Malpraktik adalah kegagalan seorang profesional yang memiliki keterampilan dan pendidikan (misalnya, dokter dan perawat) untuk melakukan praktik sesuai dengan standar profesi yang berlaku bagi seseorang. Sehingga menyebabkan kerugian bagi klien atau pasien.

Secara harfiah “mal” mempunyai arti salah sedangkan “praktik” mempunyai arti pelaksanaan atau tindakan, sehingga malpraktik berarti pelaksanaan atau tindakan yang salah. Misalnya untuk profesi dokter, terjadi salah diagnosa yang berujung salah juga memberikan obat-obatan.

malpraktik

Dokter (dari bahasa latin yang berarti “guru”) adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran.

Saat ini, masih banyak masyarakat yang mengagung-agungkan dokter, terlalu berharap sama dokter. Namun dokter bukanlah dewa atau Tuhan  yang selalu bisa menyembuhkan pasien. Bukan Tuhan juga yang  menentukan hidup atau matinya seseorang. Tapi mungkin tidak banyak yang sadar bahwa dokter juga manusia yang bisa lelah, dokter adalah juga seperti manusia umumnya yang bisa melakukan kesalahan, dokter hanyalah manusia yang disumpah untuk melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya dan bukan bersumpah untuk menjadi sempurna.

Tetapi memang profesi ini sangat rentan terhadap hukum . Karena sedikit saja kelalaian dapat berakibat fatal, misalnya pasien jadi meninggal atau cacat seumur hidup.  Yang perlu diingat adalah seorang profesional yang memiliki keterampilan dan pendidikan di bidangnya(seperti dokter atau perawat) telah melakukan  praktik atau tindakan sebaik-baiknya sesuai dengan standar profesi atau SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku.

Hasilnya, tidak bisa pasti. Karena kedokteran adalah seni. Bukan ilmu pasti. Antar dokter juga dapat berbeda pendapat. Karena memang banyak faktor yang menentukan diagnosa dari penyakit.

malpraktik

Biasanya untuk mendiagnosa suatu penyakit, langkah-langkah yang dilakukan oleh dokter adalah:

  • ANAMNESA : Tanyakan identitas, pekerjaan, riwayat keluarga, latar belakang penyakit, pengobatan yang sudah diberikan sebelumnya. Juga yang perlu diingat adalah: onset( waktu terjadinya penyakit), durasi atau kromologis( cerita tentang sakitnya), kualitas( nyeri sekali atau tidak), kuantitas( sering kumat atau tidak), faktor yang memperberat, faktor yang memperingan, gejala yang menyertai. 
  • PEMERIKSAAN FISIK : terdiri dari Inspeksi (dilihat), Auskultasi (didengar), Perkusi (diketuk), Palpasi (diraba)
  • PEMERIKSAAN PENUNJANG : Jika diperlukan pemeriksaan darah, Lab, Rontgen, USG, CT Scan, EKG, dan lain-lain
  • DIAGNOSA : Sakitnya itu apa 
  • TREATMENT atau PENGOBATAN
  • PROGNOSIS : Jelaskan riwayat penyakit atau resiko medis yang dihadapi ke depannya.

Semua tindakan medis memiliki resiko. Dokter akan mempertimbangkan mana yang lebih baik dilakukan mana yang tidak. Jika menurut pertimbangan, tindakan medis itu memiliki manfaat yang lebih besar dari resikonya, maka tindakan itu yang akan diambil. Tentunya disertakan juga inform consent( persetujuan dari pasien atau keluarga pasien untuk dilakukan tindakan, dan menjelaskan resiko yang mungkin dihadapi atas tindakan medis yang akan dilakukan)

————————————————————————

Malpraktik di mata Hukum

Malpraktik tidak sama dengan kelalaian. Malpraktik lebih luas daripada kelalaian. Karena selain mencakup arti kelalaian, istilah malpraktik pun mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan dengan sengaja (criminal malpractice) dan melanggar undang-undang, misalnya aborsi ilegal. Di dalam arti kesengajaan tersirat adanya motif (guilty mind) sehingga tuntutannya dapat bersifat perdata atau pidana.

malpraktik

Dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan malpraktik adalah :

  1. Melakukan suatu hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan.
  2. Tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau melalaikan kewajibannya. (negligence); dan
  3. Melanggar suatu ketentuan menurut atau berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dokter dapat dikatakan melakukan malpraktek jika:

  1. Dokter kurang menguasai Iptek kedokteran yang sudah berlaku di kalangan profesi kedokteran.
  2. Memberikan peyanan kedokteran di bawah standar profesi ( tidak lege artis)
  3. Melakukan kelalaian yang berat atau memberikan pelayanan dengan tidak hati-hati
  4. melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan hukum.

Penggugatan harus dapat membuktikan adanya 4 unsur berikut:

  1. Adanya suatu kewajiban bagi dokter terhadap pasien
  2. Dokter telah melanggar standar peayanan medik yang lazim dipergunakan
  3. Penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya
  4. Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan di bawah standar.

Masyarakat yang merasa dirugikan atas tindakan dokter/dokter gigi dapat melaporkan kepada MKEK/MKDKI dan laporannya itu tak menghilangkan hak masyarakat untuk melapor secara pidana atau menggugat perdata di pengadilan.

malpraktik

MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran)  adalah lembaga penegak etika profesi kedokteran (kodeki = Kode Etik Kedokteran Indonesia), di samping MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia) yakni lembaga yang berwenang untuk menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi, dan menetapkan sanksi

Jadi, ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam hal terjadi kelalaian oleh tenaga kesehatan yakni:

a.      Melaporkan kepada MKEK/MKDKI;

b.      Melakukan mediasi;

c.      Menggugat secara perdata.

Jika ternyata ada kesengajaan dalam tindakan tenaga kesehatan tersebut, maka dapat dilakukan upaya pelaporan secara pidana.

sumber: www.hukumonline.com

———————————————————

Sangat dianjurkan Anda membaca artikel kami dengan judul Hubungan Dokter dengan Pasien . Di artikel ini mencakup Hak dan Kewajiban Dokter , serta Hak dan Kewajiban Pasien .  Jika dokter tidak melakukan kewajibannya dengan benar, maka dokter tersebut dapat dituntut melakukan malpraktik. Namun selalu ingat, dokter juga manusia.

malpraktik

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin