Apakah Anda sering 4 P (Pusing, Pucat, Pingsan, Palpitasi/Jantung berdebar) ? 3 L (Lemah, Letih, Lesu) ?. Patut dicurigai Anda menderita Hipotensi (=tekanan darah rendah), Atau mungkin Anemia (Kurang darah/ Hemoglobin kurang dari normal).

Banyak orang awam salah menganggap hipotensi sebagai kurang darah. Dalam artikel ini, saya coba meluruskannya. Silakan dibagikan/dishare artikel ini, apabila bermanfaat. Terima kasih. Saya akan membahas dahulu secara singkat, apa itu Anemia.

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah.

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel, jaringan tubuh.

hipotensi 2

Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang. Dipengaruhi oleh beberapa faktor pembentuk utama, yaitu:

Kekurangan salah satu faktor, dapat menyebabkan terjadi anemia. Selain itu, juga dipengaruhi:

Yang paling kelihatan dari gejala anemia, selain gejalanya mirip dengan hipotensi, yaitu: 4 P (Pusing, Pucat, Pingsan, Palpitasi/Jantung berdebar) , dan 3 L (Lemah, Letih, Lesu), adalah ditemukannya Conjunctiva Anemia.

hipotensi anemia

Untuk membuktikan ternyata Anda Anemia, perlu dilakukan pemeriksaan Laboratorium darah, yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin.

anemia hipotensi

Di bawah Batas Nilai hemoglobin, disebut Anemia.


Gejala-gejala Hipotensi sering mirip dengan Anemia. Namun yang menurut saya cukup khas adalah : Pada orang yang hipotensi/tekanan darah rendah, jika dalam keadaan tidur atau duduk lama, TIBA-TIBA BERDIRI, maka gejala-gejala 4P, dan 3 L itu sering timbul, disertai penglihatan kabur/berkunang-kunang, kadang mual. Inilah yang dinamakan Hipotensi Ortostatik.

Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba saat berubah posisi dari tidur ke posisi duduk atau tegak. Jadi anjuran untuk orang yang cenderung hipotensi, adalah dari posisi tidur duduk berdiri, Lakukanlah dengan perlahan-lahan, Jangan Tiba-tiba.

Apabila Anda merasa menderita Tekanan darah rendah?? Coba buktikan dengan alat yang disebut Sphygmomanometer/ Tensimeter.

hipotensi 1

Untuk mengetahui kriteria batas tekanan darah:
Tekanan darah Tekanan darah dalam mmHg
Hipotensi (tekanan darah rendah) < 90/60 mmHg
Normal pada dewasa muda 90/60 mmHg – 120/80 mmHg
Normal pada usia lanjut > dari 55 th 90/60 mmHg – 130/85 mmHg
Pre Hipertensi Di atas normal sampai 140/90 mmHg. Mulai hati-hati.
Hipertensi Stage 1  140/90 mmHg – 160/100 mmHg
Hipertensi Stage 2 160/100 mmHg- 180/110 mmHg
Hipertensi urgency atau Hipertensi emergency >180/110 mmHg
hipertensi
  • Nilai atas menunjukkan batas atas/sistole/tekanan sistolik/ tekanan pada saat jantung itu dipompa atau berkontraksi.
  • Nilai bawah menunjukkan batas bawah/diastole/ tekanan diastolik/ tekanan pada saat jantung berelaksasi (mengisi darah)
  • Pengukuran tensi, sebaiknya pasien tidur/ istirahat dahulu sekitar 10-15  menit, agar relaks.. Ukur pada posisi duduk, kaki di lantai, suasana tenang. Manset diletakkan 2 cm di atas siku. Stetoskop diletakkan beberapa cm agak medial atau mendekati tubuh.
  • Jika Pengukuran pertama masih tidak yakin  Ukur lagi tekanan darah yang ke dua kali.  Saya biasanya melakukan tensimeter di lengan kiri, dengan alasan lebih dekat ke jantung.
  • Laporan dalam American Journal of Medicine menyebutkan, Pengukuran tensimeter sebaiknya di kedua lengan, Karena jika ada perbedaan yang jelas/ atau lebih dari 10 mmHg, maka orang tersebut berisiko untuk mendapat serangan jantung, dan stroke. Dengan alasan, adanya hambatan lemak di pembuluh darah arteri.
  • Pada orang yang dicurigai sering timbul hipotensi ortostatik, misalnya: pasien diabetes melitus, pasien lanjut usia, minum obat anti-hipertensi, atau yang memang punya riwayat hipotensi, PENGUKURAN TEKANAN DARAH JUGA DILAKUKAN PADA POSISI BERDIRI.

Hipotensi adalah tekanan darah rendah, di mana nilainya adalah di bawah/ < 90/60 mmHg


hipotensi

Hipotensi/tekanan darah rendah, mengakibatkan aliran darah yang melewati pembuluh darah/khususnya arteri, itu rendah. Sehingga, ketika aliran darahnya rendah, Oksigen dan nutrisi tidak cukup juga mengalir untuk organ-organ vital, seperti: otak, jantung, ginjal.

Oksigen dan nutrisi juga tidak cukup kuat mengalir ke pembuluh-pembuluh darah terkecil/kapiler untuk disalurkan ke sel, jaringan, organ tubuh lainnya.

Untuk diketahui:

  • Sel : unit fungsional dan struktural terkecil pembentuk tubuh makhluk hidup
  • Kumpulan Sel membentuk jaringanKumpulan jaringan membentuk organKumpulan organ membentuk sistem organ Kumpulan sistem organ membentuk organisme/makhluk hidup

Jika sel, jaringan, organ tubuh tidak mendapat aliran yang cukup akibat tekanan darah rendah, dapat menimbulkan kerusakan organ permanen. Karena kurang mendapat suplai oksigen dan nutrisi.

Jadi, misalnya jika: otak tidak mendapat suplai darah yang cukup akibat hipotensi, maka bisa timbul gejala seperti: Pusing, Sering menguap, gangguan konsentrasi, kebingungan, pandangan buram, pingsan, kehilangan keseimbangan, dan sebagainya.

menguap

Tidak heran, Penderita hipotensi sering mengeluh gejala-gejala seperti:

  • 4 P (Pusing, Pucat, Pingsan, Palpitasi/Jantung berdebar)
    • Palpitasi/jantung berdebar, akibat respon dari jantung untuk memenuhi kebutuhan suplai darah yang kurang, dengan cara memompa lebih cepat berdebar-debar, namun biasanya denyut nadinya lemah, dan kadang aritmia/tidak teratur.
  • 3 L (Lemah, Letih, Lesu)
  • + Mual, Sering menguap, gangguan konsentrasi, kebingungan, Pandangan buram/kabur, gangguan keseimbangan, vertigo, hilang kesadaran, sering jatuh.

hipotensi 3

JADI KITA HARUS MENJAGA TEKANAN DARAH KITA, TIDAK DI BAWAH 90/60 mmHG (Hipotensi).

Penyebab Hipotensi

Penyebab hipotensi, misalnya:

  • Dehidrasi/ kekurangan cairan , misalnya: kurang minum, muntah, diare, penggunaan obat diuretik supaya memperbanyak kencing.
  • Infeksi/syok septik
  • Reaksi alergi (Anaphylaxis)
  • Kehamilan
  • Perdarahan
    • Pasca/sesudah operasi, dapat menyebabkan hipotensi apabila terjadi pengeluaran darah yang banyak.
  • Hormonal (Misalnya pada hipotiroid, hipertiroid, Penyakit addison/ penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal)
    • Tetapi hipertiroid lebih cenderung menjadi hipertensi
  • Gaya hidup tidak sehat:
  • Penyakit jantung, misalnya: Kerusakan katup jantung, serangan jantung, gagal jantung. juga dapat memicu hipotensi. Akibat dari kekurang mampuan jantung dalam memompa darah, sehingga aliran darah/ tekanan darah menjadi rendah/ hipotensi.  Jadi sebaiknya periksa kesehatan jantung Anda.
  • SERING SEKALI PENYEBAB HIPOTENSI, AKIBAT DARI KURANGNYA ASUPAN GARAM/ASIN. Karena misalnya orang tersebut sama sekali tidak suka asin
  • Faktor keturunan patut dipertimbangkan
  • Riwayat pemakaian obat-obatan, seperti Obat anti-Hipertensi, obat anti-Depresi, narkotika, Alkohol/ Miras dapat memicu hipotensi.

Prinsip Pengobatan Hipotensi

Sebenarnya untuk resep rawat jalan, saya hampir tidak memberikan resep obat untuk menaikkan tekanan darah. Cukup anjurkan pola hidup sehat, seperti:

  • Perbanyak minum air putih, 2 liter an (±10 gelas air putih sehari)
  • Boleh sekali-sekali minum kopi
  • Perbanyak konsumsi garam.
    • karena sifat garam adalah mengikat air, ia akan mempertahankan air di dalam darah sehingga volume darah akan bertambah Tekanan darah menjadi lebih tinggi.
  • Makan-makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna, termasuk daging kambing 🙂 )
  • Cukup istirahat ( 7-9 jam sehari), minimal 6 jam sehari.
  • Cukup olahraga. 20 menit setiap pagi hari, 5 kali seminggu.
  • Hindari juga faktor-faktor yang menyebabkan syok, misalnya: pada syok karena alergi, Jadi kita harus menghindari apa saja  faktor-faktor dapat memicu alergi. Bisa dari makanan, obat-obatan, dan sebagainya. Setiap orang berbeda-beda.

Obat-obatan darah rendah, seperti: Atropine, Midodrine, Heptaminol, Citicoline biasanya tidak sering diresepkan.

UNTUK PENANGANAN HIPOTENSI BERAT SAMPAI SYOK, HARUS SECEPATNYA DITANGANI OLEH PIHAK RUMAH SAKIT. KARENA SERING MENYEBABKAN KEMATIAN.

Sekilas mengenai SYOK

Syok adalah keadaan hipoperfusi. Tidak adekuatnya aliran darah ke sel, jaringan, organ, tubuh.

Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai.

Syok terjadi akibat berbagai keadaan yang menyebabkan berkurangnya aliran darah:

  • Akibat kelainan jantung (misalnya serangan jantung atau gagal jantung),
  • Volume darah yang rendah (akibat perdarahan hebat atau dehidrasi) atau
  • Perubahan pada pembuluh darah (misalnya karena reaksi alergi atau infeksi).

Syok digolongkan ke dalam beberapa kelompok:

1. Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung)
2. Syok hipovolemik (akibat penurunan volume darah)
3. Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi)
4. Syok septik (berhubungan dengan infeksi)
5. Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf).

Syok ditandai tekanan darah yang menurun secara tiba-tiba (Kehilangan kesadaran, sampai pingsan), dan dapat menyebabkan kematian sel, jaringan, maupun organ tubuh. Jika tidak ditangani secepatnya, pasien bisa meninggal.

Penanganan syok tergantung dari faktor-faktor penyebabnya. Jadi Apabila bertemu dengan seseorang yang mengalami penurunan tekanan darah secara drastis dan mendadak atau hipotensi berat (Apalagi sampai pingsan, kehilangan kesadaran), segera bawa ke Rumah Sakit.

Satu hal lagi, jika bertemu seseorang yang diduga hipotensi atau tekanan darah rendah, bahkan syok. Selama menunggu pertolongan, kita bisa angkat kedua kaki penderita lebih tinggi dibandingkan kepala. Agar tekanan darahnya cukup untuk mengaliri organ penting, terutama OTAK. Karena gaya gravitasi, diharapkan aliran darah ke otak cukup.

hipotensi syok

Demikianlah informasi mengenai hipotensi/ tekanan darah rendah yang dapat saya bagikan. Ingat, Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Sedangkan Anemia adalah Kurang darah/Hemoglobin kurang dari normal. Keduanya berbeda, Namun sering juga terjadi bersamaan. Maksudnya, Pada orang tersebut mengalami hipotensi juga mengalami anemia.

Untuk membuktikannya: Periksa Tekanan darah (Apakah Hipotensi??), Periksa Lab darah Hemoglobin ( Apakah Anemia??).  Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Hopefully, informasinya bermanfaat.

Artikel terkait:

♥ Hipertensi : Langkah praktis mengontrol Tekanan Darah

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin