesa atau tanya jawab, sudah cukup menegakkan diagnosa diare, yaitu

  • Diare : saat BAB, feses atau tinja kurang padat (setengah cair/lembek, bahkan cair),
  • Frekuensi diare lebih dari 3 kali sehari.

Namun untuk mencari tahu penyebab pastinya penyakit diare (Apakah karena virus, atau adakah bakteri, parasit, cacing, dll) diperlukan pemeriksaan penunjang.

Dalam mendiagnosis, dokter biasanya akan mencari tahu penyebabnya. Di antaranya adalah dengan meneliti sampel tinja di laboratorium, melakukan pemeriksaan rektum, atau bahkan pemeriksaan darah (Jika penyebabnya bakteri  nilai Leukosit / sel darah putih, cenderung tinggi)

Pengobatan Diare

Pengobatan diare, meliputi:

  • Asupan cairan yang cukup (Minum air putih yang cukup, Oralit, atau transfusi cairan di Rumah Sakit)
  • Obat-obatan yang memperbaiki fungsi saluran pencernaan
  • Obat-obatan yang membasmi kuman penyebab diare
  • Menghindari faktor-faktor penyebab diare, misalnya kontaminasi makanan atau minuman, bisa juga karena alergi susu.
  • Kebersihan diri dan sanitasi yang baik.

Yang berbahaya dari penyakit diare, adalah pengeluaran cairan tubuh yang berlebihan karena mencret (tinjanya lembek atau cair) dan frekuensinya lebih dari 3 kali perhari. Hal tersebut menyebabkan terjadinya dehidrasi. Jika diare terjadi terus-menerus dan tidak diobati dengan baik, akan mengakibatkan dehidrasi berat yang berakibat fatal, bahkan kematian.

Pengobatan diare yang utama adalah mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jika Anda mengalami dehidrasi berat, Ada baiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan transfusi cairan.

Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikanlah pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal.

penyakit diare

Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan (Karena biasanya penyebab tersering diare adalah virus). Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah dua hingga empat hari, sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yakni antara lima hingga tujuh hari.

Penyakit yang diakibatkan virus biasanya memang sembuh dengan sendirinya. Kita sebut Self limiting disease. Namun ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika diare itu berlangsung berat dan menyebabkan gejala-gejala dehidrasi.

UNTUK OBAT-OBATAN yang Biasa saya resepkan, meliputi:

  • DIATAB/ Enterostop. Isinya: Attapulgite ( sebagai adsorbent/ membantu penyerapan usus)  : Dosis sesuai tertera di label. Anak-anak 6 -12 tahun : 1 tablet setelah diare.  12 tahun atau lebih:  2 tablet setelah diare. Max 12 tablet /hari. Jika diare berhenti( tidak lagi lebek/ cair), pengobatan dihentikan.
  • Zinc 20 mg. 1 x 1 .   Untuk reepitalisasi usus. Maksudnya untuk perbaikan lapisan usus (teruskan saja sampai 10 hari, walaupun diare sudah berhenti)
  • Hyoscine 10 mg 3 x 1. Jika gerakan ususnya meningkat
  • Hyoscine, bisa diganti dengan loperamide 2 mg .  Pemberiannya minum 1 tablet atau 2 tablet di awal. kemudian setiap kali sehabis diare, minum 1 tablet.   Setelah diare berhenti (tidak lagi lembek/ cair), Pengobatan dihentikan.

@ Antibiotik diresepkan, Jika saya curiga penyebab penyakit diarenya adalah karena infeksi bakteri. Biasanya ditandai dengan demam. Untuk memastikan bisa cek lab darah lengkap..  saya biasa berikan Ciprofloxacin 500 mg 2 x 1,  selama 5 hari- 7 hari.

@ Jika ada nanah, tinja berbusa, diare berlangsung 10 kali/ hari (Curiga infeksi parasit Amoeba) : Saya berikan Metronidazole 500 mg tablet. 3 x 1 , selama 7 hari.

Antibiotik harus tepat penggunaan dan tepat indikasi. Karena itu Antibiotik bukan obat bebas dan harus menggunakan resep dokter.

Cara untuk mencegah diare

Diare bukan saja berdampak pada si penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarganya. Oleh sebab itu diare sebaiknya dicegah mulai dari aspek kontak pertama hingga penyebarannya.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan sebelum makan
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran
  • Menghindari makanan yang mentah
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan

penyakit diare

Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda:

  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota rumah lainnya
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan setiap setelah buang air besar
  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir
  • Mencuci tangan sehabis dari toilet atau sebelum makan dan menyiapkan makanan

Saatnya memeriksakan diri ke dokter

Jika Anda, atau anak Anda mengalami diare yang parah, berkelanjutan, atau jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segeralah periksakan diri ke dokter.

Diare yang disertai tanda-tanda dibawah, yaitu :

  1. Demam tinggi
  2. Sakit perut yang sedang sampai hebat
  3. Diare disertai lendir dan darah
  4. Diare yang membuat kondisi tubuh Anda menurun drastis
  5. Telah ada tanda dehidrasi sedang atau berat antara lain: mata dan pipi cekung, mulut kering, kulit kering, haus, jarang kencing dan kencing warna gelap.

Wanita hamil, bayi dan anak balita yang menderita diare lebih berpotensi timbul komplikasi serius sehingga sebaiknya segera konsultasi dokter.

Pemeriksaan tinja di laboratorium mungkin diperlukan untuk penelitian lebih jauh. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa minggu pada orang dewasa bisa diakibatkan oleh sindrom iritasi usus, kanker usus dan penyakit Crohn (Penyakit radang usus)

@[email protected] Sekian dari saya tentang penyakit diare atau mencret. Jika ada pertanyaan, silakan bertanya di kolom konsultasi. Terimakasih..  Glad to share

Baca juga:

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin