Korban minuman keras (miras) oplosan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terus bertambah. Korban yang sebelumnya mencapai 24 orang kini sudah bertambah lagi.Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengatakan dari informasi yang dikumpulkan, jumlah korban tewas akibat miras oplosan sudah mencapai 26 orang.Kepolisian sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti di Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.Dalam olah TKP tersebut pihaknya mengamankan 1 galon fermentasi salak, bahan baku miras lainnya, obat anti serangga cair di ruang peracikan, cairan anti pegal, 1 bungkus tawas.

emo7GILA, OBAT SERANGGA pun NEKAT DIOPLOS/ DICAMPUR!!

Dalam KBBI kata oplos, mengoplos/op·los, meng·op·los/ v berarti : mencampur obat dan sebagainya.

oplosan/op·los·an/ n hasil mengoplos; campuran; larutan.

Artikel di bawah ini saya kutip dari wikipedia.org , dan saya berikan penjelasan di bawah. Silakan klik langsung wikipedia untuk mengetahui beberapa macam minuman keras di pasaran.

Minuman keras (disingkat miras), minuman suling, atau spirit adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan (yaitu, berkonsentrasi lewat distilasi) . Ethanol diproduksi dengan cara fermentasi biji-bijian, buah, atau sayuran.

Minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula  yang populer antara lain arak, brendi, brendi buah (juga dikenal sebagai eau-de-vie atau schnapps), gin, rum, tequila,vodka, dan wiski. Selain itu juga Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti grand marnier, frangelico, dan schnapps Amerika, disebut “likeur“.

Minuman beralkohol disebut sebagai Minuman Mengandung etil alkohol (MMEA). MMEA ini juga digolongkan dalam 3 golongan, yaitu golongan A (kurang dari 5%), golongan B (5% s.d. 20%), golongan C (lebih dari 20%)

Cara Membuat alkohol dari fermentasi gula bisa dilihat di blog Cara Membuat Minuman Beralkohol. ^_^ Bahasanya cukup gaul dan mudah untuk dipahami.

miras oplosan
Di Indonesia, definisi “minuman keras” dan “minuman beralkohol” tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi:
  1. Minuman fermentasi yang disuling seperti: arak, vodka, gin, baijiu, tequila, rum, wiski, brendi, dan soju.
  2. Minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, anggur, dan cider .
Tentu kadar alkohol yang disuling bisa mencapai lebih dari 20 persen, karena itu  di beberapa negara, Miras, atau Minuman keras disebutkan adalah hasil Minuman Fermentasi yang disuling dan mencapai kadar alkohol lebih dari 20 persen.

Dari waktu ke waktu, diketahui semakin banyak korban minuman keras(miras) oplosan bergelimpangan. Hal ini membuat penulis ingin membuat artikel sejelas-jelasnya, untuk membekali Anda semua terhindar dari bahaya Miras Oplosan.

Hingga kadar tertentu, sebenarnya alkohol dapat membantu menjaga kesehatan. Namun jika berlebihan, minuman ini bisa menyebabkan keracunan. Risiko tersebut meningkat ketika alkohol atau miras dioplos dengan berbagai bahan berbahaya.

Pada kenyataannya, pecandu Alkohol tidak akan mengurangi dosisnya tiap kali mereka minum. Sebaliknya, mereka akan cenderung menambah jumlah atau dosis. Dan jika dirasa alkohol biasa tidak memuaskan, maka miras oplosan pun diciptakan.

Berikut ini adalah beberapa jenis oplosan miras yang sering dibuat, beserta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti diakui para pemakainya.

Miras oplosan 2

Miras yang sering digunakan biasanya vodka, anggur merah beralkohol, anggur putih beralkohol dan bir.

1. Miras dengan minuman berenergi
Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih baik, penggemar minuman keras sering menambahkan suplemen minuman berenergi ke dalam minumannya. Oplosan ini sering disebut ‘Sunrise‘, dan bisa mengurangi rasa pahit pada bir atau rasa menyengat pada alkohol yang kadarnya lebih tinggi.

Meski kadar alkohol menjadi sedikit berkurang, efek samping yang lain akan muncul dalam pengoplosan ini. Ahli farmasi dari ITB, Joseph I Sigit mengatakan bahwa alkohol dan minuman berenergi memiliki efek berlawanan. Alkohol bersifat menenangkan, sedangkan suplemen berfungsi sebagai stimulan. Jika digabungkan, efeknya bisa memicu gagal jantung.

2. Miras dengan susu
Salah satu jenis oplosan yang sering menyebabkan korban tewas adalah ‘Susu macan’ (Lapen), yakni campuran minuman keras yang dicampur dengan susu. Jenis minuman ini banyak dijual di warung-warung miras tradisional.

Adi (nama samaran), salah satu pelanggan warung semacam itu mengakui adanya risiko keracunan pada susu macan. Pria asal Yogyakarta ini mengatakan bahwa penyebab keracunan umumnya bukan susu melainkan jenis alkoholnya.

Karena umumnya menggunakan alkohol tradisional, maka jenis dan kadarnya tidak diketahui oleh pelanggan.

3. Miras dengan cola atau minuman bersoda
Salah satu oplosan yang cukup populer adalah ‘Mansion Cola‘, terdiri dari Vodka dicampur dengan minuman bersoda. Tujuannya semata-mata untuk memberikan cita rasa atau menutupi rasa tidak enak pada minuman keras.

Salah satu penggemar Mansion Cola adalah Yono (nama samaran), mahasiswa semester akhir di Yogyakarta. Menurutnya, selama jenis alkohol yang digunakan aman dan tidak berlebihan maka tidak ada risiko untuk mencampurnya dengan cola ataupun sari buah.

4. Miras dengan spiritus atau jenis miras yang lain
Di warung-warung tradisional, pengoplosan beberapa jenis minuman keras dilakukan untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Minuman yang harganya mahal seperti Vodka dicampur dengan spiritus, atau jenis minuman keras lain yang tidak jelas kandungan alkoholnya.

Jenis alkohol yang aman dikonsumsi hingga jumlah tertentu adalah alkohol dengan 2 atom karbon atau etanol. Sementara alkohol dengan satu atom karbon atau metanol seperti spiritus, umumnya digunakan sebagai pelarut atau bahan bakar, sehingga sangat beracun jika diminum.

Dikutip dari Medschl.cam.ac.uk, 10 mL methanol cukup untuk menyebabkan kebutaan dan 30 mL akan menyebabkan dampak lebih fatal termasuk kematian.

5. Miras dengan obat-obatan
Dengan anggapan akan mendongkrak efek alkohol, beberapa orang menambahkan obat-obatan ke dalam minuman keras. Mulai dari obat tetas mata, obat sakit kepala, hingga obat nyamuk.

Karena akan meningkatkan aktivitas metabolisme, efek samping paling nyata dari jenis oplosan ini adalah kerusakan hati dan ginjal. Efek lainnya sangat beragam, tergantung jenis obatnya.

Menurut Yono, seseorang yang mencampur obat-obatan ke dalam minuman keras biasanya bukan penikmat alkohol. Tujuannya jelas hanya untuk mendapatkan efek memabukkan, atau sekedar unjuk keberanian alias adu nyali.


Jika dikonsumsi berlebihan, minuman keras/ minuman beralkohol, dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Apalagi yang dioplos dengan bahan-bahan berbahaya.

Apapun itu, jangan berlebihan.. Karena seorang pecandu alkohol dapat mengalami:

  • Kerusakan hati,
  • Gangguan jantung,
  • Kerusakan pankreas,
  • Peradangan lambung,
  • Kerusakan otot saraf,
  • Merusak jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingat, atau kemampuan penilainan.
  • Alkohol juga mampu menekan pusat emosi di otak, sehingga menjadikan peminumnya seorang anti sosial dan mudah tersinggung serta pemarah.
  • Gangguan metabolisme tubuh,
  • bahkan kematian

miras oplosan 1

Jika dipertimbangkan lebih jauh, maka Miras Oplosan benar-benar tidak memberikan kesempatan peminumnya untuk bertahan.

Pasalnya, bahan yang ada mudah diserap lambung. Selain itu, proses pengubahan Miras Oplosan menjadi bahan beracun dalam tubuh memerlukan waktu sekitar satu sampai dua hari. Kondisi tersebut disesuaikan dengan tubuh peminum.

Hal tersebut menjelaskan kenapa korban tewas Miras Oplosan tidak seketika tewas bersamaan.


BAGAIMANA JIKA ANDA MENEMUKAN SESEORANG YANG SEDANG MABOK AKIBAT MIRAS OPLOSAN..?

Berikut saya berikan tips singkatnya @,@..

  • Tidurkan korban dalam keadaan miring, untuk mencegah aspirasi / masuknya cairan ke paru-paru, apalagi koban dalam keadaan muntah.
  • Buka, longgarkan kancing baju, dan sabuk/ikat pinggang yang ketat. Untuk melapangkan jalan nafasnya
  • Berikan minum air putih atau 500 ml air kelapa. Cairan ini akan membantu mengurangi dehidrasi dan menyegarkan tubuh serta meningkatkan jumlah elektrolit dan kadar glukosa dalam darah, sehingga penderita akan cepat pulih.
  • Sesegera mungkin, telepon Ambulance atau Bawa ke Emergency Rumah Sakit, untuk diberikan penanganan lanjutan. misalnya diberikan infus cairan, untuk menetralisir kadar alkohol di dalam tubuh.
boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin