Hubungan dokter dengan pasien adalah hubungan yang unik, berbeda, dan istimewa.

  • dokter sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan pasien sebagai penerima pelayanan kesehatan.
  • dokter yang pakar dan pasien yang awam,
  • dokter yang sehat dan pasien yang sakit.

hubungan dokter dengan pasien

Dokter (dari bahasa latin yang berarti “guru”) adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran.

Kata pasien dari bahasa Indonesia analog dengan kata patient dari bahasa Inggris. Patient diturunkan dari bahasa Latin yaitu patiens yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja pati yang artinya “menderita”. Pasien atau penderita adalah seseorang yang menerima perawatan medis. Sering kali, pasien menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya

Hubungan dokter dengan pasien ini biasa disebut perjanjian terapeutik. Hubungan terapeutik dalam dunia kedokteran merupakan hubungan interaksi yang mempunyai sifat menyembuhkan serta dilandasi oleh nilai-nilai kepercayaan dan  nilai-nilai kekeluargaan.

Hubungan dokter dengan pasien

Hubungan dokter dengan pasien akan terjalin dengan baik apabila keduanya mengerti hak dan kewajiban masing-masing.

Hak dan Kewajiban Pasien

hubungan dokter dengan pasien

♥ Adapun beberapa kewajiban yang harus pasien tunaikan agar membantu proses pengobatan yang dilakukan dan mencapai hasil pengobatan yang optimal, antara lain :

  1. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib di klinik/rumah sakit.
  2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya.
  3. Pasien berkewajiban memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat.
  4. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk memberi semua imbalan/ membayar atas jasa pelayanan rumah sakit/ dokter.
  5. Kewajiban untuk membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa demi keamanan dan keselamatan.
  6. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang, obat, dan/atau jasa.
  7. Memberikan informasi lengkap tentang perjalanan penyakit, pengobatan yang sudah diperoleh, berapa lama menderita sakit, perubahan fisik, mental, tindakan pengobatan dan perawatan yang lalu.
  8. Bersedia diperiksa dalam kaitannya penegakan diagnosis, menentukan prognosis ke depan.
  9. Mematuhi nasehat dokter untuk mengurangi penderitaan akibat penyakit dan bersedia untuk berpartisipasi menjaga kesehatannya.
  10. Menjaga kehormatan profesi dokter.
  11. Kewajiban memberi kesempatan cukup agar dokter dapat bekerja  dengan baik.

♥ Selain kita mengerti yang menjadi apa saja yang menjadi kewajiban pasien, maka ada pula beberapa hak yang dimiliki pasien, yaitu:

  1. Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien.
  2. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit
  3. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
  4. Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yang bermutu sesuai dengan standar profesi kedokteran/kedokteran gigi dan tanpa diskriminasi.
  5. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  6. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang  profesional dalam menentukan pendapat klinis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.
  7. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya, sepengetahuan dokter yang merawat.
  8. Pasien berhak atas “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.
  9. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi:
    • Penyakit yang diderita atau diagnosa penyakit
    • Tindakan medik apa yang hendak dilakukan.
    • Kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya.
    • Alternatif terapi lainnya.
    • Prognosanya (prediksi dari kondisi pasien di masa datang, dengan penyakit yang telah dideritanya)
    • Perkiraan biaya pengobatan.
  10. Pasien berhak menyetujui/memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.
  11. Pasien berhak menolak tindakan medis yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
  12. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
  13. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
  14. Pasien berhak atas keamanan/keselamatan/kenyamanan agar terhindar dari risiko, efek samping atau hal-hal yang merugikan pasien selama dalam perawatan dokter.
  15. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya.
  16. Mengenal identitas dokternya. Pasien agar memahami karakter dokter dan memilih dokter yang bersahabat.
  17. Hak memperoleh pelayanan yang berkesinambungan, sebagai follow up pelayanan, evaluasi.
  18. Memperoleh perlindungan keamanan (patient safety) semenjak saat dokter telah mempersilahkan pasien untuk duduk/dokter siap memeriksa sampai selesai pelayanan.

Hak dan Kewajiban Dokter

hubungan dokter dengan pasien

♥ Dalam menjalankan profesinya dokter harus memiliki kecerdasan moral, kearifan intelektual dan kesadaran spiritual. Di samping itu dokter mempunyai kewajiban, antara lain :

  1. Dokter wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara dokter tersebut dengan rumah sakit.
  2. Dokter wajib mengadakan perjanjian tertulis dengan pihak rumah sakit.
  3. Dokter wajib merujuk pasien ke dokter lain/rumah sakit lain yang mempunyai keahlian/kemampuan yang lebih baik, apabila ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.
  4. Dokter wajib memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
  5. Dokter wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk memutuskan apakah ia akan menerima atau menolak tindakan medik yang akan diberikan
  6. Dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang penderita, bahkan juga setelah penderita itu meninggal dunia.
  7. Dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya.
  8. Dokter wajib memberikan informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medik yang bersangkutan serta resiko yang dapat ditimbulkannya.
  9. Dokter wajib membuat rekam medis yang baik secara berkesinambungan berkaitan dengan keadaan pasien.
  10. Dokter wajib terus-menerus menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran/kedokteran gigi.
  11. Dokter wajib memenuhi hal-hal yang telah disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya.
  12. Dokter wajib bekerja sama dengan profesi dan pihak lain yang terkait secara timbal-balik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
  13. Dalam diagnosis dan pengobatan dokter mempunyai tanggung jawab paling besar. Seorang dokter dan tenaga kesehatan lainnya wajib melakukan upaya yang terbaik untuk senantiasa memberi pelayanan yang terbaik, mendahulukan kepentingan pasiennya, profesional dan akuntabel.
  14. Dokter mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan fisik, rohani dan spiritual dengan istirahat cukup untuk memulihkan kondisi fisik, rohani dan spiritual.
  15. Dokter wajib memberikan pelayanan yang berkualitas, senantiasa wajib belajar, meningkatkan pengetahuannya, ketrampilan dan menjaga mutu kompetensinya.

♥ Selain memiliki tanggung jawab, dokter juga memiliki hak-hak yang dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan, hukum, dan personal individu sebagai manusia. Adapun hak-haknya, yaitu sebagai berikut:

  1. Dokter berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
  2. Dokter berhak untuk bekerja menurut standar profesi serta berdasarkan hak otonomi. (Seorang dokter, walaupun ia berstatus hukum sebagai karyawan RS, namun pemilik atau direksi rumah sakit tidak dapat memerintahkan untuk melakukan  sesuatu tindakan yang menyimpang dari standar profesi atau keyakinannya).
  3. Dokter berhak untuk menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, profesi dan etika.
  4. Dokter berhak menghentikan jasa profesionalnya kepada pasien apabila misalnya hubungan dengan pasien sudah berkembang begitu buruk sehingga kerjasama yang baik tidak mungkin diteruskan lagi, kecuali untuk pasien gawat darurat dan wajib menyerahkan pasien kepada dokter lain.
  5. Dokter berhak atas privasi (berhak menuntut apabila nama baiknya dicemarkan  oleh pasien dengan ucapan atau tindakan yang melecehkan atau memalukan).
  6. Hak rehabilitasi nama baik jika apa yang dituduhkan pasien sebagai malpraktek, terbukti tidak benar di pengadilan.
  7. Dokter berhak untuk mendapat imbalan atas jasa profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian dan atau ketentuan/peraturan yang berlaku di RS.
  8. Dokter berhak mendapat informasi lengkap dari pasien yang dirawatnya atau dari keluarganya.
  9. Dokter berhak atas informasi atau pemberitahuan pertama dalam menghadapi pasien yang tidak puas terhadap pelayanannya.
  10. Dokter berhak untuk diperlakukan adil dan jujur, baik oleh rumah sakit maupun oleh pasien.
  11. Dokter dapat memberikan jasa pelayanan kesehatan tanpa persetujuan pasien jika itu dalam keadaan gawat darurat untuk keselamatan pasien. Misalnya dalam keadaan pasien syok atau tidak sadar, dan harus segera ditolong.

——————————————————–

Hubungan dokter dengan pasien adalah kemitraan sehingga penting memahami hak dan kewajiban satu sama lain. Hubungan dokter dengan pasien terbilang berbeda dan istimewa. Salah satunya perihal penangangan pasien di mana dokter tidak menjanjikan kesembuhan namun upaya terbaik untuk menyembuhkan pasien.

hubungan dokter dengan pasien

Saya juga ingin men-share atau membagikan artikel dari kolega saya, dr. Wahyu Triasmara dengan judul “Pada Era BPJS Dokter dan Pasien Harus Ekstra Sabar” .

BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tak ada gading yang tak retak. Memang harus dimengerti bahwa sistem BPJS yang ada sekarang juga memiliki banyak kekurangan yang harus segera dikoreksi untuk menunjang pelayanan medis yang ideal bagi kita semua. Harus win-win solution, baik untuk:

  • Pemerintah,
  • Pasien peserta BPJS,
  • Juga dokter, perawat, tenaga medis, serta pihak rumah sakit selaku pihak penyedia layanan kesehatanhubungan dokter dengan pasien

Hubungan dokter dengan pasien akan berjalan dengan baik apabila ada kepercayaan yang terjalin, saling memahami, dan mengerti akan hak dan kewajiban masing-masing.

Terima kasih sudah membaca artikel di www.petunjuksehat.com . Website ini selalu kami update untuk memberikan pemahaman akan kesehatan dan penampilan diri, dengan bahasa yang mudah dimengerti, bahkan oleh orang awam sekalipun. Salam Sehat Selalu.

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin