Kanker Tiroid adalah kanker atau pertumbuhan sel yang tidak normal, dan terjadi di dalam kelenjar tiroid.

Untuk mempelajari prinsip dasar tentang kanker, Anda dapat membaca artikel kami tentang Kanker: Tanya Jawab Santai Seputar Kanker.

Dan untuk mempelajari secara khusus tentang Apa itu Hipertiroid dan Hipotiroid. Apa Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid, Anda dapat membaca artikel kami:

Artikel mengenai kanker tiroid ini dibuat untuk melengkapi informasi dan pengetahuan pembaca khususnya untuk komunitas pasien tiroid.


Walaupun kasusnya tidak sebanyak kasus kanker lainnya seperti: Kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru. Namun kanker tiroid ini termasuk jenis keganasan kelenjar endokrin (hormonal) yang paling sering ditemukan.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lainnya.

Kanker tiroid karena merupakan keganasan yang terjadi di dalam kelenjar tiroid, TENTU SAJA BERHUBUNGAN ATAU DAPAT MEMPENGARUHI AKTIFITAS HORMONAL KELENJAR TIROID. BISA TERJADI HIPERTIROID ATAU HIPOTIROID BESERTA GEJALA-GEJALANYA. Tetapi bisa juga normal.


ANAMNESIS GEJALA, DAN PEMERIKSAAN FISIK

Pasien yang menderita kanker atau karsinoma tiroid biasanya datang dengan nodul soliter (Benjolan padat yang berbatas tegas). Bisa diraba di area leher depan.

PADA KANKER TIROID, GEJALA YANG DIALAMI PASIEN LEBIH KHAS dibandingkan hipertiroid dan hipotiroid, YAITU:

  • Muncul nodul/ benjolan di area leher depan dan sekitarnya. Gambaran dari keganasan tiroid biasanya berupa nodul yang padat, keras, tidak rata, dan terfiksir/tidak bergerak
  • Sakit pada tenggorokan dan bagian leher
  • Perubahan pada suara. Suara menjadi serak dan tidak membaik
  • Sulit menelan (=disfagia)
  • Susah nafas
  • Batuk
  • Tubuh lemas dan nafsu makan berkurang
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher (=limfadenopati servikal)

TETAPI HARUS SELALU DIINGAT ! Pada tahapan awal, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala, bahkan cenderung tidak ada gejala sama sekali. Namun, jika sudah memasuki tahap lanjutan, kanker tiroid seringkali ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, lebih tepatnya di bawah jakun. Karena itu biasanya pasien datang ke dokter sudah dalam keadaan yang lanjut/ parah.

Jadi jika Anda mengalami masalah terutama pada kelenjar tiroid Anda, Anda harus langsung berkonsultasi dengan dokter sebelum terlambat. Anda dapat membaca artikel ini terlebih dahulu:

Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid serta anjuran Menu Dietnya

Untuk mengetahui secara ringkas definisi, penyebab, anamnesis gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, juga pengobatan dari hipertiroid dan hipotiroid berserta anjuran menu dietnya.


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Keganasan tiroid bisa terjadi pada keadaan fungsi tiroid yang normal, hipertiroid, dan hipotiroid. Karena itu pemeriksaan laboratorium darah wajib dilakukan untuk mengetahui adanya:

  • Hipertiroid : Berlebihnya hormon tiroid seperti Triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4), disertai penurunan TSH (Tyroid Stimulating Hormone)
  • Hipotiroid : Kurangnya hormon tiroid seperti Triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4), disertai kenaikan TSH (Tyroid Stimulating Hormone)
  • Bisa juga normal

Pemeriksaan penunjang yang wajib dilakukan selain laboratorium darah, adalah ultrasonografi (USG) untuk mengetahui gambaran radiologis/ pencitraan tiroid, dan juga sebagai alat untuk mendiagnosis kelainan-kelainan pada kelejar tiroid termasuk kanker tiroid.

Kanker Tiroid - Alodokter

Pemeriksaan Penunjang yang paling efektif dalam diagnosis kanker tiroid adalah Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH/ Fine Needle Aspiration Biopsy) untuk membedakan apakah nodul/ benjolan itu jinak atau ganas.

Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) juga digunakan untuk membedakan jenis karsinoma/ kanker tiroid, apakah karsinoma papiler, medular, atau anaplastik. Tetapi untuk jenis karsinoma folikuler perlu pemeriksaan histopatologi tambahan.

Ada juga pemeriksaan tiroglobulin serum sebagai petanda keganasan. Bila kadar tiroglobulin serum meningkat mengindikasikan kemungkinan adanya tumor atau kanker tiroid. Kalsitonin dan TSH juga dapat diperiksa untuk menunjukkan adanya tanda keganasan.


Faktor Risiko Kanker Tiroid

Penyebab kanker tiroid adalah multi faktor atau tidak secara spesifik diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid, antara lain:

  • Riwayat keluarga yang pernah mengidap kanker tiroid
  • Biasanya kanker tiroid diderita oleh mereka yang berusia 35 tahun ke atas, dan bagi wanita lebih berisiko 2-3 kali lipat dibanding pria.
    • Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi atau ketika sedang hamil.
  • Pernah mengalami kista/adanya benjolan berisi cairan pada payudara
  • Gangguan tiroid (peradangan, iritasi, pembengkakan)
  • Obesitas merupakan salah satu yang berisiko menderita penyakit ini
  • Penderita gangguan pencernaan akibat kelainan gen familial adenomatous polyposis (FAP) lebih berisiko mengalami kanker tiroid
  • Akromegali (kelebihan hormon pertumbuhan)
  • Mereka yang mengalami hipertiroid┬ámaupun hipotiroid

Perlu diketahui bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita kanker tiroid. Pada banyak kasus, beberapa orang yang menderita kanker tiroid juga tidak mengalami faktor risiko di atas.

Pengobatan Kanker Tiroid

Jenis pengobatan kanker tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang diderita.

Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid:

  • Operasi

    • Pasien yang mengalami kanker tiroid, biasanya dianjurkan untuk dilakukan tiroidektomi total (Mengangkat keseluruhan kelenjar tiroid). Karena mengurangi risiko penyebaran kanker dan kekambuhan dibandingkan hemitiroidektomi (Mengangkat sebagian kelenjar tiroid). Tapi tentu saja harus berdasarkan pertimbangan dokter
    • Pasien yang telah menjalani operasi tiroidektomi total akan mengalami keadaan hipotiroid. Dokter akan memberikan terapi pengganti hormon seumur hidup seperti levothyroxine (contoh: Levothroid, Synthroid) merk dagang Euthyrox tablet, untuk menormalkan kembali kadar hormon
  • Terapi ablasi iodium radioaktif

    • Pengobatan ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah agar tidak muncul lagi setelah menjalani operasi
    • Efek samping yang mungkin terjadi akibat prosedur ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah
  • Radioterapi

    • Radioterapi adalah penggunaan radiasi untuk menghancurkan sel kanker atau merusak sel tersebut sehingga tidak dapat bermultiplikasi lagi
  • Kemoterapi

    • Pasien akan diberikan obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker
    • Kemoterapi bisa memperlambat perkembangan kanker dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid

Setelah pengobatan, kanker tiroid dapat muncul kembali atau kambuh. Hal ini bisa terjadi karena sel-sel kanker sudah menyebar hingga ke luar kelenjar tiroid. Atau memang masih ada sisa jaringan kelenjar tiroid yang abnormal setelah dilakukan operasi dan terapi lainnya.

Dokter akan menganjurkan pasien melakukan tes laboratorium darah dan pemeriksaan penunjang tiroid lainnya secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda kekambuhan.

Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai kanker tiroid. Saya berharap informasi ini dapat dibagikan dan melengkapi pengetahuan pembaca khususnya komunitas pasien tiroid. Terimakasih.

Artikel-artikel terkait lainnya:

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn