Apakah benar, cacar ular/ cacar api, yang melingkari badan akan membuat si penderita meninggal?? mitos atau fakta??

♥ jawabannya adalah MITOS. Karena biasanya, Herpes Zoster, atau dikenal orang awam dengan sebutan cacar ular/cacar api, HANYA MENYERANG 1 sisi.

Sangat Amat jarang, Saya juga belum pernah menemukan kasusnya, Herpes Zoster menyerang 2 sisi.

Justru yang lebih sering menyebabkan kematian, adalah cacar air. BUKAN cacar ular.

Apa persamaan dan perbedaan cacar air dengan cacar ular/ cacar api??

♥ Cacar air, bahasa medisnya : Varicella atau Chickenpox

Cacar api/ cacar ular, bahasa medisnya : Herpes Zoster atau Shingles.

Persamaan:

  • Keduanya disebabkan virus yang sama yaitu Varicella zooster virus.
  • Pengobatan yang diberikan pun sama yaitu dengan pemberian Antivirus (Misalnya: Acyclovir).

Perbedaan:

Cacar air/ Varicella:

herpes-zoster-cacar-air

Gejala UTAMA Varicella:

  • Timbul lenting berisi cairan bening  (seperti tetesan air hujan/ tetesan embun/ ear drops), yang tersebar merata di seluruh tubuh dimulai dari bagian badan (biasanya), punggung dan akhirnya ke tangan , kaki dan muka.
    • Namun di bagian tubuh lainnya, bisa saja sudah terdapat krusta/keropeng akibat luka/ kelainan kulit yang timbul akibat cacar air.
  • Cairan bisa berupa putih bening yang kelamaan menjadi kuning dan kemudian mengering dan timbul keropeng/ koreng hitam yang keras dan akan rontok dengan sendirinya.
  • Cairan tersebut juga bisa menjadi putih bernanah, jika mengalami infeksi bakteri.

Sedangkan cacar ular/cacar api/Herpes Zoster adalah Infeksi lanjutan dari Varicella zooster virus.

herpes-zoster-1-kulit

Jadi, orang yang terkena Herpes Zoster adalah orang yang sudah pernah mengalami/ punya riwayat infeksi cacar air sebelumnya.

Setelah sembuh dari cacar air, Varicella zooster virus tidak benar-benar hilang, melainkan tidur (dorman). Setelah beberapa lama, SAAT DAYA TAHAN TUBUH/ IMUNITAS ORANG ITU SEDANG TURUN/RENDAH, MAKA  Varicella zooster virus yang tadinya tidur, MENJADI AKTIF KEMBALI, dan bermanifestasi menjadi HERPES ZOSTER.

Gejala Utama Herpes Zoster :

  • Adanya Lenting (bintil-bintil/ lepuhan-lepuhan kecil berisi cairan) yang bergerombol, dan umumnya kulit berwarna kemerahan.
  • Letak lesi/kelainan kulit, biasanya di salah satu sisi tubuh saja, yaitu pada area kulit yang mempunyai persarafan yang sama.
  • Ruam/ iritasi kulit ini. kemudian akan membentuk luka melepuh yang berisi air yang terasa gatal dan menjadi koreng dalam 3-5 hari.

herpes-zoster-edit

  • Gejala UTAMA yang timbul di kulit yang teriritasi:
    • sensasi rasa panas/ terbakar,
    • sakit/nyeri, dan
    • pegal pada daerah tumbuhnya lenting.
  • Gejala lain:
    • Demam dan Menggigil
    • Nyeri di seluruh tubuh.
    • Sakit Kepala

Virus Penyebab Herpes Zoster

Sekali lagi, Penyebab herpes zoster sama dengan cacar air, yaitu virus varisela zoster. INGAT Penyebabnya adalah Virus, bukan bakteri

Virus ini akan menetap dalam jaringan saraf tubuh bahkan setelah cacar air sembuh.

Ada beberapa faktor pemicu yang diduga mempengaruhi reaktivasi virus tersebut (virusnya aktif kembali), yaitu:

  • Usia. Penyakit ini umumnya menyerang manula (terutama yang  50 tahun ke atas).
  • Pernah mengidap cacar air.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap diabetes, HIV, Kanker, menggunakan obat steroid jangka panjang, atau menjalani kemoterapi.

Langkah-langkah Mengobati Herpes Zoster

Setelah ANAMNESA: Dengan memastikan gejala Herpes Zoster, yaitu : Adanya rasa panas/terbakar, NYERI, dan Pegal terutama di area kulit yang teriritasi.

Kemudian PEMERIKSAAN FISIK, yaitu dengan Inspeksi: Melihat adanya lenting berisi cairan putih bening, dengan dasar kemerahan yang bergerombol, dan biasanya terdapat pada satu sisi tubuh.

PEMERIKSAAN PENUNJANG, seperti test darah untuk mengetahui keberadaan antibodi terhadap virus Herpes, dan Pengambilan sampel cairan dari luka melepuh yang muncul, bisa saja dilakukan dan diteliti di laboratorium, Apabila dibutuhkan.

Saya pikir, cukup mudah untuk mendiagnosa bahwa pasien ini, menderita Herpes Zoster.

herpes-zoster-edit-200

Setelah memastikan diagnosa, baru dilakukan pengobatan.

Karena penyebab Herpes Zoster adalah karena virus, yaitu Varicella zooster virus. Maka pengobatan yang tepat adalah dengan ANTIVIRUS.

Biasanya saya resepkan Acyclovir 800 mg 5 kali sehari pada orang dewasa (tergantung umur, berat badan, dan penyakit yang diderita, misalnya jika ada gagal ginjal) PLUS Cream/Salep Acyclovir bisa dioleskan tipis 5 kali sehari.

Antivirus ini tidak untuk menghilangkan virusnya, tetapi lebih tepat untuk melemahkan virus, sekaligus mengurangi gejala dan komplikasi yang bisa timbul.

Begitu virus dilemahkan, maka sistem imunitas/ daya tahan tubuh pasien, yang akan mengeliminasi virus itu. Karena itu, pasien harus banyak makan yang bergizi, tidur yang cukup (sekitar 8 jam), dan minum air putih yang cukup (sekitar 2 liter).

Obat Antivirus dalam bentuk tablet yang diminum, memang sangat banyak. Karena itu, butuh kedisiplinan pasien untuk menjalani pengobatan. Umumnya diberikan selama 7-10 hari. Tergantung dari perbaikan lesi/kelainan kulit, dan gejala yang masih ada.

Untuk mengatasi nyeri, dan peradangan yang terjadi, saya biasa resepkan Ibuprofen 200-400 mg, dalam bentuk tablet. Yang diminum hanya pada saat nyeri, dan lebih baik setelah makan. Karena Ibuprofen ini, dapat mengiritasi lambung yang menyebabkan sakit maag.

Jika terasa gatal, saya juga berikan antihistamin, misalnya: loratadin 10 mg, 1 tablet per hari. Antihistamin ini tidak menimbulkan kantuk, jadi bisa dikonsumsi pagi atau siang hari.

Saya sarankan Anda, untuk berobat dan berkonsultasi ke dokter. Supaya mendapat penjelasan, dan strategi pengobatan yang tepat dosis, dan tepat indikasi.

Apa yang terjadi, Jika Herpes Zoster tidak diobati??

♥ Jika tidak diobati, herpes zoster dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius yang meliputi:

  • Neuralgia pasca-herpes atau postherpetic neuralgia. Rasa nyeri yang parah ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Diperkirakan ada sekitar 15 persen pengidap herpes zoster yang mengalami komplikasi ini.
  • Kebutaan. Jika muncul di sekitar mata, herpes zoster dapat mengakibatkan inflamasi saraf mata yang menyakitkan, glaukoma dan bahkan berujung pada kebutaan.
  • Gangguan pada saraf, misalnya inflamasi/peradangan pada otak, masalah pada pendengaran atau bahkan keseimbangan tubuh.
  • Infeksi bakteri pada ruam (ruam=kelainan kulit yang berwarna kemerahan akibat iritasi pada kulit)
  • Bercak putih pada bekas ruam.
  • Ruam herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan pigmen kulit.

Cara Mencegah Herpes Zoster

Langkah pencegahan utama yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya herpes zoster adalah dengan menerima vaksin herpes zoster.

herpes-zoster-cut

Vaksin Herpes Zoster cukup diberikan 1 kali melalui suntikan di lengan atas, dan tidak perlu vaksin ulangan. Akan tetapi, vaksin tidak dapat digunakan kepada orang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh yang berat, misalnya: sedang sakit, demam tinggi, atau pasien HIV/AIDS.

Walau tidak mencegah terkena herpes zoster sepenuhnya, setidaknya vaksinasi ini dapat mengurangi keparahan gejala yang akan dialami jika terserang penyakit ini.

Vaksin herpes Zoster ini, diberikan saat seseorang berusia 50 tahun ke atas. Dan cukup 1 kali pemberian.

Ada juga Vaksinasi untuk cacar air, yang sudah bisa diberikan saat anak-anak. Jadi dapat mencegah tertular cacar air/varicella, seandainya mengalami cacar air pun, maka perjalanan penyakitnya sangat ringan.

Anda juga dapat mencegah penyebaran penyakit ini dengan langkah sederhana seperti tidak meminjam barang-barang pribadi pengidap (misalnya handuk atau pakaian).


Ada juga nama penyakit dengan sebutan Herpes, yaitu Herpes Simplex. Apakah bedanya dengan Herpes Zoster?

♥ Jika Herpes Zoster adalah reaktivasi dari VZV (Varicella Zoster Virus = Virus yang sama dengan cacar air), HANYA MANIFESTASI KELAINAN KULIT dan GEJALANYA YANG BERBEDA.

Maka Herpes Simplex ini, penyebab virusnya berbeda dari Herpes Zoster. Penyebab Herpes Simplex adalah Herpes Simplex Virus (HSV), BUKAN VZV(Varicella Zoster Virus).

Terdapat 80 jenis virus Herpes dan 8 diantaranya dapat  menginfeksi manusia, HSV ini salah satunya.

herpes-zoster-hsv-edit-3

HSV ada 2 tipe, yaitu:

  • HSV-1: Bisa terjadi di dalam mulut (intra oral herpes), atau di bibir luar (herpes labialis). Bedakan dengan sariawan.
  • HSV-2 : Atau bisa disebut Herpes Genital. Salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS). Terletak di genital/alat kelamin wanita :Vagina, dan laki-laki:Penis, dan juga bisa terletak di perianal (sekitar anus).

TRANSMISI/ Cara penularan dari Herpes Simplex Virus.

  • Melalui cairan tubuh seperti bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan bersentuhan dengan gelembung/lepuh yang pecah,
  • Pada HSV1 dapat juga terjadi pada kulit dan selaput lendir mukosa di mata atau di mulut, hidung, dan telinga. Penularan dari HSV1, 85 % nya tidak melalui hubungan seksual (non-genitalis).
    • HSV 1 juga dapat terjadi di area alat kelamin/genital, apabila penderita melakukan seks oral.
  • Sedangkan HSV2 bagian yang disukai yakni pada kulit d  an selaput lendir pada alat kelamin dan perianal. 85 persen penularan melalui hubungan seksual (genitalis)
    • Pada HSV-2 atau Herpes Genitalis, penularan biasanya terjadi melalui perilaku sex. Namun penyakit Herpes genitalis ini kadang diderita di bagian mulut akibat oral sex.

Jadi untuk menghindari tertular HSV ini, maka jangan bersentuhan langsung dengan penderita melalui kontak kulit, dan cairan tubuh (misalnya: hubungan seksual). Kenapa??

♥ Karena iritasi kulit (berupa lepuh/ gelembung yang berisi cairan), dan cairan tubuh penderita Herpes, MENGANDUNG VIRUS-VIRUS HERPES yang dapat menularkan ke orang lain, apabila bersentuhan.

Perhatikan untuk ibu hamil yang menderita Herpes, Segeralah berkonsultasi ke dokter, karena Virus Herpes ini dapat menular ke janin yang dikandung.

Terimakasih sudah membaca dan membagi informasi artikel  Herpes Zoster : Apakah cacar ular/cacar api, yang melingkari badan Menyebabkan KEMATIAN ?? Mitos atau Fakta?? dan APA Perbedaannya dengan cacar air/ Varicella, serta Herpes Simplex yang terjadi di area mulut dan genital/ alat kelamin??

Artikel terkait:

Penyakit-Penyakit Menular Seksual selain Herpes Genitalis:

♥ Penyakit Sifilis atau Raja Singa

♥ Info Kesehatan terlengkap seputar penyakit Hati dan Hepatitis.

♥ Gonore atau Kencing Nanah: Bahaya akibat sering “nakal”/ selingkuh/ free sex!. Jadi Tetaplah setia..

♥ AIDS / HIV: Apa Bedanya? Apakah ada Obatnya?

Artikel-artikel terkait lainnya:

♥ Rahasia Kebal Penyakit dengan Vaksinasi Dewasa

♥ Petunjuk tentang Sariawan 

♥ Batuk, pilek, dan demam : Petunjuk Pengobatannya

♥ Cara Mudah Mengatasi sakit Maag agar tidak kambuh

♥ Diabetes Melitus: Artikel terlengkap, informatif

♥ Cuci Darah Untuk Gagal Ginjal

♥ Glaukoma si Pencuri Penglihatan

♥ Manfaat Berdoa Yang Luar Biasa Bagi Kesehatan

♥ Kanker : Tanya Jawab santai seputar Kanker

♥ Prinsip Sehat atau Sakit : Bagaimana menjelaskannya

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin