Penderita Asma sering mengalami kebingungan dalam memahami penyakitnya. Melalui artikel ini, kami akan jelaskan secara sederhana Apa Itu Asma?. Bagaimana pemilihan obat yang tepat bagi penderita Asma. Mari kita bahas sampai selesai. 🙂

Asma dalam bahasa Yunani, yaitu Asthma, artinya terengah atau kesulitan bernafas.

Mau tau rasanya menderita serangan Asma??

♥ Coba Anda menarik nafas….. TAHAN, JANGAN DIKELUARKAN.. Tarik nafas lagi….. TAHAN, JANGAN DIKELUARKAN..⇒ Tarik nafas lagi… TAHAN, JANGAN DIKELUARKAN..

SESAK BUKAN??? Begitulah yang terjadi saat serangan asma.

Jadi, saat serangan asma, Penderita dapat menarik nafas normal, NAMUN KESULITAN UNTUK MENGELUARKAN/ MEMBUANG NAFAS.

Sebenarnya apa yang terjadi, Mengapa bisa kesulitan saat mengeluarkan nafas??

♥ Pada saat serangan asma, terjadi penyempitan saluran nafas. Terutama di bagian bronkus.

penderita asma-1

Perhatikan Gambar di bawah:

penderita asma 2

♥ Karena saluran pernafasan yang menyempit inilah yang membuat saat serangan asma, penderita kesulitan untuk mengeluarkan nafas. Nafas yang dikeluarkan pun menjadi mengik/ atau keluar suara NGIIK… NGIIKK. Ada yang berkata suaranya mirip kucing yang mendengkur.

Orang awam menyebutnya BENGEK atau MENGI (=Bahasa kedokterannya Wheezing), seperti suara siulan. KARENA UDARA YANG DIKELUARKAN HARUS MELEWATI SALURAN PERNAFASAN YANG MENYEMPIT TADI (Seperti Orang Yang Bersiul)

Kenapa pada penyakit asma, saluran pernafasannya bisa menyempit??

asma-3

♥ Pada saat serangan asma, terjadi reaksi antara Zat Alergen yang masuk ke tubuh, terutama saluran pernafasan  LALU bertemu dengan dengan zat pemicunya, yang kita sebut sebagai HISTAMIN

Reaksi antara zat Alergen dan reseptornya (yaitu histamin),membuat saluran  pernafasan menyempit.

Saat terjadi asma : ada Alergen yang masuk (bisa sampai bronkus, bronkiolus) yang akan mengaktifkan histamin.

Histamin ini ada di dalam tubuh kita. Yang kalau dilepaskan, maka akan terjadi reaksi alergi di dalam tubuh yanga  menyebabkan penyempitan saluran pernafasan (Bronkus, Bronkiolus akan kejang atau berkontraksi, dan menyempit)

OKE, Jadi saya sederhanakan saja. Ada 3 reaksi alergi yang terjadi pada saat terjadi serangan ASMA, Yaitu:

  • 1. Terjadi penyempitan saluran pernafasan (bronkus, bronkiolus). Otot Bronkus menjadi spasme/kejang (=Bronkospasme), dan diameter lumennya/  Permukaannya menyempit (=Bronkokontriksi)
  • 3. Terjadi pengeluaran (produksi) lendir atau sekret atau cairan kental yang berlebihan pada mukosa/ lapisan Bronkus.

Ke 3 reaksi alergi di atas, menyebabkan penyempitan saluran napas, dan membuat penderita asma  sulit membuang/ mengeluarkan udara pernafasan,  dan akhirnya menjadi sesak nafas.

Lihat lagi, gambar di bawah ini:

asma-2-selesai-edit

Tahukah Anda??

♥ Asma adalah penyakit saluran napas kronik. Kronik artinya menahun atau menetap atau KAMBUHAN.

JADI Penyakit Asma LEBIH TEPATNYA, HANYA BISA DIKONTROL SUPAYA TIDAK KAMBUH.

Berapa Banyak angka kejadian Penyakit Asma ini??

♥ di Indonesia sendiri jumlah pasien Asma mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang per tahun.

Artinya setiap 1 jam ada 3 pasien Penderita Asma di Indonesia yang meninggal dunia.

Karena itu, sebaiknya asma itu dikontrol, dan penderita harus bisa jaga kesehatan, juga menghindari faktor-faktor pemicu alergi. Jangan lupa sedia obat Asma untuk jaga-jaga saat serangan. Biasanya memakai Obat Asma Semprot/ Inhaler.

penderita asma-4

Apa saja faktor yang dapat meningkatan resiko seseorang untuk terkena penyakit Asma/ Menjadi penderita Asma:

♥ Menurut penelitian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit asma, di antaranya:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asma (Jika 1 pihak menderita asma, maka anaknya berisiko 30 % menderita Asma.  Jika ke 2 pihak dari ibu dan ayah sama-sama menderita Asma, maka anaknya berisiko 60 % lebih besar untuk menderita Asma). Bisa diturunkan dari kakek atau nenek.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan alergi atopik (kondisi yang berkaitan dengan alergi, misalnya alergi makanan dan eksim).
  • Mengidap penyakit bronkiolitis (Peradangan pada saluran nafas) atau infeksi paru-paru saat masih kecil.
  • Lahir dengan berat badan di bawah normal, yaitu kurang dari dua kilogram.
  • Kelahiran prematur, terutama jika membutuhkan ventilator (usaha bernafas dengan mesin).
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil. Pada kasus ibu yang merokok saat hamil, risiko anak untuk menderita asma akan meningkat. Hati-Hati!

Pada seorang penderita Asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dengan respon alergi (=mudah terjadi reaksi alergi) dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.

Begitu ada faktor pemicu alerginya, maka serangan asma bisa Terjadi.

Karena itu, penderita Asma sebaiknya menghindari faktor-faktor pemicu serangan asma supaya tidak kambuh.

Ada beberapa hal yang dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini, di antaranya:

  • Alergen (bulu hewan, tungau debu (mirip kutu), dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, misalnya asap kimia, asap rokok, dan polusi udara/debu: asap rokok, Obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, asap kebakaran, misalnya: membakar sampah).

penderita-asma-masker Pakailah masker untuk melindungi saluran pernafasan dari debu atau polusi.

  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya menyerang saluran napas bagian atas seperti flu, sinusitis dapat memicu serangan asma.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti: cuaca dingin, cuaca berangin, cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembap, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Kondisi interior ruangan yang lembap, berjamur, dan berdebu.
  • Stres.
  • Aktivitas fisik (misalnya olahraga berlebihan).
  • Obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri NSAID/anti-inflamasi nonsteroid (aspirin, naproxen, dan ibuprofen) dan obat penghambat beta/ Beta-Blocker (biasanya diberikan pada penderita gangguan jantung atau hipertensi).
  • Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet), misalnya selai, udang, makanan olahan, makanan siap saji, minuman kemasan sari buah, bir, dan wine.
  • Alergi makanan (misalnya kacang-kacangan). Bahkan yang lucu, teman saya alergi pisang. Jadi setiap dia makan sesuatu yang ada pisangnya seperti kue pisang, dia bisa jadi koma, tidak sadarkan diri, dan dibawa ke UGD. Karena itu CATAT SEMUANYA, HAL-HAL APA SAJA YANG DAPAT MEMBUAT ANDA ALERGI.

Sangat penting untuk mengetahui apa yang kerap memicu munculnya gejala apabila Anda adalah seorang penderita asma.

Setelah mengetahuinya, Hindari hal-hal pemicu tersebut karena itu merupakan cara terbaik bagi Anda untuk mencegah terjadinya serangan asma.

Pengobatan Asma

Secara sederhana dibagi 2, yaitu

  • 1. Obat Asma yang langsung disemprotkan ke saluran pernafasan melalui mulut/ inhaler

asma-5-inhaler

Inhaler ini adalah pengobatan Asma TERBAIK daripada secara oral atau tablet.

Kenapa saya katakan yang terbaik??

  • ♥ 1. Diperlukan dosis yang minimal untuk memberi efek anti asma. Jadi efeknya maksimal Karena kita menyemprotkan langsung di saluran pernafasan, tanpa diproses di saluran pencernaan.
  • ♥2. Jika bentuknya oral, maka diperlukan dosis obat yang lebih besar untuk berefek ke saluran pernafasan, karena harus melalui saluran pencernaan. Dosis yang lebih besar otomatis efek sampingnya juga lebih besar.

Selain inhaler, ada juga alat penolong/pengendali asma yang berguna untuk memberikan obat asma langsung ke paru-paru/saluran pernafasan. Namanya Nebulizer.

asma-nebulizer

Nebulizer adalah alat penolong/pengendali asma berupa mesin yang mengubah obat asma bentuk cair ke dalam bentuk uap. Namun alatnya tidak praktis karena berisik, perlu sumber listrik/baterai, bentuknya besar.

Jadi biasanya orang asma membawa inhaler yang lebih praktis. Saat terjadi serangan asma misalnya, tinggal semprot. 😀

Bagaimana Cara penggunaan inhaler??

asma-4

♥ Tutupnya dibuka, dikocok, kemudian dimasukkan ke mulut. Katupkan mulut. Kemudian semprot sambil menyedot obatnya dengan mulut (seperti bernafas dengan mulut)⇒Diamkan selama 30 detik Ulangi lagi sampai 4 kali Yang ke-4 diamkan selama 1 menit-2 menit setelah menyemprot sambil menghirup obatnya…  Jika masih sesak ulangi lagi hal yang sama sampai penderita asma merasa lega dan dapat bernafas normal.

Tahukah Anda??

Pemakaian inhaler dibagi 2, yaitu:

  • Inhaler pereda.  Inhaler ini dipakai saat serangan asma terjadi.

Biasanya inhaler ini berisi obat-obatan yang disebut short-acting beta2-agonist atau beta2-agonist yang memiliki reaksi cepat (misalnya terbutaline dan salbutamol). Obat ini mampu melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit. Dengan begitu, saluran pernapasan dapat terbuka lebih lebar dan membuat pengidap asma dapat bernapas kembali dengan lebih mudah.

  • Inhaler pencegah. Inhaler ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan asma.

Inhaler pencegah biasanya mengandung obat-obatan steroid yang mempunyai efek anti-inflamasi atau anti-peradangan, seperti: budesonide, beclometasone, mometasone, dan fluticasone.

Selain dapat mencegah terjadinya serangan asma, inhaler pencegah juga dapat mengurangi jumlah peradangan dan sensitivitas yang terjadi di dalam saluran napas.

Biasanya Anda harus menggunakan inhaler pencegah tiap hari untuk sementara waktu sebelum merasakan manfaatnya secara utuh.

Anda juga mungkin akan membutuhkan inhaler pereda untuk meredakan gejala saat serangan asma terjadi.

JANGAN LUPA BERKUMUR DENGAN AIR BERSIH SETELAH MENGGUNAKAN INHALER. Karena dapat menyebabkan mulut atau tenggorokan Anda terinfeksi jamur.

Jika sesak tidak mereda setelah penggunaan inhaler berulang kali, SEGERA bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk ditangani lebih lanjut.


Apabila setelah menggunakan inhaler pencegah maupun inhaler pereda, Asma Anda masih sering kumat atau kambuh lebih dari 2 kali seminggu, maka pengobatan Asma harus ditinjau ulang oleh dokter yang menangani.

Jangan Lupa, HINDARI Faktor-Faktor Yang dapat Memicu Terjadinya Serangan Asma.

Catat baik-baik, Hal-Hal apa saja yang dapat Membuat Anda Alergi. Sebaiknya dihindari karena dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang berakibat terjadinya serangan Asma.


Obat-obatan asma lainnya

Selain dengan inhaler, penanganan asma juga bisa dilakukan dengan obat-obatan seperti:

  • Steroid oral. Pengobatan ini biasanya dipantau oleh dokter spesialis paru yang menangani penderita asma karena jika digunakan secara jangka panjang (misalnya lebih dari tiga bulan), berisiko menyebabkan efek samping tertentu, seperti: hipertensi, kenaikan berat badan, otot melemah, pengeroposan tulang, kulit menipis dan mudah memar. Selain itu, efek samping yang lebih serius yang bisa saja terjadi adalah katarak dan glaukoma.
  • Tablet theophylline. Obat ini bekerja dengan cara membantu melebarkan saluran napas dengan melemaskan otot-otot di sekelilingnya.
  • Tablet leukotriene receptor antagonist (montelukast). Obat ini bekerja dengan cara menghambat bagian dari reaksi kimia yang menyebabkan radang di dalam saluran pernapasan
  • Ipratropium. Obat ini mampu memperlancar aliran pernapasan dengan cara melemaskan otot-otot saluran pernapasan yang mengencang ketika gejala asma kambuh.
  • Omalizumab. Obat ini diberikan dengan cara disuntikkan tiap 2-4 minggu sekali. Obat ini mampu menurunkan risiko terjadinya peradangan saluran pernapasan. Umumnya, omalizumab direkomendasikan bagi penderita yang menderita asma karena alergi dan sering mengalami serangan asma.
  • Bronchial thermoplasty. Prosedur ini digunakan untuk mengobati asma parah dengan cara merusak otot-otot sekitar saluran napas yang dapat mengurangi penyempitan pada saluran pernapasan

Segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli (yang paling berkompeten adalah dokter Spesialis Paru) untuk mendapatkan strategi pengobatan Asma yang tepat.

Ingat, sesak nafas tidak hanya disebabkan oleh asma, Infeksi Paru-Paru lainnya bisa menyebabkan sesak nafas. Bahkan Sakit Jantung pun bisa menyebabkan sesak nafas. Karena itu baiknya berkonsultasi ke dokter yang lebih ahli. Jangan mengobati sendiri!


Baiklah, sekarang saya berikan contoh kasus 😎

Apa yang harus segera Anda lakukan jika menemui seseorang yang mengalami sesak nafas karena Asma di jalan?? Misalnya seorang ibu.

  • ♥1. Tanyakan: Bu, Apakah punya sakit Asma??
  • ♥2. Jika jawabannya iya, tanyakan: Bawa Obatnya tidak Bu??
  • ♥3. Segera tenangkan ibunya. Duduk dulu ibunya. Longgarkan pakaian luar dan pakaian dalamnya, Jika pakai syal atau ikat pinggang segera LEPASKAN untuk lebih membuka jalan nafas. Tenangkan lebih kurang 2 menit.
  • ♥4. Jika membawa obat, Biasanya Inhaler yang mudah dibawa dan dipakai saat serangan asma terjadi.⇒ Segera gunakan inhaler itu. Jika sudah digunakan berulang kali, namun masih sesak, SEGERA bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
  • Jika tidak membawa obat anti asma, seperti inhaler. Setelah Ibu itu ditenangkan beberapa menit, Segera Bantu dia untuk dibawa ke Klinik Kesehatan terdekat. Pastinya di Klinik itu, tersedia alat bantu pernafasan, misalnya Nebulizer.

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Penyakit Asma ini sampai selesai. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk membuat artikel berkualitas dan memudahkan pembaca menangkap point-point penting dari yang disampaikan.

Nantikan Artikel-artikel kami selanjutnya. 😉

Artikel terkait:

penyakit-asma-2

Tuberkulosis : Kepatuhan Berobat adalah kuncinya

hipertensi-3

Hipertensi : Langkah praktis mengontrol Tekanan Darah

sinusitis-gambar

Penyakit Sinusitis dan tanda-tanda peradangan

batuk

Batuk, pilek, dan demam : Petunjuk Pengobatannya

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin