Jantung itu  ibarat pompa yang bertugas memompa darah. bagian kanan jantung menerima darah kotor (darah yang miskin oksigen) dari seluruh tubuh untuk dipompakan ke sirkulasi paru. Dari paru-paru, darah kotor menjadi darah bersih (darah yang kaya oksigen), menuju ke jantung bagian kiri untuk dipompakan ke seluruh tubuh.

Berikut rinciannya

Darah kotor ( Banyak CO2) dari seluruh tubuh (melalui Vena Cava superior dan Vena Vava Inferior)  ke Serambi / atrium kanan Jantung  ( melalui katub trikuspidalis)  ke Bilik/ Ventrikel kanan jantung  ( melalui katub semilunaris) darah yang miskin oksigen ini dialirkan ke paru- paru oleh arteri pulmonaris  masuk PARU-PARU, darah dioksigenisasi menjadi darah bersih  ⇒ dialirkan ke Serambi/atrium kiri jantung oleh Vena Pulmonaris  (melalui katub bicuspidalis/mitral)  ke Bilik/Ventrikel kiri Jantung  Melalui Aorta (Arteri Terbesar dalam tubuh manusia), darah yang sudah kaya oksigen ini diedarkan/ dipompa ke seluruh tubuh.   @,@ gampang kan . Siklus terus berulang.

Apa yang terjadi jika jantung bagian kanan (bisa atrium/serambi kanan atau ventrikel/bilik kanan) mengalami gagal pompa??

Jika terjadi gagal jantung kanan, maka jantung kurang mampu memompakan darah ke sirkulasi paru. ⇒ Terjadilah bendungan dan refluks (aliran balik) . Darah yang seharusnya dipompakan dari seluruh tubuh ke sirkulasi paru, Tetapi karena pasien tersebut mengalami gagal jantung sebelah kanan, AKIBATNYA aliran darah kembali ke seluruh tubuh.

Gejala gagal jantung kanan yang terjadi adalah:

  • Peripheral edema (bengkak di kaki, Bisa juga bengkak di tangan, wajah, perut (=ascites)
    •  Biasanya bengkak karena cairan, penampakannya seperti ini. Jika kita tekan maka perlu waktu lama untuk kulit kembali ke semula (bahasa medisnya Pitting edema)
    • Untuk mengurangi bengkak di kaki, pasien yang mengalami gagal jantung dianjurkan untuk lebih sering mengangkat kakinya/ atau jangan sering menurunkan kaki. Alasannya karena gaya gravitasi.
    •  Jika terlihat kelebihan cairan seperti ini, dokter akan meresepkan obat-obat diuretik, yang membuat pasien lebih banyak membuang airnya melalui kencing. Biasanya furosemid dan spironolakton. Pasien juga dianjurkan untuk mengontrol minum, dan diet rendah garam.
  • Pasien juga merasakan tidak nyaman di perut bagian kanan atas (Bisa juga aliran balik yang terjadi mengenai organ hari, sehingga hati membesar= hepatomegali), organ hati letaknya lebih banyak di perut kanan atas.
    • Saya mau menambahkan sedikit. Bahwa ada kesalahan arti dalam bahasa Indonesia. Karena yang di sebut atau digambarkan hati itu SEBENARNYA ADALAH JANTUNG/ HEART. dan Hati itu kita sebut LIVER/ bahasa medisnya hepar dan letaknya lebih dominan di perut kanan atas, BUKAN DADA TENGAH 🙂
    • INI GAMBARAN ORGAN JANTUNG BUKAN ORGAN HATI

       

Pemeriksaan fisik gagal jantung kanan, didapati:

  • Jugular Venous distention
  • Hepatomegali/Splenomegali/Ascites
    •  Gambaran Ascites/ Akumulasi cairan di dalam rongga perut/ peritoneum.
  • Peripheral edema.

Sedangkan gejala gagal jantung kiri yang terjadi adalah:

  • Karena bagian jantung kiri (atrium kiri dan ventrikel kiri) bertugas memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta , maka jika terjadi gagal jantung kiri, darah kurang mampu dialirkan ke seluruh tubuh ⇒ akibatnya terjadi aliran balik ke paru-paru terjadi bendungan di paru-paru ⇒ PASIEN AKAN MENGALAMI SESAK NAFAS/dyspneu.
  • Orthopneu/ sesak saat berbaring, tetapi sesaknya berkurang saat posisi duduk
  • PND/ Paroxysmal Nocturnal Dyspneu (Sesak saat malam hari, setelah 2-3 jam tidur, pasien kembali sesak. Terjadi gangguan tidur.
  • Batuk malam hari
  • Akibat curah jantung ke seluruh tubuh berkurang, karena itu pasien mengalami kelelahan/ fatique

Pemeriksaan Fisik yang terjadi pada pasien gagal jantung kiri adalah:

  • Diaphoresis (Sweating), sering berkeringat
  • Takikardia(nadi cepat lebih dari 100 kali per menit dalam keadaan istirahat)
  • Nafas cepat (lebih dari 25 kali per menit)
  • Pulmonary rales (ada ronkhi di paru-paru), saat auskultasi dengan stetoskop, dokter akan mendengar suara riak di paru-paru), KARENA TERDAPAT BENDUNGAN CAIRAN DI PARU-PARU
  • Terdapat bunyi jantung tambahan. Kita sebut S3 atau S4/ suara Gallop. Bisa terdengar melalui stetoskop.

Ingat siklus sederhana sirkulasi jantung, yaitu : darah kotor (darah yang miskin oksigen) dari seluruh tubuh  ⇒ ke jantung kanan ⇒ ke paru-paru menjadi darah bersih (darah yang kaya oksigen) ⇒ ke jantung kiri ⇒ dipompa ke seluruh tubuh ⇒ kembali lagi ke jantung kanan. Demikian seterusnya. Jika ada kegagalan dari 1 bagian pompa jantung (bisa kiri dan kanan), maka darah akan refluks/ berbalik arah, dan menimbulkan bendungan cairan.

Pemeriksaan Penunjang yang sangat diperlukan, yaitu:

  • EKG (Elektrokardiografi)
  • Echocardiography/ USG jantung
  • Pemeriksaan yang tidak kalah penting, yaitu pemeriksaan enzim jantung (CKMB, Troponin), darah lengkap, Rontgen thorax/dada, Coronary Angiography.

Pasien yang mengalami gagal jantung, di klinik kita biasa mendiagnosa dengan sebutan CHF (Congestive Heart Failure)

Pasien gagal jantung sangat banyak dan jumlahnya semakin bertambah. Pasien yang sudah menderita sakit jantung biasanya membutuhkan pengobatan rutin seumur hidupnya. Tidak hanya terjadi pada pasien tua, orang muda, bahkan bayi pun dapat terkena penyakit jantung. Misalnya Penyakit Jantung Bawaan/ PJB yang dapat diderita bayi baru lahir.

Memang umumnya, sakit jantung lebih sering didapat pada pasien tua, karena faktor umur. Namun gaya hidup juga sangat menentukan. Karena itu, kita yang masih muda dan sehat, harus menerapkan gaya hidup sehat secara teratur, misalnya:


Treatment/ Pengobatan gagal jantung kongestif/ CHF secara medis

Di artikel tentang detak jantung sebelumya, saya sudah menjelaskan tentang rumus dasar jantung yaitu, CO = HR x SV.

CO = Cardiac Output = Jumlah darah yang dipompa jantung per menit

HR = Heart Rate = Jumlah detak jantung per menit

SV = Stroke Volume = Jumlah darah yang dipompa jantung tiap kali berdenyut.

Gagal Jantung/ Heart failure adalah kondisi ketika CO/ Cardiac Output menurun. Atau jantung tidak mampu mensuplai darah secara cukup ke seluruh tubuh.

Untuk itu, tujuan pengobatan dari gagal jantung, adalah Menaikkan Cardiac Output, dengan cara meningkatkan pompa jantung dan mengurangi beban kerja jantung.

Kita harus memperbaiki faktor-faktor apa saja yang dapat menurunkan pompa jantung sehingga pompa jantung dapat meningkat, Misalnya:

  • Kelainan katup jantung (Ada katup trikuspid, pulmonalis, mitral, aorta). Jika ditemukan melalui pemeriksaan, maka dokter akan membperbaiki kelainan katup dengan cara operasi
  • Adanya penyumbatan pembuluh darah koroner jantung (Kita sebut ACS= Acute Coronary Syndrome/ CAD=Coronary artery disease). Sumbatan arteri koroner ini yang disebut SERANGAN JANTUNG dan disertai nyeri dada khas seperti ditimpa beban berat di bagian dada dan menjalar ke lengan kiri biasanya.
    • Adanya penyumbatan pembuluh darah koroner yang mendarahi bagian jantung, membuat bagian jantung, misalnya otot jantung menjadi iskemik/ kekurangan suplai darah dan oksigen, ATAU lama-kelamaan akan infark/ kematian otot jantung, Sehingga fungsi pompa jantung akan berkurang ⇒ Terjadi gagal jantung.
    • INGAT GAGAL JANTUNG DAN SERANGAN JANTUNG ADALAH 2 HAL YANG BERBEDA. Namun bisa saling mempengaruhi.
      • Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan ACS atau Acute Coronary Syndrome seperti: Vasodilator (Nitroglicerine, Nitral jika perlu),Trimetazidine, atorvastatin, Beta blocker (Bisoprolol), obat hipertensi jika pasien tekanan darahnya tinggi (Candesartan), Yang paling penting adalah untuk mencegah bekuan/ trombus/plak/sumbatan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah koroner (Aspilet, Clopidogrel, Ticagrelol), dan lain-lain sesuai kondisi pasien.
      • Jika gejala masih ada dengan obat-obatan, dan penyumbatan koroner sudah terlalu parah, maka dokter akan menganjurkan pemasangan stent atau ring pada pembuluh darah koroner jantung/ PCI= Percutaneous Coronary Intervention, atau bypass/CABG=Coronary Artery Bypass Graft
      • PCI
      • CABG, dibuat jalur pembuluh darah baru yang memperdarahi otot jantung. Pembuluh darah yang baru bisa diambil dari pembuluh darah arteri pada lengan.
  • Gangguan irama jantung juga dapat menurunkan kerja pompa jantung, biasanya dokter akan memberika obat-obat untuk mengatasi gangguan irama jantung seperti: amiodarone, digoxin, Bisoprolol, Deltiazem. Jika diperlukan dokter akan menaruh pemacu jantung di dalam dada pasien untuk memperbaiki irama jantung, yaitu Pacemaker atau VAD (Ventricular Assist Device).
  • Cara yang masih jarang adalah menaruh jantung buatan atau cangkok jantung.

Treatment/ pengobatan gagal jantung, Selain harus memperbaiki kerja pompa jantung, dokter juga akan mengurangi beban kerja jantung untuk menaikkan cardiac output. Caranya adalah:

  • Mencegah kelebihan cairan. Yaitu dengan cara membatasi jumlah minum pasien. Biasanya diukur dengan jumlah berapa cc kencing sehari. Di klinik biasanya pasien dibatasi hanya boleh minum sekitar 1,5 liter. dokter juga akan memberikan obat-obat diuretik (obat-obatan yang membuat pasien banyak mengeluarkan kencing, untuk mengurangi overload cairan). Obat-obat diuretik misalnya : Furosemid, Spironolacton, HCT(Hydrochlorothiazide)
  • Dokter akan memberikan obat-obat yang mengurangi tekanan darah (obat-obatan anti hipertensi misalnya, Candesartan, valsartan). HINDARI OBAT-OBATAN golongan Calcium Channel Blocker pada pasien gagal jantung, misalnya Amlodipine, karena efek inotropik negatifnya yang mengurangi kontraktilitas otot jantung)
    • Obat-obatan yang mengurangi heart rate supaya denyut jantung lebih lambat, misanya bisoprolol (bisoprolol atau golongan beta-blocker terbaru sekarang, yaitu nebivolol) SANGAT DIANJURKAN untuk pasien sakit jantung, KARENA EFEK BETA-1 SELEKTIFNYA/Cardioselektif)
    • Obat-obatan ACE-Inhibitor sebenarnya baik juga, misalnya: Ramipril, enalapril. Namun efek samping yang tidak diinginkan adalah batuk. ACE-INHIBITOR JANGAN DIGABUNG DENGAN golongan ARB karena efek hiperkalemi dan mengkatkan resiko acute kidney injury/ gangguan ginjal. JADI PILIH SALAH SATU ANTARA ACE-INHIBOR/ACE-I misalnya ramipril atau ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER/ARB misalnya Candesartan.
    • Obat-obatan vasodilator juga dapat mengurangi hipertensi, misalnya Nitrogliserin, nitral, ISDN (Isosorbide Dinitrate) dapat juga diresepkan sesuai pertimbangan dokter. Sebenarnya ACE-I dan ARB juga mempunyai efek vasodilator melalui RAA System (Renin Angiotensin Aldosteron System)
    • Diet rendah garam juga dianjurkan untuk mengurangi resiko hipertensi.

Terima kasih sudah membaca artikel gagal jantung ini dan berbagi pengalaman saya sebagai asiten poli dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Glad to share.

Artikel-artikel terkait:

♥ Hipertensi update : Langkah praktis mengontrol Tekanan Darah

 

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin