Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah Luruhnya dinding rahim yang disebut endometrium berupa darah, akibat perubahan siklus hormonal yang dialami setiap wanita.

Umumnya terjadi saat wanita memasuki masa pubertas. Yang artinya secara fisik, organ reproduksinya sudah bekerja sempurna dan dapat hamil.

menstruasi atau haid

Kenapa bisa keluar darah menstruasi atau haid?

Demikian penjelasannya:

  • Pada masa pubertas, Hormon seks wanita yaitu progesteron dan estrogen bekerja setiap bulan mempersiapkan rahim/ uterus, dan organ reproduksi wanita lainnya untuk kehamilan. Hormon tersebut akan membentuk lapisan dinding rahim yang berisi darah, kelenjar, dan cairan . ⇒Setelah itu: ada 2 kejadian berbeda yang bisa terjadi:
  1. JIKA TERJADI KEHAMILAN. Artinya: ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, Maka lapisan pada dinding rahim tersebut akan berfungsi menjadi nutrisi bagi telur yang dibuahi, dan siklus menstruasi akan terhenti sampai kelahiran bayi. Artinya tidak terjadi menstruasi lagi dari sejak pembuahan sampai masa kehamilan. Setelah melahirkan, barulah siklus menstruasi akan dimulai kembali.
  2. TETAPI JIKA TIDAK TERJADI KEHAMILAN. Artinya:  tidak ada sperma yang membuahi sel telur, Maka tubuh akan menganggap produksi dan keberadaan hormon estrogen dan progesteron adalah SIA – SIA, sehingga lambat laun kadar kedua hormon tersebut akan menurun ⇒ Menyebabkan lapisan pada dinding rahim yang berisi banyak darah dan cairan meluruh dan keluar dari tubuh melalui vagina. Proses keluarnya darah dari vagina inilah yang disebut menstruasi

Apa saja yang terjadi selama 1 siklus menstruasi?

Praktisnya 1 siklus menstruasi dibagi atas empat fase:

1. Fase menstruasi  (Kita hitung sebagai hari pertama kalender)

Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim (Endometrium) dari tubuh. KENAPA?? Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks (yaitu hormon Estrogen dan Progesteron). Hal ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.

2. Fase pra-ovulasi

Yaitu, masa pembentukan dan pematangan Ovum (sel telur) dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.

Bisa dikatakan, masa pematangan sel telur, terutama oleh aktifitas FSH (Follicle Stimulating Hormon). di ovarium sendiri terdapat 200rb -400rb sel telur. Namun yang menjadi matang dan dapat dilepaskan ke saluran tuba falopii untuk dibuahi, hanya 1 atau 2 sel telur setiap siklus Menstruasi.

3. Fase ovulasi

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang, dilepaskan ke saluran tuba falopii, dan siap untuk dibuahi. Menurut beberapa literatur, masa subur adalah 14 hari sebelum haid selanjutnya (Bisa diperkirakan dengan syarat siklus menstruasinya teratur).

Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.

Menentukan masa subur

Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:

  1. Perubahan Periode Menstruasi
  2. Perubahan Lendir Servik
  3. Perubahan Suhu Basal Tubuh (umumnya meningkat 1°C saat Ovulasi)

4. Fase pasca ovulasi

Yaitu, masa kemunduran ovum (sel telur) bila tidak terjadi fertilisasi (pembuahan). Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi hormon progesteron, sehingga endometrium (dinding rahim bagian dalam) menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio ( calon bayi) untuk berkembang.

TETAPI Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks (hormon Estrogen dan progesteron) dalam tubuh akan berkurang ⇒ sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh ⇒  kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah. Kita lihat sebagai darah menstruasi. (dihitung hari pertama lagi Fase Menstruasi),

Siklus menstruasi akan berulang kembali.  ^-^ simple yak.

Saya akan berikan gambaran normalnya dahulu mengenai siklus menstruasi ini.

  • Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, atau bisa direntangkan 21-35 hari.  Hari pertama menstruasi atau keluarnya darah, terhitung hari pertama.  Kalender di bawah ini menandakan 3 siklus menstruasi.

menstruasi atau haid

Misalkan, Hari pertama keluarnya darah menstruasi, yaitu tanggal 2 Januari, siklus berikutnya tanggal 27 Januari, kemudian 22 Februari, selanjutnya 21 Maret.  Apakah memang normal atau tidak??

Jika kita perhatikan siklus pertama , dari tanggal 2 januari sampai 27 Januari  = 25 hari (masih dalam rentang 21-35 hari) ⇒ normal.

Siklus ke 2, dari tanggal 27 Januari sampai 22 Februari = 26 hari (walaupun tanggalnya berbeda, tetapi masih normal)

Siklus ke 3, dari tanggal 22 Februari sampai 21 Maret 2016 = 28 hari (masih normal)

♥ Dapat kita simpulkan, siklus menstruasi pada wanita ini, adalah NORMAL

  • Biasanya, menstruasi atau haid (keluarnya darah), rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 3 hari sampai 7 hari. Semakin lama darah yang keluar semakin sedikit.
  • Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 20mL hingga 60mL per hari tetapi biasanya  rata-rata 35 mL per harinya.

Lalu bagaimana dengan yang tidak Normal,???

  • Siklus Menstruasi tidak dalam rentang waktu 21-35 hari.  Lebih cepat dari 21 hari kah.. atau lebih lama dari 35 hari, Tidak Teratur.  (Oligomenorrhoea) .  
  • Tidak pernah mengalami Menstruasi sama sekali (Amenorrhoea Primer), atau dulu pernah menstruasi, siklus menstruasi normal,  TETAPI sekarang selama tiga siklus menstruasi lebih, TIDAK LAGI mengalami menstruasi (Amenorrhoea Sekunder)
  •  Darah terlalu banyak dan tidak berkurang saat menstruasi memasuki hari ke 5 atau lebih dari itu.  (Menorrhagia)

…………………………………………………..

Kelainan pada Siklus Menstruasi

Tiap wanita dianjurkan untuk memperhatikan dan mencatat siklus menstruasinya (Bisa tandai dengan kalender seperti di atas), supaya dapat segera menyadari jika muncul keabnormalan /kelainan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak normal (di luar rentang 21 sampai 35 hari) atau volume darah yang berlebihan dan tidak berkurang, dapat mengindikasikan adanya komplikasi atau masalah kesehatan.

Permasalahan dalam menstruasi yang umum terjadi dibagi dalam empat kategori, yaitu:

     1.Menorrhagia

Menorrhagia adalah volume darah yang berlebihan saat menstruasi (Bisa disebut Hipermenore) + Darah menstruasi tidak berkurang dari hari ke 4,  atau  tidak berhenti bahkan sampai lebih dari  7 hari

Beberapa gejala dalam kondisi ini adalah:

  • Volume darah yang terlalu banyak sehingga harus mengganti pembalut tiap jam dan ini berlangsung selama beberapa jam.
  • Harus menggunakan dua pembalut untuk menampung pendarahan.
  • Harus bangun untuk mengganti pembalut pada saat tidur.
  • Mengalami gejala anemia (kekurangan darah), misalnya kelelahan atau napas pendek.
  • Durasi menstruasi (keluarnya darah) yang berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Terdapat gumpalan darah berukuran besar lebih dari sehari.

Solusi

  • Menggunakan pembalut berdaya serap tinggi,
  • Dengan obat tranexamic acid. Obat ini bekerja menghentikan perdarahan
  • Bisa juga dicombine dengan suntik Vit K untuk mengurangi perdarahan
  • Jika penyebabnya mioma uteri atau endometriosis, bisa dilakukan kuretase ( mengeruk jaringan di lapisan dalam rahim) untuk menyingkirkan keganasan oleh dr.Spesialis Obstetri dan  Ginekologi tentunya.

Penyebab

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Kelainan darah
  • Infeksi Genitalia interna
  • Fibroid/ pertumbuhan sel yang tidak normal  pada rahim. Bisa dikatakan tumor jinak. Secara medis dikenal sebagai leiomyoma atau myoma uterus.  Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika mengalami pendarahan yang berlebihan agar dapat ditangani dengan baik.
  • Endometriosis.  Yaitu radang yang berupa pertumbuhan jaringan endometrium hingga keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) . Seharusnya ada di dalam rahim. Setiap bulan sel-sel endometriosis tersebut akan menghasilkan darah yang prosesnya mirip menstruasi.

      2. Amenorrhoea

Amenorrhoea adalah istilah medis di mana menstruasi terhenti sama sekali. Kondisi ini biasanya diakibatkan tidak adanya produksi sel telur. Tanpa mengalami masa subur, seorang wanita tidak akan bisa hamil.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan masalah ini, termasuk:

  • Obat-obatan.
  • Stres berat.
  • Berat badan yang turun secara drastis atau berat badan di bawah normal.
  • Olahraga yang berlebihan.
  • Menggunakan metode kontrasepsi.
  • Sindrom ovarium polikistik  (Pematangan sel telur teganggu)
  • Tumor otak yang mempengaruhi kelenjar hipofisis( kelenjar penghasil hormon FSH dan LH).  FSH menyebabkan pematangan telur dalam folikel, sementara LH menyebabkan sel telur yang sudah matang dilepaskan dari folikel ⇒ masuk ke saluran rahim.
  • Penebalan Himen atau selaput darah. Sebenarnya terjadi menstruasi, tetapi darah menstruasi tidak dapat keluar dikarenakan ada penebalan himen  Akibatnya darah mensruasi terkumpul di rahim  dan jika terus berlanjut dapat membuat perut si penderita bertambah besar dan nyeri, serta berakibat fatal, bahkan kematian.
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

Jika penyebabnya sudah diatasi, menstruasi biasanya akan kembali.

    3. Oligomenorrhoea

Kurun waktu siklus menstruasi umumnya sekitar 28 hari. Sedangkan durasi perdarahan menstruasi biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Tetapi ada juga wanita yang mengalami menstruasi secara tidak teratur dan kondisi ini disebut sebagai oligomenorrhoea.

Jika mengalami oligomenorrhoea, jarak antara menstruasi yang dialami serta volume darah yang keluar akan berbeda-beda. Terdapat beberapa penyebabnya seperti:

  • Penggunaan kontrasepsi,
  • Perubahan berat badan yang drastis
  • Stres

   4. Dysmenorrhoea

Rasa sakit saat menstruasi atau haid (dysmenorrhoea) adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap wanita. Rasa nyeri atau sakit ini biasanya terjadi sebelum dan pada saat menstruasi. Letak sakitnya juga berbeda-beda, misalnya pada:

  • Vagina
  • Punggung bagian bawah
  • Panggul
  • Perut bagian bawah

Obat pereda sakit juga dapat digunakan untuk mengatasinya. Tetapi hubungilah dokter jika Anda mengalami sakit yang tidak tertahankan saat mengalami menstruasi untuk memastikan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh penyakit tertentu.

…………………………………………………….

Gejala Menstruasi atau Haid

Dalam siklus menstruasi, perubahan kadar hormon di dalam tubuh wanita akan terjadi, khususnya pada masa sebelum menstruasi  (Fase Pasca Ovulasi). Berubahnya jumlah hormon dapat menyebabkan dampak pada fisik dan emosi yang terkadang dapat muncul berhari-hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom prahaid / Premenstrual Syndrome (PMS).

Beberapa perubahan fisik yang biasanya muncul sebelum menstruasi atau haid berlangsung adalah:

  • Lemas dan lelah.
  • Sakit kepala.
  • Perut kembung dan mual.
  • Payudara yang membesar dan terasa nyeri.
  • Kenaikan berat badan.
  • Nyeri pada otot, sendi, punggung, serta perut bagian bawah.
  • Berkurangnya gairah seks.
  • Perubahan pada nafsu makan.
  • Diare atau konstipasi (susah buang air besar).

menstruasi atau haid

Sedangkan perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami sindrom prahaid adalah:

  • Merasa sedih atau depresi.
  • Sering uring-uringan.
  • Suasana hati yang tidak stabil.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah menangis.
  • Kecemasan berlebihan.
  • Linglung dan pelupa.
  • Turunnya rasa percaya diri.

Ada beberapa gejala yang akan berkurang saat menstruasi sudah mulai dan hilang beberapa hari setelah menstruasi selesai.

Jika Anda mengalami rasa sakit atau kram perut saat menstruasi hingga mengganggu aktifitas, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menguranginya:

  • Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat.
  • Olahraga ringan.
  • Berbaring dan menaruh bantal di bawah lutut atau berbaring miring dan menekuk lutut ke arah dada.
  • Memijat perut bagian bawah.
  • Meminum obat pereda rasa sakit (analgesik), misalnya paracetamol.
  • Kadang-kadang saya berikan Hyoscine atau Buscopan, untuk mengurangi kontraksi perut.

Jangan lupa jika Anda telat haid atau menstruasi sesuai jadwal yang diperkirakan, dan Anda curiga bahwa Anda hamil (pastinya setelah beberapa waktu lalu berhubungan seksual), Coba test kehamilan melalui urine.

menstruasi atau haid

menstruasi atau haid

Segeralah berkonsultasi dengan dokter, terutama dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan. dr.Sp Obsgyn (Obstetri-Gynecology) jika Anda menemukan ada yang tidak beres atau ada kelainan-kelainan dan gejala  abnormal yang menyertai pada siklus menstruasi atau haid Anda, supaya dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Artikel Kesehatan mengenai Menstruasi atau haid sudah selesai. Artikel lain juga akan terus kami update agar memberikan manfaat optimal bagi pembaca sekalian. Terima kasih untuk dukungannya.

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin