Migrain adalah:

  • sakit kepala sebelah (bisa kanan atau kiri),
  • berdenyut (biasanya lamanya sampai 4 jam, tetapi kalau berkepanjangan bisa sampai 72 jam),
  • disertai mual dan muntah,
  • bertambah saat melakukan aktifitas,
  • bertambah apabila melihat cahaya yang silau atau mendengar suara yang keras.

Melalui artikel ini, diharapkan Anda dapat mengerti lebih mudah mengenai migrain/ nyeri kepala sebelah. Anda dapat mengklik artikel-artikel kesehatan terkait untuk menggali informasi lebih jelas.

Sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter apabila mendapat gejala-gejala migrain untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan mendapat terapi yang tepat.

Secara fisik, orang migrain mungkin terlihat normal. Saat pemeriksaan, tidak ada kerusakan anatomis. Tetapi migrain sangat mengganggu aktifitas atau pekerjaan sehari-hari.

Ada berbagai macam teori tentang migrain:

  1. Teori saraf:
    • di mana terjadi penurunan fungsi saraf di permukaan/ sel-sel otak aliran darah di otak berkurang sehingga menimbulkan nyeri kepala/ migrain.
  2. Teori tentang pembuluh darah:
    • Yaitu terjadi peningkatan suatu hormon yang mengakibatkan trombosit/ platelet di pembuluh darah bergerombol akan mengeluarkan neurotransmiter/ sinyal saraf pembuluh darah menjadi menciut aliran darah ke otak berkurang menimbulkan gejala awalan sebelum nyeri kepala, yang kita namakan aura
  3. Teori dari otot:
    • di mana akibat ketegangan, maka otot itu akan menciut menekan pembuluh darah yang melaluinya  otot akan kekurangan aliran darah/ iskemia otot menimbulkan nyeri kepala/ migrain

Ada beberapa faktor yang dapat mencetuskan terjadinya migren, yaitu:

  1. Faktor di dalam tubuh:
  2. Faktor stress baik fisik maupun psikisnya:
    • Misalnya depresi atau cemas, dapat menimbulkan terjadinya migrain
  3. Faktor di luar tubuh:
    • Misalnya makanan dapat mencetuskan migren, contoh:
      • Makanan yang mengandung micin/ vetsin/ monosodium glutamat terlalu tinggi
      • Berzat pengawet: sosis, kornet
      • Makanan yang mengganggu lambung, misalnya terlalu asam atau terlalu pedas.
      • Kopi, alkohol
  4. Faktor lain:

Mencatat Pemicu Migrain

Jika Anda merasakan migrain saat mengalami stres atau setelah mengonsumsi makanan tertentu, berarti stres atau makanan tersebut adalah pemicu migrain Anda. Mengenali dan menghindari hal-hal yang dapat memicu penyakit ini adalah cara terbaik dalam menangani migrain.

Jika migrain berlangsung terus-menerus/ lama, perlu adanya pemeriksaan rekam otak EEG (Electroencephalogram) untuk melihat aktifitas listrik di otak. Pemeriksaan lainnya yaitu CT Scan (Computed tomography scan), dan MRI (Magnetic resonance imaging).

Ada beberapa tahapan terjadinya migrain, yaitu:

  1. Fase Prodromal
    • Fase ini terdiri dari kumpulan gejala samar yang dapat mendahului serangan migrain. Dapat berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari sebelum serangan migrain terjadi.
  2. Fase Aura
    • Umumnya gejala aura dirasakan pada awal migrain. Gejalanya seperti:
      • Aura positif: Tampak seperti cahaya berkilau yang menutupi lapangan penglihatan
      • Aura negatif: Tampak seperti lubang/ bintik hitam yang menutupi lapangan penglihatan
      • Bedakan dengan glaukoma, atau katarak pada mata. Sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
  3. Fase Serangan
    • Tanpa pengobatan, umumnya serangan migrain berlangsung antara 4- 72 jam. Gejala yang khas seperti yang sudah saya sebutkan, seperti:
      • sakit kepala sebelah (bisa kanan atau kiri),
      • berdenyut (biasanya lamanya sampai 4 jam, tetapi kalau berkepanjangan bisa sampai 72 jam),
      • disertai mual dan muntah,
      • bertambah saat melakukan aktifitas,
      • bertambah apabila melihat cahaya yang silau atau mendengar suara yang keras
  4. Fase Postdromal
    • Pasien seperti kelelahan, dan pandangan berkabut/ penglihatan kabur.

Pengobatan yang dilakukan adalah:

  • Pengobatan untuk mencegah timbulnya serangan migrain berikutnya
  • Pengobatan untuk mengurangi sakit kepala/ migrainnya

Yang paling penting adalah PENCEGAHAN. Dengan menghindari faktor-faktor pencetusnya. Misalnya terapi relaksasi, olahraga teratur, tidur yang cukup, makan teratur, minum air putih yang cukup (8-10 gelas sehari).

Pemakaian obat anti nyeri harus dikonsultasikan ke dokter. Karena apabila pemakaiannya berlebihan, malah akan menimbulkan komplikasi yang baru atau bisa menambah nyeri kepalanya.

Sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan mendapat terapi yang tepat.

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn