Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Nyeri Pinggang atau Sakit Pinggang atau yang disebut Low Back Pain. Nyeri pinggang ini sering dirasakan, apalagi setelah beraktifitas berat.

Low back pain atau nyeri pinggang atau nyeri punggung bawah adalah nyeri pada bagian pinggang yang dapat berupa nyeri setempat atau nyeri yang dapat menjalar sampai ke tungkai/  ekstremitas bawah.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan low back pain ini, adalah:

  • Faktor usia
    • Dengan bertambahnya usia, maka tulang, dan jaringan penyangga di antara tulang menjadi kurang lentur, sehingga mempermudah terjadinya nyeri pinggang.
  • Faktor kelebihan berat badan
    • Pinggang sebagai penyangga berat badan, bisa lebih terbebani  pada orang yang obesitas/ kelebihan berat badan
  • Menopause
  • Posisi tubuh yang salah dan berulang-ulang, misalnya:
    • Banyak membungkuk
    • Mengangkat beban terlalu berat
    • Sering memutar-mutar pinggang
  • Duduk terlalu lama
  • Kurang berolahraga
  • Memiliki kelainan struktur tulang belakang, misalnya:
    • Bengkok ke samping/ ke arah kanan atau kiri/ Skoliosis
    • Bengkok ke arah belakang/kifosis
    • Bengkok ke arah depan/ lordosis
  • Gangguan pada otot pinggang, misalnya akibat kerja berat
  • Cedera atau trauma di area pinggang
  • Infeksi tulang atau tumor yang berada di area pinggang
  • Gangguan dari saraf yang terjepit/ Herniated Nucleus Pulposus/ HNP
    • Penonjolan dari bantalan sendi ini akan menekan saraf
  • Sakit Ginjal atau infeksi saluran perkemihan, dan batu ginjal
  • Masalah dalam organ reproduksi wanita, misalnya haid atau menstruasi
  • Osteoporosis yang dapat mempermudah keretakan pada tulang sehingga menekan saraf
  • Merokok juga dapat menyebabkan nyeri pinggang
    • Merokok dapat menyebabkan timbulnya plak/ karang-karang/ sumbatan pada pembuluh darah yang mengaliri darah ke daerah tulang maupun struktur penyangga tulang belakang, sehingga apabila terjadi plak, maka aliran darah ke daerah itu akan berkurang. Pasokan darah dan oksigen akan berkurang, sehingga mempermudah kerapuhan, atau kelenturannya menjadi kurang baik
    • Nikotin dalam rokok mempengaruhi rangsang nyeri ke otak. Sensasi nyeri menjadi lebih tinggi. Jadi orang tersebut lebih mudah merasakan nyeri
    • Rokok mengandung karbon amoniak yang menyebabkan karbon monoksidanya mudah berikatan dengan hemoglobin. Kerja hemoglobin akan terganggu dalam mengalirkan darah, oksigen, atau nutrisi terutama ke tulang dan struktur penyangga tulang belakang.

Low back pain lebih sering diderita oleh laki-laki, karena faktor aktifitas dan pekerjaan dari pria. Misalnya mengangkat galon air, atau olahraga ekstrim lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.

Pada ibu hamil juga sering menderita low back pain, penyebabnya:

  • Karena faktor hormon
    • Karena persiapan untuk melahirkan, hormon tersebut mempersiapkan supaya rongga di area pinggang lebih membesar. Jadi jaringan ikat di antaranya lebih renggang, sehingga mempermudah nyeri pinggang.
  • Postur tubuh si ibu hamil menjadi berubah karena perut membesar. Pusat gravitasinya lebih condong ke depan sehingga mempermudah nyeri pinggang.

Kapan kita harus mewaspadai nyeri pinggang??

♥ Kita harus mewaspadai nyeri pinggang yang:

  • Terus menerus atau nyeri berkelanjutan. Tidak hilang walaupun dengan istirahat ataupun meminum obat anti nyeri
  • Nyeri pinggang yang kemudian menjalar ke daerah tungkai
  • Ada rasa baal atau kebas atau kesemutan di salah satu sisi atau kedua sisi tungkai
  • Ada gangguan berkemih/ buang air kecil atau buang air besar
  • Ada nyeri pingang yang hebat seperti terbakar atau tertusuk-tusuk
  • Ada riwayat trauma atau cedera sebelumnya
  • Ada riwayat tumor atau kanker
  • Adanya riwayat osteoporosis atau pengeroposan tulang sebelumnya
  • Berat badan menurun, ada demam yang dapat menunjukkan adanya infeksi di tulang belakang

Jika ada riwayat atau gejala-gejala di atas JANGAN DISEPELEKAN. Segeralah berkonsultasi ke dokter. Karena bisa saja menunjukkan penyakit yang lebih berat dan membutuhkan pengobatan yang tepat.

Bagaimana mengatasi nyeri pinggang??

Cara mengatasinya adalah kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya karena apa. Jika penyebabnya bisa diatasi maka nyeri pinggang dapat tersembuhkan. Dokter akan melakukan anamnesa dari tanya jawab riwayat sakit pinggang pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang paling penting, misalnya: pemeriksaan foto rontgen/ X-Ray.

Setelah melakukan Anamnesa, Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan Penunjang, maka dokter dapat menentukan diagnosa dari nyeri pinggang itu. Dari diagnosa itulah, dokter akan memberikan terapi yang tepat untuk mengatasi nyeri pinggang tersebut, sesuai dengan penyebabnya.

Biasanya dokter akan memberikan obat- obat anti nyeri, obat saraf,  juga diberikan obat untuk mengurangi ketegangan otot atau muscle-relaxant. Bisa juga dirujuk ke Rehabilitasi Medik untuk memperkuat otot pinggang dan mengurangi spasme atau kekakuan dari ototnya.

Berenang bisa digunakan untuk memperkuat otot-otot di sekitar pinggang.

Tujuan pengobatan adalah mengatasi rasa nyeri, mencegah nyeri pinggang yang kambuh atau berulang, serta mengatasi penyebab dari nyeri pinggang itu sendiri sehingga tidak berlanjut menjadi penyakit yang lebih parah. Pembedahan bisa dilakukan apabila diperlukan, misalnya pada Herniated Nucleus Pulposus/ HNP/ Saraf terjepit.

Intinya, Segeralah periksakan ke dokter apabila terdapat nyeri pinggang yang tidak biasa. Karena nyeri pinggang dapat merupakan suatu gejala dari penyakit yang lebih berat, misalnya batu ginjal yang dapat mengarah ke gagal ginjal.

Gambar berikut adalah life style yang baik untuk mencegah terjadinya nyeri pinggang.

Posisi duduk.

Posisi mengangkat beban.

Posisi berdiri.

Terima kasih sudah membaca artikel tentang nyeri pinggang ini sampai selesai. Hopefully bermanfaat. Glad to share.

Artikel-artikel terkait:

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn