Leptospirosis adalah penyakit zoonosis (ditularkan lewat perantaraan binatang). Urine/kencing binatang itu mengandung bakteri leptospira yang dapat menginfeksi manusia.

Gejala yang khas, pada penyakit leptospirosis ini:

leptospirosis gejala khas

Leptospirosis tidak bisa dianggap remeh, karena apabila penyakit ini tidak diobati, dan masuk stadium berat, maka dapat terjadi:

  • Kegagalan ginjal,
  • Gagal nafas,
  • Disfungsi hati,
  • Iritasi selaput meningen/selaput di otak,
  • Gagal jantung
  • Syok
  • Kematian.

Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis, yaitu:

  • Hewan pengerat seperti tikus, marmut
  • Anjing, babi, sapi, domba, kelinci

Hewan yang paling sering menjadi pembawa bakteri leptospira adalah TIKUS, Karena:

  • Jumlah mereka BANYAK,
  • SUKA HIDUP DI LINGKUNGAN BERLUMPUR/AIR KOTOR (Tempat di mana banyak bakteri leptospira-nya)

leptospirosis berburu tikus 7

Cara penularan utama adalah bakteri masuk melalui luka gores kecil di tungkai sewaktu kontak dengan air/tanah yang terkontaminasi bakteri leptospira dari urine tikus.

leptospirosis tikus

Kenapa bakteri leptospira dapat berkembang biak terutama di saluran kencing/ urine tikus??

♥ Karena urine tikus sifat Ph-nya basa. Bakteri leptospira lebih suka hidup di lingkungan yang basa.

Berbeda dengan urine manusia yang lingkungannya lebih asam, SEHINGGA PENULARAN MELALUI AIR KENCING MANUSIA HAMPIR TIDAK MUNGKIN/ sangat jarang terjadi.

Penularan melalui gigitan binatang, kasusnya juga jarang.

Penularan melalui kontak luka dengan luka, lebih mungkin terjadi. Maksudnya, apabila ada luka kecil di tubuh kita, lalu kontak dengan luka yang ada di tubuh binatang atau penderita leptospirosis, dapat terjadi penularan.

KARENA ITU, ALAT PROTEKSI DIRI SANGAT PENTING BAGI TENAGA MEDIS DALAM MEMERIKSA PASIEN.

leptospirosis 1

Namun sekali lagi, Cara penularan utama adalah bakteri masuk melalui luka gores kecil di tungkai sewaktu kontak dengan air/tanah yang terkontaminasi bakteri leptospira dari urine tikus.

Karena itu, kejadian leptospirosis lebih sering terjadi pada saat musim penghujan/ banjir.

leptospirosis banjir cantik 2

Jika terdapat luka pada kaki atau untuk berjaga-jaga saat melintasi kawasan yang becek, Tutup Luka, dan Gunakanlah sepatu boat. Jangan sandal jepit.

leptospirosis 8

Orang yang berisiko tinggi terkena leptospirosis, misalnya:

♥ Orang yang suka kontak dengan air kotor/ becek:

  • Orang yang tinggal di daerah kumuh, lingkungannya becek/sering banjir.
  • Petani
  • Nelayan
  • Petualang alam liar
  • Tentara
  • Pekerja selokan/ got/sungai, dsb

dan juga yang pekerjaannya kontak dengan hewan, misalnya:

  • dokter hewan
  • Tukang jagal
  • Peternak/ Pemilik hewan pembawa bakteri leptospira

Manifestasi/ Gejala klinis Leptospirosis

Leptospirosis ringan:

  • 1.Nyeri otot berat, sering di otot betis, otot punggung, dan perut
  • 2. Nyeri tekan otot (Tenderness), bahkan otot disentuh saja sudah dirasa nyeri hebat.
  • 3. Demam timbul mendadak (Suhu 39ºC), kadang disertai rasa dingin dan menggigil

Severe Hemorrhagic pulmonary leptospirosis (SHPL):

  • Sesak nafas (dyspneu) yang progresif, dan berat
  • Hemoptysis masif (batuk darah), sering menimbulkan kegagalan pernafasan karena perdarahan di dalam paru (respiratory distress dan asfiksia karena intra-alveolar bleeding)

Meningitis aseptik:

  • Nyeri kepala berat
  • Kaku kuduk (kekakuan dari kepala sampai tengkuk/belakang leher, dan punggung)
  • Penurunan kesadaran, gelisah, delirium/kebingungan.

Leptospirosis berat (Weil disease):

  • Pasien ditemukan ikterus berat (kekuningan pada mata, dan badan) akibat gangguan fungsi hati. Ditandai oleh peningkatan enzim hati lebih dari 3 kali lipat, pada pemeriksaan laboratorium.
  • Gagal ginjal , ditandai kencing yang menjadi sedikit/oliguria
  • Gejala meningeal/ kaku kuduk positif
  • Manifestasi perdarahan:
    • Hematemesis melena (muntah darah, BAB berdarah)
    • Hematuria (kencing berdarah)
    • Epistaksis (mimisan)
    • Perdarahan gusi
    • Hemoptisis (batuk darah)
    • Penurunan kesadaran sampai koma
    • Miokarditis/peradangan di otot jantung:
      • Aritmia : Nadi tidak teratur
      • Syok
      • Sesak nafas

Diagnosis klinis dari leptospirosis hampir mirip dengan infeksi lain, terutama dengue/demam berdarah, influenza, dan demam tifoid/tipes.

tapi, sekali lagi ada gejala khas pada leptospirosis seperti ditunjukkan pada gambar:

leptospirosis gejala khas


Perjalanan Penyakit

Bakteri leptospira yang masuk ke dalam tubuh manusia, baru akan menimbulkan gejala setelah 1-2 minggu/ rata-rata 10 hari. Kita sebut dengan masa inkubasi.

leptospirosis 11

Perjalanan penyakit leptospirosis terdiri dari 3 fase, yaitu:

1.Fase septikemia (leptospiremia):

  • Mengalami gejala mirip flu selama 4-7 hari, ditandai:
    • demam, kedinginan, dan lemah otot.
  • Pada Pemeriksaan penunjang:
    • Ditemukan bakteri leptospira di darah dan cairan serebrospinal

Disusul peralihan fase, yaitu: PERIODE AFEBRIS/TIDAK DEMAM,  dan ASIMPTOMATIK/TIDAK ADA GEJALA selama 1-3 hari

2.Fase imun: Lamanya 4-30 hari, ditandai:

  • Timbul kembali demam dengan gejala meningeal/kaku kuduk
  • Antibodi IgM-leptospira muncul, dan ditemukan leptospira di urin (dinamakan juga fase leptospiuric)

Pada kasus leptospirosis ringan, tidak terjadi fase ke 2/ fase imun.

3.Fase ketiga adalah fase convalescent/recovery/penyembuhan, ditandai:

  • Gejala klinis berangsur membaik
  • Kadang ditemukan komplikasi berkepanjangan/ Chronic postleptospirosis/ persistent complaints after acute leptospirosis (PCAC), seperti:
    • kelelahan
    • mialgia/ nyeri otot
    • malaise/ lemas/ kurang fit
    • rasa lemah
    • nyeri kepala
    • PCAC dapat berlangsung sampai 1 tahun.
  • Komplikasi kronis lain, seperti:
    • Radang pada mata : Uveitis, Chorioretinitis
    • Radang pada ginjal : Nefritis

Pengobatan Leptospirosis

Karena penyebab leptospirosis adalah karena infeksi bakteri leptospira, maka Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik.

ANTIBIOTIK HANYA BOLEH DIRESEPKAN OLEH DOKTER.

Antibiotik pilihan untuk leptospirosis ringan:

  • Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari

Antibiotik pilihan untuk leptospirosis lanjut/ berat:

  • Antibiotik parenteral/ melalui injeksi intravena
  • Yang sering dipakai adalah Penicillin G injeksi 1,5 juta unit IV, 4 kali sehari, selama 7 hari.

Pastikan TIDAK ADA RIWAYAT ALERGI OBAT

Komplikasi lainnya, diobati sesuai dengan anamnesis/gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Terimakasih sudah membaca artikel mengenai leptospirosis ini sampai selesai. Nantikan artikel-artikel kami selanjutnya.

Artikel terkait:

♥ Alergi Makanan : Konsep dasar Alergi dan Bagaimana cara Mengatasinya

♥ Jika hidung mimisan : Tolong JANGAN DIBARINGKAN atau DITIDURKAN!! Jangan Panik, Ketahui Pertolongan Pertama pada Mimisan atau Cara Mudah Mengatasi Sendiri.

♥ Tipes dan penggunaan antibiotik yang benar

♥ Prinsip Sehat atau Sakit : Bagaimana menjelaskannya

♥ Cuci Darah Untuk Gagal Ginjal

♥ Info Kesehatan terlengkap seputar penyakit Hati dan Hepatitis.

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin