Kanker payudara adalah kanker/ tumor ganas yang menyerang jaringan payudara..

* Apa itu Kanker ??

♥ Kanker adalah suatu penyakit di mana terjadi pertumbuhan abnormal dari sel.

Dalam keadaan normal, sel yang mati dan tumbuh dalam keadaan seimbang. TETAPI pada kanker: Terjadi “excess”atau berlebih.

Jadi pada kanker terjadi: sel yang tumbuh lebih banyak daripada sel yang mati.. kita sebut pertumbuhan yang abnormal.

Saya rekomendasikan juga membaca pemahaman dasar mengenai kanker. Tinggal klik.

* Apa semua benjolan pada area payudara sudah pasti kanker ??

♥ Sebenarnya SEMUA benjolan yang tidak normal di tubuh kita, disebut tumor

Tetapi berdasarkan mekanisme atau proses yang terjadi nanti, benjolan itu tumbuh menjadi 2 hal yang berbeda:

  • TUMOR JINAK
  • dan TUMOR GANAS

TUMOR GANAS itulah yang kita sebut sebagai KANKER.

♥ Jadi jika menemukan benjolan di area payudara, jangan khawatir dulu. Belum tentu itu kanker atau tumor ganas.

Kenyataannya 80 PERSEN BENJOLAN DI AREA PAYUDARA ADALAH TUMOR JINAK. 20 PERSENNYA SAJA YANG TUMOR GANAS ATAU KANKER. Namun Anda tetap perlu waspada..

Kanker payudara adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil.

Kanker payudara merupakan jenis kanker pembunuh nomor dua wanita Indonesia setelah kanker serviks (kanker mulut atau leher rahim). Oleh karenanya penyakit ini perlu diwaspadai.

Menurut WHO setiap tahun ada 700.000 wanita di seluruh dunia yang meninggal karena penyakit kanker payudara ini.

Mendeteksi secara dini penyakit ini akan memperbesar kemungkinan hidup penderitanya


Sel : unit fungsional dan struktural terkecil pembentuk tubuh makhluk hidup.

Kumpulan Sel membentuk  jaringan ⇒ organ ⇒ sistem organ ⇒ organisme/makhluk hidup

Jaringan payudara terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu), dan jaringan penunjang payudara.

kanker payudara 2 anatomi 2

Pada umumnya jaringan payudara yang terkena kanker diawali dengan tumbuhnya benjolan. Bagi wanita harus menyadari akan benjolan yang timbul di area payudara.

Ciri-ciri kanker payudara pada awalnya dapat dirasakan dengan adanya benjolan dan rasa nyeri.

Letak benjolan kanker payudara yang sering ditemukan adalah pada bagian luar atas yaitu disekitar area lengan dan ketiak.

Jadi rabalah juga area lengan, dan ketiak saat melakukan pemeriksaan payudara.

Deteksi Dini kanker Payudara

Timbulnya benjolan pada daerah payudara dapat merupakan indikasi kemungkinan adanya  kanker payudara.

Setiap kali menemukan adanya:

  • Benjolan di sekitar area payudara, lengan, dan ketiak,
  • Nyeri di sekitar area payudara, lengan, dan ketiakatau
  • Sesuatu yang tidak biasa, seperti;
    • perubahan bentuk dan warna payudara,
    • dari puting keluar cairan seperti darah atau nanah.

kanker payudara ciri 2

SEGERA periksakan lebih lanjut ke rumah sakit atau dokter.

Sekali lagi,

Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyebar.

Lakukanlah SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk mendeteksi secara dini jika ada kelainan di payudara.

kanker payudara 3

kanker payudara 4

kanker payudara 5

kanker payudara 6

kanker payudara 7

kanker payudara 8

Dianjurkan agar pemeriksaan dilakukan 1 bulan sekali setelah menstruasi kira-kira 4-7 hari setelah menstruasi.

Jika sudah menopause. Maka pemeriksaan tetap dilakukan sebulan sekali, dengan tanggal yang sama.

kanker payudara 9

Gejala-Gejala Kanker payudara:

  1. Satu sisi payudara terasa nyeri, atau satu sisi punggung terasa pegal, dan tidak nyaman.
  2. Di bagian payudara teraba ada benjolan sebesar kacang.
  3. Kulit pada benjolan tersebut menonjol.
  4. Kulit di bagian dada mencekung atau keriput.
  5. Puting susu menjadi erosi atau asimetris.
  6. Kulit di bagian payudara menjadi tebal dan kasar, serta pori-pori membesar.
  7. Puting susu ada cairan (nipple discharge), cairan berdarah.

kanker payudara gejala adobe

Anda mungkin juga akan mengalami gatal-gatal dan muncul ruam/ kemerahan di sekitar puting Anda.

Pada bagian ketiak Anda, bisa juga muncul benjolan atau pembengkakan.

Tanda-tanda dan gejala di atas perlu Anda waspadai dan usahakan untuk menanyakan pada dokter untuk memastikan kondisi yang Anda alami.

Diagnosis kanker payudara

Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter.

Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi diagnosis kanker payudara.

Jika menemukan benjolan pada payudara Anda, dokter akan menganjurkan beberapa prosedur untuk memastikan apakah Anda menderita kanker payudara atau tidak.

Prosedur tersebut adalah:

  • Mamografi. Pemeriksaan dengan mamografi umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kanker.

kanker payudara mamografi

  • USG. Jenis pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbentuk tumor padat atau kista (= Bukan kanker, tapi berbentuk kantong berisi cairan)

usg mammae

  • Biopsi. Pemeriksaan ini meliputi proses pengambilan sampel sel-sel payudara dan mengujinya untuk mengetahui apakah sel-sel tersebut bersifat kanker.
    • Melalui prosedur ini, sampel biopsi juga akan diteliti untuk mengetahui jenis sel payudara yang terkena kanker, keganasannya serta reaksinya terhadap hormon.

biopsi mammae

  • Pemeriksaan yang lebih canggih adalah :
    • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    • PET (Positron Emission Tomography)

kanker payudara mri pet

Saat didiagnosis positif mengidap kanker, Anda memerlukan sejumlah pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui stadium dan tingkat penyebaran kanker. Di antaranya:

  • CT scan (Computer Tomography), MRI,  atau PET.
  • Rontgen dada.
  • Pemeriksaan tulang untuk mengecek apakah kanker sudah menyebar ke tulang.
  • Biopsi kelenjar getah bening (noda limfa) di ketiak.
    • Jika terjadi penyebaran kanker, kelenjar getah bening pertama yang akan terinfeksi adalah noda limfa sentinel.
    • Lokasinya bervariasi jadi perlu diidentifikasikan dengan kombinasi isotop radioaktif dan tinta biru.

Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang akan menunjukkan reaksi kanker pada jenis-jenis pengobatan tertentu. Di antaranya:

Pemeriksaan HER2

Kanker yang dirangsang oleh protein, disebut dengan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2), dapat ditangani dengan obat-obatan yang memblokir efek HER2. Jenis pengobatan ini disebut terapi biologis atau molekul.

Pemeriksaan reseptor hormon

Pertumbuhan sel kanker payudara juga mungkin dipicu oleh hormon alami tubuh, misalnya estrogen dan progesteron. Sampel sel kanker akan diambil dari payudara dan diuji untuk melihat reaksinya pada estrogen atau progesteron.

Jika hormon menempel pada sel kanker, yaitu pada reseptor hormon, sel tersebut akan disebut sebagai reseptor hormon positif.

Stadium Kanker Payudara

Stadium menjelaskan ukuran kanker dan tingkat penyebarannya.

Dokter akan menentukan stadium kanker setelah Anda didiagnosis positif terkena kanker.

Pada stadium 1

Ukuran tumor kurang dari 2 cm. Tumor tidak menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan tidak ada tanda-tanda penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 2

Ukuran tumor 2-5 cm atau tidak ada penyebaran ke kelenjar getah bening, atau keduanya. Tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 3

Ukuran tumor 2-5 cm. Tumor mungkin menempel pada kulit atau jaringan di sekitar payudara. Kelenjar getah bening di ketiak terinfeksi, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 4

Tumor dengan segala ukuran dan sudah menyebar ke bagian lain tubuh (metastasis), Bisa menyebar ke paru-paru, tulang, dan lain-lain.

Stadium Rentang penyebaran Tingkat bertahan hidup rata-rata (%)
0 Kanker non invasif 90%
I Kanker invasif kecil (kurang dari 2 cm tanpa invasi kelenjar getah bening) 70%
II Kanker invasif (antara 2-5 cm dengan invasi kelenjar getah bening) 60%
III kanker invasif besar (lebih dari 5 cm dengan invasi kulit) 40%
IV Kanker yang menyebar atau metastasis ke jaringan atau organ lain 20%

Semakin cepat didiagnosa dan diterapi, maka Tingkat bertahan hidup rata-ratanya akan semakin besar.

Usia 40 tahun ke atas dengan resiko tinggi terkena kanker, ada baiknya melakukan USG Mammae/payudara, dan Mamografi setiap tahun.

kanker payudara mamo

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) wajib dilakukan sebulan sekali untuk semua wanita.

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor risiko adalah apa yang membuat seseorang lebih mungkin akan mendapatkan penyakit tertentu.

Tapi bukan berarti jika ada faktor risiko tersebut, seseorang pasti terkena kanker. 🙂

Faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara meliputi:

  • Gender perempuan.

Perempuan lebih mungkin mengalami kanker payudara dibanding pria.

  • Usia.

Risiko kanker payudara meningkat seiring usia. Wanita yang lebih tua dari 55 memiliki risiko lebih besar daripada wanita yang lebih muda.

  • Sudah pernah kena kanker payudara.

Jika Anda sudah pernah menderita kanker payudara pada satu payudara, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker pada payudara satunya.

  • Riwayat kanker payudara pada keluarga.

Jika Anda memiliki seorang ibu, saudara perempuan atau anak perempuan dengan kanker payudara, Anda memiliki kesempatan lebih besar didiagnosis menderita kanker payudara.

Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga.

  • Mewarisi gen yang meningkatkan risiko kanker.

Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Mutasi gen yang paling umum disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2. Gen ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker lainnya.

  • Paparan radiasi.

Jika Anda menerima perawatan radiasi untuk dada sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari.

  • Obesitas.

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara karena jaringan lemak memproduksi estrogen yang dapat membantu pertumbuhan kanker.

berat badan 12

Cara Pintar menurunkan dan menaikkan Berat Badan dengan Perhitungan Kalori

  • Mulai mens / haid pada usia yang lebih muda.

Mulai Mens / haid sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.

menstruasi 3

Menstruasi atau haid update : Pubertas Wanita

  • Mulai menopause pada usia yang lebih tua.

Jika Anda mulai menopause setelah usia 55 tahun, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara.

  • Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua.

Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

  • Terapi hormon pascamenopause.

Wanita yang mengkonsumsi obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda-tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

  • Minum alkohol.

Minum alkohol meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli merekomendasikan tidak lebih dari satu gelas beralkohol sehari untuk wanita.

Budidaya hidup sehat akan menjauhkan kita dari kemungkinan terjadinya kanker.

Pola Hidup Sehat yang dianjurkan oleh WHO secara sederhana, yaitu:

  1. Cegah Infeksi
  2. Hindari Tembakau atau rokok
  3. Hidup seimbang, jadi cukup olahraga, dan sebagainya.

Kalau kita jabarkan lebih luas lagi, sebenarnya bisa dibagi lagi:

  1. Hindari stress. Karena percuma.. Walaupun kita sudah berbuat apa saja, tetapi hidupnya penuh dengan stress maka akan terjadi imbalance (ketidak seimbangan) hormonal yang akhirnya akan memicu terjadinya kanker.
  2. Aktifitas seimbang. Jangan lupa untuk selalu melakukan olahraga. Contoh sederhana: Biasakan pakai tangga daripada lift.
  3. Perhatikan Makanan. ♦ JAUHI alkohol, tembakau atau rokok, pengawet, pewarna, penyedap rasa atau MSG. ♦ Perbanyak konsumsi serat (sayur dan buah). ♦ Mulai dikurangi protein hewani yang dibudidaya. Jadi Back to nature, Bisa dianjurkan makan ikan, dan protein nabati: tempe, tahu.

Bagaimana memulai strategi pengobatan pada pasien Kanker Payudara??

♥ Untuk memulai strategi pengobatan, Stadium kanker harus ditetapkan dulu baru diobati. Misalnya: kanker payudara. Stadium berapa ??

Untuk menentukan stadium dari kanker payudara, bukan hanya di payudaranya saja, tetapi diperiksa juga daerah-daerah yang biasa dihinggapi oleh kanker tersebut (bermetastasis atau menyebar) , misalnya: periksa juga Hati/liver, paru-paru, tulang.

Ada pemeriksaan-pemeriksaan standart yang harus dilalui. Setelah ditentukan stadium dari kanker itu, barulah kita menentukan strategi pengobatan.

Stategi pengobatan pada kanker ini, pilar yang besar ada 3:

  • 1.Sesuatu yang berbau bedah. Misalnya Mastektomi.
    • Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara
  • 2. Sesuatu yang sifatnya terapi sistemik (Pengobatan yang mengenai seluruh badan, misalnya kemoterapi, targeting terapi, hormonal terapi)
    • Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh.
  • Yang berbau radiasi, Yaitu menggunakan sinar peng-ion.
    • Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi.

Kapan digunakan strategi pengobatan 1, atau 2, dan 3 ??

♥ Tergantung stadiumnya, Tergantung jenis kankernya, tergantung  lokasi kankernya. Jadi tidak bisa dipaksakan, bahwa setiap pasien akan mendapatkan strategi pengobatan yang sama.

♥ Pesannya yang utama adalah:

  • Lakukanlah Deteksi dini kanker payudara dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebulan sekali. Jika menemukan Tanda-tanda kanker payudara, Segeralah periksa ke dokter atau Rumah Sakit.

kanker payudara tanda

  • Jika terdiagnosa kanker, maka cepatlah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan strategi pengobatan yang teruji dan tepat guna. Karena semakin cepat pasien kanker memulai pengobatan, maka prognosis atau perjalanan penyakitnya akan semakin gampang ditangani dan disembuhkan.
  • Lakukan kontrol atau follow up, karena kanker yang sudah diobati, dan dinyatakan sembuh pun,  dapat terjadi kekambuhan lagi, Maka sebaiknya memeriksakan diri paling tidak 1 tahun sekali sesuai petunjuk dokter yang menangani.

kanker payudara end

Artikel terkait:

♥Kanker : Tanya Jawab santai seputar Kanker

♥Petunjuk Supaya Tidak Terkena Kanker Serviks seperti yang dialami Jupe (Julia Perez). Pesan Penting dari Jupe untuk Semua Wanita

♥Cara Pintar menurunkan dan menaikkan Berat Badan dengan Perhitungan Kalori

♥Menstruasi atau haid update : Pubertas Wanita

BAHAYA MEROKOK !!

Artikel Kesehatan terbaru : Korban Tewas Miras Oplosan di Yogyakarta bertambah menjadi 26 orang

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin