Glaukoma adalah si pencuri penglihatan. Penyebab kebutaan terbanyak no.2 setelah katarak.

* Apa Bedanya Glaukoma dengan Katarak ??

♥ Bedanya: Kebutaan karena katarak masih bisa disembuhkan dengan operasi katarak: Yaitu mengangkat lensa mata yang keruh, dan menggantinya dengan lensa mata buatan yang berbahan plastik bening.

Tetapi, Kebutaan karena Glaukoma secara medis, TIDAK BISA DISEMBUHKAN. Karena belum ada obat yang bisa mengembalikan fungsi saraf mata yang rusak akibat tekanan bola mata yang meninggi karena glaukoma.

glaukoma 2

Karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah  terjadinya glaukoma.

glaukoma tonometer 2

Pemeriksaan Tonometer berguna untuk mengukur tekanan intra okuli (tekanan di bola mata).

Nilai normal tekanan intra okuli 11- 21 mmHg ( rata-rata 16 ± 2,5 mmHg ). Tekanan intra okuli di atas 21 mmHg berpotensi terjadinya glaukoma.
Umumnya pengobatan glaukoma adalah seumur hidup untuk mengontrol tekanan intra okuli dengan obat-obatan (supaya jangan terlalu tinggi), dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Periksakan mata Anda setiap 2-5 tahun ke dokter Spesialis Mata, walaupun tidak ada keluhan.

glaukoma 1


Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan  tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.
glaukoma 3

Kerusakan ini bersifat permanen/irreversible (Tidak bisa dipulihkan), dan dapat berakhir pada kebutaan.

Karena itu deteksi dini/Skrining glaukoma SANGAT PENTING, terutama pada pasien dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma, berusia diatas 40 tahun, ataupun mengidap penyakit diabetes melitus, dan hipertensi.

Proses terjadinya Glaukoma

Proses terjadinya glaucoma berhubungan dengan kelebihan jumlah cairan aqueous di bola mata. Entah itu karena produksinya berlebih atau jalur keluar dari cairan aqueous terhambat, Sehingga meningkatkan tekanan di bola mata merusak saraf optik/saraf penglihatan lapang pandang berkurang ⇒ kebutaan.

Saya jelaskan prosesnya lagi ya, supaya jelas.emo2

Di dalam bola mata terdapat cairan bola mata yang disebut sebagai aqueous humor.

glaukoma bagian mata

Fungsi dari cairan Aqueous humor ini antara lain adalah untuk nutrisi mata, menjaga bentuk bola mata, dan juga untuk menjaga tekanan bola mata.

Cairan Aqueous humor ini diproduksi oleh organ mata yang disebut sebagai badan siliar. Aqueous humor akan mengalir dari belakang melalui anak mata (pupil), menuju bagian depan bilik mata (bilik anterior) dan keluar melalui sudut bilik mata.

glaukoma tempat bentuk cairan

Pada pasien glaukoma, terjadi gangguan pada keseimbangan produksi dan aliran keluar dari cairan aqueous humor sehingga tekanan bola mata (intra ocular pressure) menjadi lebih tinggi dibanding normal.

glaukoma 5

Tekanan bola mata yang meninggi ini akan mendesak dan merusak saraf optikus/saraf penglihatan/ Optic nerve menyebabkan lapang pandang berkurang kebutaan.


Faktor risiko

Glaukoma bisa menyerang siapa saja.

Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma.

Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun.

Faktor risiko:

  1. Riwayat glaukoma di dalam keluarga. Saudara sekandung lebih berisiko dibandingkan orang tua dan anaknya
  2. Pernah diperiksa matanya, dan didapatkan bahwa tekanan pada bola matanya tinggi.
  3. Menderita penyakit mata yang lain seperti rabun jauh(miopia), rabun dekat (hipermetropia), peradangan pada mata, Katarak, dan gangguan pada retina, lensa atau pembuluh darah mata.
  4. Penderita Diabetes (kencing manis) dengan gula darah tinggi yang lama, Hipertensi (tekanan darah tinggi, Penyakit jantung, dan Orang dengan Kelenjar Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid)
  5. Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  6. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  7. Menggunakan obat golongan kortikosteroid (-cortisone) dalam jangka waktu lama
  8. Usia Lebih dari 40 tahun

Jadi pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena glaukoma, SEGERA periksakan kondisi mata Anda ke dokter Spesialis Mata untuk dilihat.

Gejala glaukoma

Gejala-gejala glaukoma dapat berupa:

  • Nyeri pada mata
  • Sakit kepala
  • Melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya lampu
  • Mata memerah
  • Mual atau muntah
  • Pandangan samar
  • Penglihatan yang makin menyempit hingga pada akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali
  • glaukoma sight

Jenis-jenis glaukoma

  • Glaukoma sudut terbuka

Pada tipe glaukoma ini, sudut bilik mata depan terbuka lebar tetapi terdapat hambatan pada sistem pengeluaran aqueous humor atau tersumbatnya saluran pembuangan cairan aqueous humor, ⇒ sehingga tekanan bola mata meningkat.  

Tipe ini sering disebut sebagai pencuri penglihatan, disebut juga dengan glaukoma kronis, karena berkembang secara perlahan-lahan pada penderitanya, sehingga mereka hampir tidak merasakan gejala, atau sakit akibat kerusakan mata yang terjadi.

Sulit untuk mendeteksi glaukoma jenis ini, karena sering kali tidak bergejala, dan tidak sakit. Gejala-gejala baru terjadi saat stadium lanjut.

Jika sudah terjadi kerusakan saraf penglihatan akibat tekanan bola mata yang meninggi, Maka tidak ada obat untuk memperbaiki kerusakan saraf penglihatan yang telah terjadi

Pengobatan untuk glaukoma hanya bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

  • Glaukoma sudut tertutup

Kebalikan dari glaukoma sudut terbuka, saluran pembuangan cairan mata terhalang karena sudut di antara iris dan kornea terlalu menyempit. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraokular secara mendadak.

glaukoma sudut menyempit

  • Glaukoma Sekunder (Secondary Glaukoma)

Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya.
Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut
  • Glaukoma Kongenital (Congenital Glaukoma)

Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik, ⇒Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus, dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut, juga peka terhadap cahaya.
glaukoma kongenital

Pengobatan glaukoma

Jika ada penurunan daya lihat, SEGERA periksakan diri ke dokter Spesialis Mata untuk mendapat pengobatan, Mungkin saja penyebabnya adalah glaukoma.

Kata-kata bijak: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.

Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati, namun tujuan pengobatan pada kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

Secara umum, glaukoma bisa ditangani dengan obat tetes, obat-obatan yang diminum, terapi laser, serta prosedur operasi.

  • Obat tetes mata

Umumnya obat tetes mata sering menjadi bentuk penanganan pertama untuk glaukoma sudut terbuka yang disarankan oleh dokter Spesialis mata.

Obat tetes ini berguna melancarkan pembuangan cairan mata (aqueous humor) dan mengurangi produksinya.

Beberapa jenis obat tetes mata untuk glaukoma adalah:

  • Obat-obatan penghambat alfa, seperti apraclonidine dan brimonidine.
  • Obat-obatan penghambat beta, seperti timolol dan levobunolol.
  • Obat-obatan prostaglandin analoge, seperti travoprost dan bimatoprost.
  • Obat-obatan penghambat carbonic anydrase, seperti dorzolamide dan brinzolamide.

Untuk efek yang lebih maksimal, obat-obatan tetes mata di atas bisa dikombinasikan untuk menurunkan tingkat tekanan di dalam mata.

Beberapa potensi efek samping penggunaan obat tetes mata glaukoma adalah:

  • Iritasi pada mata
  • Mata merah
  • Mata terasa kering dan/atau gatal
  • Sensasi menyengat pada mata

Beberapa jenis obat tetes mata memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi kinerja paru-paru atau pun jantung.

Jadi ceritakan riwayat penyakit Anda ke dokter Spesialis mata. Dan segera konsultasi kembali jika efek samping penggunaan obat apa saja terjadi.

  • Obat-obatan glaukoma yang diminum

Untuk melengkapi kinerja obat tetes atau jika obat tetes terbukti kurang efektif, dokter akan meresepkan obat glaukoma dalam bentuk pil.

Obat yang diminum adalah penghambat carbonic anhydrase seperti dorzolamide dan brinzolamide.

Beberapa efek samping pil untuk glukoma adalah:

  • Sering buang air kecil
  • Masalah pada daya ingat
  • Sakit perut
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Depresi
  • Batu Ginjal

Apabila ada efek samping seperti di atas, konsultasikan kembali ke dokter.

  • Pengobatan laser

Pengobatan laser dapat diterapkan untuk mengobati glaukoma sudut terbuka dan tertutup.

AAOO_3

Pada glaukoma sudut terbuka, pengobatan laser dapat memperlancar aliran pembuangan cairan mata (aqueous humor).

Sedangkan pada glaukoma sudut tertutup, prosedur ini mampu menghilangkan penyumbatan cairan mata.

Setelah prosedur laser, obat tetes mata biasanya masih perlu digunakan.

  • Prosedur operasi

Sama seperti pengobatan laser, prosedur operasi pada glaukoma dilakukan jika obat-obatan tidak mampu lagi mengurangi tekanan di dalam mata.

Berikut ini adalah jenis-jenis operasi glaukoma jika diurutkan berdasarkan penerapan secara umum:

  • Trabeculectomy, yaitu jenis operasi glaukoma yang paling umum. Operasi ini bertujuan memperlancar sirkulasi cairan mata dengan cara membuang sebagian dari trabecular meshwork, yaitu jaringan tempat cairan mata keluar.
  • glaukoma trabecular
  • Aqueous shunt implant, yaitu prosedur operasi yang bertujuan meningkatkan kinerja pembuangan cairan mata dengan cara memasang sebuah alat kecil menyerupai selang pada mata.
  • glaukoma shunt implant

Baiklah, sekian dulu artikel dari kami mengenai Glaukoma si Pencuri Penglihatan. Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Jika ada pertanyaan, boleh isi kolom konsultasi online. Free. 😛

Artikel terkait :

Katarak : Mengenal penyebab no.1 kebutaan lansia

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin