Osteoporosis adalah suatu kondisi berupa BERKURANGNYA massa tulang atau densitas tulang atau kepadatan tulang atau arsitektur jaringan tulang  akhirnya kemampuan tulang sebagai pelindung, dan penunjang tubuh mengalami penurunan tulang menjadi rapuh dan keropos Tulang menjadi rentan mengalami keretakan dan beresiko terjadi patah tulang.

osteoporosis 1

  • Sel : unit fungsional dan struktural terkecil pembentuk tubuh makhluk hidup
  • Kumpulan Sel membentuk⇒ jaringan⇒ organ ⇒ sistem organ ⇒ organisme/makhluk hidup

Turunnya kepadatan tulang atau arsitektur jaringan tulang membuat tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Faktor Resiko Osteoporosis

1. Jika Anda wanita terutama saat memasuki masa menopause,

Resiko wanita mengidap osteoporosis 4 kali lebih besar dibandingkan pria. Kenyataannya Sekitar 80% persen penderita penyakit osteoporosis adalah wanita.  KENAPA??

♥ Karena Perubahan kadar hormon dapat mempengaruhi kepadatan tulang. Pada wanita, hormon estrogen  dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Namun setelah menopause, terjadi penurunan kadar estrogen dalam tubuh wanita yang mengakibatkan penurunan kepadatan tulang secara drastis ⇒ Ini mengakibatkan wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibanding pria.

  • Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh suatu kelenjar, dibawa ke aliran darah menuju sel target atau organ target. Setelah itu sel target atau organ target mengenalinya sebagai pesan untuk melakukan fungsi atau tugas tertentu. ( Seperti SMS gitu dech) ^-^  Reseptor itu seperti penerima sinyal.

Meski umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause, tetapi osteoporosis  bisa juga terjadi pada pria, wanita yang  berusia muda, dan anak-anak. Banyak faktor penyebab yang menjadi alasannya.

2. Penyebab utama yang lain dari osteoporosis adalah Kurangnya konsumsi kalsium.

osteoporosis 9

Fungsi kalsium adalah  sebagai pembentuk tulang dan  mencegah osteoporosis atau keropos pada tulang. Tahukah Anda?? Dengan seiring bertambahnya usia, kadar kalsium pada tubuh akan berkurang 50% terutama pada manula.

Kurangnya konsumsi kalsium harian meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis atau keropos tulang.

3. Osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang ini dikarenakan faktor penuaan.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa semakin kita bertambah tua, fungsi tubuh berkurang secara bertahap TERMASUK TULANG. Menurut pengetahuan saya, setelah manusia memasuki usia 30 tahun maka fungsi seluruh tubuh akan berkurang sebanyak 0,5 persen pertahun, tetapi setelah usia 35 tahun penurunan rata-rata fungsi tubuh lebih berkurang, yaitu sebanyak 1  persen pertahun.

Pada masa kanak-kanak, tulang tumbuh dan memperbaiki sangat cepat, namun proses ini melambat seiring bertambahnya usia. Tulang berhenti tumbuh panjang antara usia 16 – 18 tahun, namun terus meningkat dalam kepadatan sampai Anda berada di akhir 20-an Anda. Dan mulai sekitar usia 35 tahun, Anda secara bertahap kehilangan kepadatan tulang atau osteoporosis 

4. Hal-hal lain yang meningkatkan resiko terkena osteoporosis antara lain:

  • Penyakit pada kelenjar yang memproduksi hormon – seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Riwayat keluarga osteoporosis
  • Penderita gangguan psikologis seperti anoreksia (membiarkan dirinya kelaparan karena merasa dirinya gemuk dan bulimia (makan berlebihan namun mencoba mengeluarkan kembali apa yang telah dimakan).
  • Cacingan. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan kekuatan tulang seperti kalsium dan vitamin D jadi berkurang.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi, terutama yang mempengaruhi kekuatan tulang dan berdampak pada kadar hormon seperti pengobatan kanker prostat dan juga penggunaan obat kortikosteroid, seperti prednisolon.
  • Malabsorpsi yaitu ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi di dalam makanan, seperti dalam penyakit Coealiac dan penyakit Crohn.
  • Sering minum kopi, minuman bersoda, dan minum alkohol ⇒ menghambat penyerapan asupan kalsium untuk masuk ke tulang
  • merokok
  • Gaya hidup yang malas bergerak. Kurang berolahraga dapat mengurangi kekuatan dan kepadatan tulang.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?

Penyakit osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala.

Osteoporosis 2

Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang.  Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi pertanda gejala terjadinya osteoporosis:

  • Sakit punggung,

osteoporosis 6

  • Postur tubuh bungkuk,

osteoporosis3

  • Menurunnya tinggi badan,
  • Lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang.

osteoporosis

Berkurangnya kepadatan akan membuat tulang menjadi rentan untuk retak dan gampang patah. Keretakan biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

Bagaimana memeriksa Kepadatan tulang

Memeriksa Kepadatan Tulang Menggunakan DEXA Scan

Jika dokter Anda mencurigai Anda memiliki osteoporosis, atau berisiko tinggi mengembangkan kondisi, Anda mungkin akan dirujuk untuk scan kepadatan tulang ( DEXA Scan ).

Untuk mendiagnosis terjadinya osteoporosis, Anda perlu menjalani tes untuk memeriksa kepadatan tulang. Dualenergy X-ray absorptiometry/DEXA scan adalah pemeriksaan paling umum untuk memeriksa kepadatan tulang dan memperkirakan risiko keretakan tulang. Prosedur ini tidak memerlukan banyak waktu dan tidak menyebabkan rasa sakit.

osteoporosis 11

osteoporosis 8 periksa

FRAX: Fraktur Risk Assesment Tool untuk Memprediksi Keretakan Tulang

FRAX adalah program yang dapat memprediksi keretakan tulang. Alat kalkulasi ini diperuntukkan bagi pasien berusia antara 40-90 tahun. FRAX dapat menghitung risiko keretakan tulang Anda untuk 10 tahun ke depan. The World Health Organization (WHO) telah mengembangkan alat tersebut berdasarkan kriteria tiap negara termasuk Indonesia.

Anda cukup mengisi tabel yang tersedia pada laman FRAX.

Cara mengurangi Resiko Osteoporosis

Kita memang tidak bisa menghambat pertambahan usia, semakin menua proses terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang terus terjadi. Namun kita bisa menghambat proses pengeroposan tulang dan menjadikan tulang kita kuat dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berikut:

  • Mengkonsumsi makanan dan minuman sumber kalsium. Jika dirasa kurang sebaiknya anda mengkonsumsi suplemen Kalsium dan Vitamin D

osteoporosis 9

Macam-Macam Sumber Kalsium

Kalsium sendiri dapat diperoleh melalui sumber kalsium nabati serta sumber kalsium hewani

• Sumber kalsium nabati
 Kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, serta kacang polong
 Sereal dari gandum
 Sayuran berwarna hijau
 Susu kedelai
 Biji-bijian
 Tahu dan tempe
 Brokoli
 Kecipir
 Buah-buahan, terutama nangka, kismis, papaya, dan salak
 Daun pepaya

• Sumber kalsium hewani
Susu
 Keju, yoghurt dan olahan susu lainnya
 Daging berwarna merah
 Ikan (salmon, teri, tuna, sarden)
 Udang, lobster, kepiting
 Telur

Dari semua nutrisi yang kita butuhkan, Kalsium merupakan salah satu yang terpenting. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan dan menjaga kekuatan tulang serta gigi. Kalsium juga sangat berperan dalam kinerja jantung, otot, dan saraf-saraf dalam tubuh. Lalu, berapa banyak kalsium yang dibutuhkan?

Di bawah ini adalah rekomendasi harian untuk asupan kalsium berdasarkan usia:

Usia Rekomendasi (mg/hari)
Anak 1 – 3 tahun 500 mg
Anak 4 – 8 tahun 800 mg
Anak 9 – 13 tahun 1.300 mg
Remaja 14 – 18 tahun 1.300 mg
Dewasa 19 – 50 tahun 1.000 mg
Dewasa 51 – 70 tahun (pria) 1.000 mg
Dewasa 51 – 70 tahun (wanita) 1.200 mg
  • Olahraga secara teratur dapat mengurangi resiko osteoporosis. Cobalah berjalan kaki atau jogging di pagi hari selama 30 menit setiap hari. Jika tidak mau tulang keropos dan mudah patah maka Jangan malas bergerak. Olahraga terbaik saat menginjak usia 50 tahun adalah berenang.

osteoporosis 18

  • Berjemur di bawah sinar matahari sebelum jam 9 pagi. Sinar matahari mengubah proVitamin D yang terdapat pada jaringan kulit menjadi vitamin D yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan menjadikan tulang sehat, kuat, tidak mudah keropos. Tidak hanya bermanfaat bagi kita dan manula untuk pencegahan osteoporosis. Anda juga saya sarankan untuk menjemur balita Anda di bawah sinar matahari. Paling tidak selama 30 menit untuk pertumbuhan tulang yang sehat. Tapi INGAT sebelum jam 9 pagi.  😎

osteoporosis 4

  • Berhenti merokok
  • Hindari kebiasaan terlalu sering minum kopi, minuman bersoda, minuman alkohol. Karena dapat menghambat penyerapan kalsium ke tulang.
  • Postur Tubuh juga diperhatikan untuk menjaga arsitektur tulang. Jangan bongkok

osteoporosis 13

osteoporosis 14

  • Jangan jatuh. Apalagi jika Anda sudah tua dan beresiko terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang, hindari untuk jatuh. Perhatikan jika lantai licin, Anda berjalan tidak seimbang, atau penurunan penglihatan (periksakan ke dokter spesialis mata). Karena jika terjatuh maka beresiko terjadinya patah tulang. Sebaiknya gunakan tongkat jika memang tidak stabil untuk berjalan.

osteoporosis 15

  • Cukup Minum Air Putih. Sehari biasakan minum air putih 2 liter sampai 2,5 liter. atau 8-10 gelas. Pada orang lanjut usia, konsumsi air putih cukup sekitar 7- 8 gelas sehari, karena kapasitas pencernaan dan perkemihan mengecil.

osteoporosis 16

Ternyata Tulang mengandung air sekitar 31 persen. Cukup minum air putih dapat menyehatkan tulang Anda.

  • Terakhir, konsultasikan dengan dokter jika Anda mengidap penyakit yang berhubungan dengan masalah tulang, misalnya hipertiroid.

Dokter juga dapat memberikan suplemen kalsium dan vitamin D, serta obat-obatan untuk mengatasi osteoporosis seperti obat golongan Biphosphonate

Biphosphonate

Bifosfonat ( Bisphosphonates ) merupakan obat yang digunakan untuk penderita tulang keropos atau osteoporosis, obat ini di klaim para ahli dapat memperpanjang usia penderita selama 5 ( lima ) tahun.
telah terbukti mengurangi tingkat kematian sebanyak 80 penderita osteoporosis.

osteoporosis 10

Dokter akan memberikan Anda informasi tentang penanganan yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi tulang Anda. Sekian dan Terimakasih sudah membaca artikel mengenai osteoporosis ini sampai selesai.

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin