Kita mulai artikel kita, tentang konstipasi atau sembelit ini dengan pertanyaan awal.

*Apakah BAB harus setiap hari, baru dikatakan normal??

♥ Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan berikan beberapa point penting mengenai definisi konstipasi atau sembelit, yaitu:

  1. BAB kurang dari 3 kali seminggu.
  2. Konsistensi Feses/ kotoran BAB, keras.
  3. Biasanya ditandai dengan penurunan motilitas/gerakan usus.

Berarti Jawabannya adalah: BAB normal tidak harus setiap hari. Yang penting jadwalnya teratur, dan konsistensi tinja tidak keras, 2 hari sekalipun tidak masalah.

Tergantung dari gerakan usus seseorang. Masing-masing orang berbeda:

  • Ada yang Slow Transit: BAB 2 hari sekali
  • Normal Transit: BAB setiap hari sekali
  • Fast Transit : BAB sehari bisa 2-3 kali.

Masih disebut normal, asalkan dengan jadwal teratur, dan konsistensi feses/tinja tidak keras.

*Pertanyaan kedua: Buah Apa yang no.1, untuk mengatasi konstipasi/ sembelit, atau susah BAB ini??

♥ Jawabannya adalah: Buah PEPAYA

konstipasi-jus-pepaya

*Kenapa buah pepaya??

♥ Karena buah pepaya mengandung enzim Papain dan serat yang dapat mengatasi susah BAB /sembelit. Penelitian membuktikan kandungan papain dalam buah pepaya bisa membunuh parasit yang mengganggu aktivitas pencernaan.

Minumlah Jus Pepaya 1 gelas tiap hari, atau makan buahnya langsung, sampai masalah konstipasi teratasi. Bisa dikombinasi dengan buah-buah lain yang juga mengandung serat.


Baiklah, mari kita ketahui beberapa point penting dari konstipasi, termasuk:

  • Penyebab Konstipasi
  • Cara Mencegah dan mengatasi konstipasi
  • dan Kapan sebaiknya Anda pergi ke dokter, jika mengalami kondisi sulit BAB/ konstipasi ini.

Konstipasi atau Sembelit adalah keadaan sulit/ susah buang air besar. Tidak hanya pada orang tua atau dewasa, bayi, dan anak kecil pun dapat mengalami kondisi sulit BAB ini.

Apabila Konstipasi ini dibiarkan, maka dapat menjadi suatu penyakit yang membahayakan. Kasus yang parah, misalnya: Feses/Tinja dapat keluar melalui mulut, ke saluran pernafasan, menimbulkan infeksi yang masif, bahkan kematian.

Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan.

konstipasi-sistem-pencernaan

Sistem Pencernaan secara urut, terdiri dari : MulutFaring Esofagus  Lambung (stomach) Usus Kecil (Small Intestine)  Usus Besar (Large Intestine/Kolon)  Rektum Anus

Kelainan pencernaan yang terjadi pada Konstipasi atau Sembelit adalah terjadi penurunan motilitas/ pergerakan/ gerakan peristaltik USUS.

Peristaltik: adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot pada saluran pencernaan, sehingga menimbulkan bising usus.

konstipasi-auskultasi

Dokter bisa mendengar bising usus melalui alat stetoskop.

Bising usus normalnya 5-30 kali/menit.

Pada pemeriksaan auskultasi dengan alat stetoskop di atas, Jika dokter mendengar bising usus kurang dari 5 kali per menit atau tidak ada sama sekali, maka diagnosa bandingnya adalah:

  • Konstipasi/ Sembelit
  • Peritonitis : Peradangan pada lapisan dinding perut/peritoneum, biasanya karena infeksi, misalnya:
  • Gangguan pencernaan lain, seperti Ileus, yaitu: Ileus Paralitik dan Ileus Obstruktik. Ini termasuk kasus dokter Spesialis Bedah.
    • Ileus adalah gangguan passage usus, di mana proses pengaliran makanan dan minuman dari mulut ke anus terganggu.
    • Ileus paralitik adalah keadaan abdomen/perut akut(=berlangsung cepat), berupa kembung/ distensi usus karena usus tidak dapat bergerak (mengalami dismolititas). Pasien tidak dapat buang air besar.
    • Ileus Obstruksi adalah gangguan passage usus, dikarenakan sumbatan, misalnya hernia, dan tumor.

Hasil foto Abdomen dari Ileus Paralitik adalah Herring Bone (gambaran seperti duri ikan)

konstipasi-ileus-paralitik

Gambaran Ileus paralitik: Distribusi udara merata diseluruh perut disertai pelebaran usus (tampak seperti herring bone/tulang ikan)

Hasil Foto Polos Abdomen dari Ileus Obstruktif adalah air fluid ladder.

konstipasi-air-fluid-ladder

Gambaran Ileus l: Gambaran adanya udara di usus yang menyerupai anak tangga ( air fluid ladder).

Tetapi Ileus obstruktif, awal prosesnya bising usus meningkat dahulu dikarenakan kontraksi usus meningkat untuk mencoba mengatasi sumbatan, namun kemudian/ makin lama bising ususnya menurun.

  • Jika peristaltik usus terdengar lebih dari normal/ lebih dari 30 kali per menit, Konsistensi tinja cair, BAB lebih dari 3 kali sehari. Kebalikan dari konstipasi, Pasien itu sedang mengalami diare atau mencret.

Selain auskultasi, pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan pada abdomen/perut adalah palpasi atau Perabaan.

Pada konstipasi , bisa teraba adanya massa/benjolan/sesuatu yang mengeras di perut kiri bawah. (tempat di mana feses yang mengeras tidak/kurang bisa didorong keluar melalui anus, hingga terbentuk suatu massa)

konstipasi-palpasi

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan, untuk memastikan apakah USUS BESAR ada Masalah atau tidak?? adalah KOLONOSKOPI.

konstipasi-kolonoskopi

Dengan kolonoskopi dokter dapat mengetahui melaui monitor: Apakah sumbatan dikarenakan kanker, perlengketan usus, polip/pertumbuhan jaringan abnormal pada usus. Apakah ada perlukaan, peradangan usus. Bahkan appendicitis pun bisa diketahui dengan kolonoskopi.

Kesimpulannya: Jadi untuk mendiagnosis adanya konstipasi dan apa penyebabnya, diperlukan langkah-langkah, seperti berikut:

  • 1. ANAMNESA : Apakah BAB kurang dari kali seminggu?? Feses atau tinjanya keras??
  • 2. Pemeriksaan Fisik :
    • Auskultasi: Apakah bising ususnya kurang dari 5 kali semenit??
    • Palpasi/ perabaan: Apakah teraba massa yang dicurigai feses yang mengeras di perut bawah??
  • 3. Pemeriksaan penunjang, misalnya : Foto Polos Abdomen, dan Kolonoskopi.

Jika sudah melalui Anamnesa Pemeriksaan Fisik Kalau diperlukan, Pemeriksaan Penunjang. maka didapatkan DIAGNOSIS konstipasi dan etiologi/penyebabnya.

Setelah diagnosis ditetapkan, barulah seorang dokter akan menganjurkan perlu atau tidaknya obat-obatan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit.

Biasanya saya menganjurkan ke pasien, untuk banyak makan buah dan sayuran (Karena serat berguna melancarkan BAB, karena membuat konsistensi feses tidak keras/ menjadi lunak), dan perbanyak minum air putih (minimal 2 liter per hari)

Jika sudah 3 hari lebih tidak BAB, dan memang konsistensi feses KERAS. Saya biasa resepkan pada orang dewasa, Lactulose syrup 30 cc/ml di waktu malam sampai feses menjadi lebih lunak.

Jika feses sudah tidak keras, maka Lactulose HARUS diSTOP.

Tetapi jika masih sembelit setelah 3 hari pengobatan dengan Lactulose syrup, maka dapat diberikan Bisacodyl (dikenal dengan nama dulcolax) 5 mg tablet di waktu malam, karena efek kerja obat dalam merangsang/ meningkatkan motilitas/gerakan dinding usus besar baru bekerja efektif setelah 6 jam.

Dapat diberikan juga Bisacodyl supositoria (dimasukkan ke anus) dengan dosis 10 mg. Harus dimasukkan ke anus seluruhnya. Diberikan pagi hari, karena bekerja cepat sekitar 30 menit setelah penggunaan.

Setelah BAB lancar, Pengobatan dihentikan.

Ingat!!. Penggunaan obat-obatan dalam hal konstipasi ini, sebaiknya berkonsultasi dahulu ke dokter. karena apabila malindikasi/ salah penggunaan, dapat berisiko mengganggu kerja saluran pencernaan.

Jika BAB masih tidak lancar/ sulit, Maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang yang lebih lengkap, seperti laboratorium darah, pemeriksaan tinja, foto polos abdomen, USG abdomen, Kolonoskopi, dan lain-lain (tergantung dari dokter yang memeriksa) untuk diketahui lebih detail penyebab konstipasi tersebut.

HATI-HATI jika ditemukan pasien konstipasi dengan gejala-gejala seperti berikut:

  • Feses atau tinja berdarah (curiga wasir/hemmoroid, dan perdarahan saluran cerna). Pada wasir, juga dapat ditemukan benjolan yang keluar dari dalam anus, apalagi saat mengejan/mengedan dengan keras saat BAB.
  • Penurunan Berat Badan yang tiba-tiba dan drastis (dicurigai keganasan atau kanker, misanya kanker kolon/usus besar).
  • Mengalami nyeri hebat/kolik di perut.
  • Tidak bisa kentut. Biasanya karena obstruksi atau sumbatan yang menyebabkan gas tidak keluar.

konstipasi-dewasa

Pasien konstipasi yang perlu dilakukan penanganan lebih lengkap, misalnya:

  • Pasien konstipasi dengan riwayat keluarga menderita kanker usus pun perlu diwaspadai,
  • Pasien konstipasi yang pernah mengalami masalah di bagian perut, misalnya : riwayat Hernia, riwayat appendicitis atau operasi usus buntu, Riwayat laparotomi/ bedah abdomen, dan lain-lain.
  • Pasien yang masih konstipasi, walaupun sudah menjalankan diet serat, minum cukup air putih, olahraga teratur, bahkan sudah mendapat pengobatan. NAMUN MASIH SULIT/ BELUM BISA BAB SELAMA 1 minggu atau lebih.
  • Ibu Hamil yang mengalami konstipasi
  • BAYI BARU LAHIR YANG TIDAK BAB SELAMA 2 x 24 JAM. Itu tidak normal. Harus dilakukan penanganan lebih lanjut.

Ingat, Konstipasi bisa menyerang siapa saja, Tetapi pada bayi, dan anak-anak terkadang mereka sulit mengutarakannya. Jadi pastikan mereka BAB dengan lancar dan teratur.

konstipasi-anak

Pada bayi yang konstipasi, pastinya dia sering menangis atau rewel. Pada anak-anak, karena sering menahan BAB (misalnya karena keseringan main), takut untuk BAB karena kesakitan (misalnya kalau fesesnya sudah keras), tidak berani memberitahukan ke orangtua.

Jadi sebagai orangtua, ajarkan pada anak bahwa BAB adalah sesuatu yang normal. Pastikan mereka BAB dengan baik, lancar, dan teratur dengan memberikan banyak serat dari buah-buahan, dan sayuran, serta minum air putih harus cukup.

Pasien-pasien konstipasi yang lebih berisiko untuk mengalami komplikasi, bisa langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan konstipasi secara menyeluruh.

Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.


*Mengapa Konstipasi atau sembelit, membuat feses/tinja menjadi keras??

♥ Karena Fungsi dari usus, salah satunya adalah menyerap air atau cairan. JADI SEMAKIN LAMA FESES/TINJA Berada di dalam usus, MAKA KONSISTENSINYA AKAN SEMAKIN KERAS.

Perhatikan diagram konsistensi tinja di bawah.

konstipasi-4

  • Type 4 adalah konsistensi tinja yang normal.
  • Type di atasnya (3,2,1) : Ke arah Konstipasi. Type 1 yang paling keras.
  • Type di bawahnya (5,6,7): Ke arah Diare : Type 7 yang paling encer.

*Apa yang terjadi jika tinja makin mengeras??

♥ Pengerasan tinja yang berlebihan, membuat BAB menjadi sulit karena tinja menjadi sukar dibuang atau dikeluarkan, dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat/kolik pada penderitanya.

Kotoran yang mengeras dapat menimbulkan iritasi/erosi, terutama pada daerah sekitar anus yang banyak terdapat pembuluh darah. Apabila pembuluh darah sekitar anus itu tergesek, dapat menyebabkan perdarahan di feses/tinja, dan berkomplikasi terjadinya hemoroid/wasir/ambeien.

konstipasi-wasir

Konstipasi menjadi Penyebab Kemunculan Wasir (Hemoroid)

Penyebab hemoroid dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya. Sebagian besar kondisi ini disebabkan:

  • Terlalu lama mengejan saat buang air besar. Terlalu semangat mengejan juga bisa ^-^ maksudnya terlalu kuat.
  • Konstipasi(kesulitan buang air besar secara teratur) jadi penyebab utama dari orang mengejan lebih kuat. Biasanya akibat dari kekurangan nutrisi serat di dalam makanan, kurang minum, kurang berolahraga —-> Feses menjadi keras —> Mengejan keras —-> Meningkatkan tekanan pembuluh darah Vena di sekitar anus

Penyebab konstipasi bisa kita jabarkan secara sederhana dalam beberapa point, diantaranya:

  • Usaha menahan BAB karena rasa nyeri misalnya karena hemoroid/wasir/ambeien.
  • Kurang olahraga, atau kurang melakukan gerak badan
  • Perubahan pola diet misalnya pada saat travelling
  • Konsumsi air dan serat yang kurang
  • Salah guna obat-obatan seperti pencahar atau antasida.
  • Pada lansia yang mengalami konstipasi, dikarenakan penurunan gerakan usus, penurunan kekuatan, dan tonus otot untuk mengejan. Hilangnya sensasi/rasa ingin BAB, karena gangguan persarafan.
  • Penyakit lain seperti hipotiroid, kelainan kongenital/bawaan di saluran pencernaaan, hingga kanker usus besar.

Penyebab tersering konstipasi, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:

konstipasi-penyebab

Cara mencegah konstipasi dengan beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menghindarinya, antara lain:

  • 1. Makan makanan tinggi serat (yang sudah pasti kita ketahui). Sumber serat antara lain adalah: buah-buahan, roti gandum utuh, atau sereal, dan sayuran.
    • Serat dalam makanan akan membentuk massa kotoran (feces) sehingga mengembang dan mudah dikeluarkan.
  • 2. Minum minimal 8 gelas air sehari/ minimal 2 liter sehari, kecuali anda memiliki kondisi medis yang mengharuskan anda membatasi asupan cairan, misalnya gagal ginjal.
  • 3. Minuman seperti kopi dan teh memiliki efek dehidrasi sehingga harus dihindari hingga pola defekasi/BAB anda sudah normal.
  • 4. Olahraga teratur dapat memperlancar metabolisme sistem pencernaan, sehingga BAB lancar.
  • 5. Jangan terlalu sering menahan BAB.

Ingat!!. Jangan sembarang menggunakan pencahar tanpa konsultasi dengan dokter karena dapat mengganggu kerja sistem pencernaan, dan bisa memperberat konstipasi yang anda alami.

Apabila konstipasi berlanjut, segera hubungi dokter. 🙂

Terimakasih sudah membaca artikel mengenai konstipasi/sembelit ini sampai selesai. Kiranya pengetahuan medis yang ada, dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Nantikan artikel kami selanjutnya. 🙂

Artikel terkait:

♥ Cuci Darah Untuk Gagal Ginjal

♥ Penyakit diare atau mencret : Petunjuk Resepnya

♥ Artikel Kesehatan Hipotiroid dan Penyakit Hashimoto

♥ Kanker : Tanya Jawab santai seputar Kanker

♥ Olahraga itu PENTING

♥ Artikel Kesehatan seputar wasir atau ambeien atau hemoroid

♥ Benarkah Makan Biji Cabai dan Biji Jambu Batu mengakibatkan radang usus buntu?? Haruskah sakit usus buntu dioperasi?? Temukan Jawabannya.

♥ Penyakit Hernia atau Turun Berok : Hati-Hati Penipuan Obat Tradisional

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin