Masalah prostat hanya terjadi pada pria. Karena memang hanya pria saja yang memiliki organ prostat, sedangkan wanita Tidak. Namun tidak ada salahnya juga jika yang wanita ingin mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah yang ditimbulkan jika organ prostat yang dipunyai pria ini mengalami pembesaran, peradangan, bahkan dapat terjadi kanker prostat.

KARENA KASUSNYA BANYAK DAN HAMPIR SEMUA PRIA PADA USIA SETENGAH BAYA MENGALAMI MASALAH PROSTAT.

Mengenal Prostat

masalah prostatProstat adalah organ tubuh yang terletak dibawah kandung kemih, tepat di pangkal penis. Hanya dimiliki kaum pria, bentuk seperti buah kenari dengan ukuran normal 4 X 3 X 2 cm, berat sekitar 20 gram.

Fungsi prostat :

  • Menghasilkan cairan air mani untuk membantu kelancaran penyaluran sperma keluar dari penis
  • Mengatur penyaluran air kencing dan air mani.
  • Kontraksi otot prostat dan otot sekitarnya juga berperan dalam memompa air mani pada saat ejakulasi.

Air mani = cairan semen = cairan putih, adalah  cairan  yang membawa sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh organ- organ seksual jantan.

Fungsi utama semen adalah untuk mengantarkan sel-sel sperma untuk membuahi sel telur yang dihasilkan oleh individu betina. Proses pengeluaran semen dalam situasi normal disebut ejakulasi.

masalah prostat

Bayangkan, 1 kali ejakulasi pada pria menghasilkan 3-5 cc cairan mani atau semen. rata-rata 1 cc air mani terdapat 100 juta sel sperma. Berarti ada 300 juta sel sperma lebih yang berkompetisi untuk mencapai sel telur. Dan pemenangnya adalah 1 sel sperma yang berhasil membuahi 1 sel telur. Pastinya kualitas 1 sel sperma itu adalah kualitas yang terbaik.  Berarti kita ditakdirkan untuk menjadi pemenang karena mengalahkan 300 juta kompetitor lain. 😀

Kembali ke prostat..

masalah prostat

Untuk berfungsi baik, prostat memerlukan hormon pria, yaitu testosterone, khususnya dehidrotestosteron (DHT), yang terutama dihasilkan oleh testis. Sumber testesteron lain ialah kelenjar anak-ginjal (kelenjar adrenal) walaupun jumlahnya kecil.

Sebelum kita masuk dalam pembahasan, ada baiknya kita mengenal beberapa poin

  • Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh suatu kelenjar, dibawa ke aliran darah menuju sel target atau organ target. Setelah itu sel target atau organ target mengenalinya sebagai pesan untuk melakukan fungsi atau tugas tertentu. ( Seperti SMS gitu dech) ^-^  Reseptor itu seperti penerima sinyal.
  • Sel : unit fungsional dan struktural terkecil pembentuk tubuh makhluk hidup
  •  Kumpulan Sel membentuk ⇒ jaringan ⇒ organ ⇒ sistem organ ⇒ organisme/makhluk hidup

Anatomi Prostat

masalah prostat Prostat tumbuh membesar pada masa pubertas kemudian tidak mengalami perkembangan yang berarti sampai usia 40 tahun, setelah itu mulai tumbuh membesar secara perlahan.

masalah prostat

Masalah prostat yang sering dihadapi oleh kaum pria ialah :
1. Prostatitis. -Itis artinya radang. Berarti prostatitis adalah Peradangan pada Prostat
2. Pembesaran prostat (Benign Prostat Hyperplasia = BPH)
3. Kanker prostat

1.Prostatitis ( Peradangan Prostat)

Prostatitis adalah radang pada kelenjar prostat. Kebanyakan akibat dari infeksi bakteri. Merupakan gangguan prostat yang sering terjadi dan dapat terjadi pada pria usia muda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya prostatitis
1. Riwayat infeksi kandung kemih
2. Benign Prostat Hyperplasia (BPH) atau pembengkakan/ pembesaran prostat.
3. Penyakit akibat hubungan seksual, seperti Gonore atau kencing nanah atau raja singa
4. Banyak minum alkohol
5. Makanan pedas
6. Cedera misalnya akibat bersepeda, angkat berat.

Gejala
Prostatitis akut ditandai dengan

  • Demam menggigil,
  • Banyak kencing,
  • Kencing terasa sakit,
  • Nyeri pinggang bawah dan sekitar dubur atau anus.
  • Gejala prostatitis kronis biasanya lebih ringan berupa infeksi berulang pada saluran kemih.

Cara menanganinya
– Obat penurun demam dan penghilang nyeri golongan NSAID, misal : Ibuprofen
– Antibiotik. Tentunya HARUS DENGAN RESEP DOKTER
– Pada kasus tertentu diperlukan tindakan pembedahan

2. Pembesaran prostat (Benign Prostat Hyperplasia = BPH)

masalah prostat

Benign Postatic Hyperplasia = BPH (Seperti yang ditunjuk anak panah), berarti pembesaran prostat dan merupakan masalah kesehatan yang umum ditemukan pada pria. Diduga 50 % pria berusia 50-60 tahun dan 90% pria berusia 70-80 tahun menderita BPH.

Penyebab pasti BPH masih belum diketahui. Faktor yang diketahui berperan adalah bertambahnya usia dan hormon DHT (Dehidrotestosteron). Dengan bertambahnya usia, prostat diduga makin sensitif terhadap rangsangan hormon DHT (Dehidrotestosteron).

Gejala BPH

Prostat yang membesar akan menjepit atau menekan saluran uretra di dalamnya sehingga aliran air seni menjadi tak lancar, pembesaran prostat mengganggu proses pengosongan kandung kemih.

Berikut ini gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita pembesaran prostat jinak (BPH):

  • Selalu ingin berkemih (frequency), terutama pada malam hari (nocturia).
  • Inkontinensia urine atau kencing tak bisa ditahan (urgency)
  • Sulit mengeluarkan urine. Selain lama juga Perlu usaha mengejan pada waktu berkemih.
  • Aliran urine tersendat-sendat, lemah dan kecil.
  • Dapat mengeluarkan urine yang disertai darah.
  • Merasa tidak tuntas setelah berkemih atau anyang-anyangan
  • Selesai kencing sering masih menentes sehingga celana jadi basah

Diagnosis.
Untuk memastikan apakah seseorang menderita BPH, dokter akan melakukan :
1. Pemeriksaan colok dubur (DRE = Digital Rectal Exam). Pada BPH akan ditemukan permukaan prostat yang rata, mulus dan kenyal.

masalah prostat

2. Tes urine. Tes ini dilakukan jika dokter mencurigai gejala yang dirasakan oleh pasien bukan disebabkan oleh BPH, melainkan oleh kondisi lainnya, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal.

3. Tes darah. Komponen yang diperiksa dalam tes ini adalah protein prostat spesifik antigen (PSA), yaitu suatu protein yang dihasilkan prostat. Jika kadar PSA pasien tinggi, maka kemungkinan pasien menderita BPH juga besar. Jika kenaikan tersebut terjadi secara signifikan, maka peluang pasien untuk terkena kanker prostat juga ada.

4. USG transrektal (USG lewat dubur), untuk menilai ukuran prostat, jumlah sisa air seni dalam kandung kemih dan kelainan lain.
5. Uroflowmetri, untuk mengukur kelancaran pancaran air seni saat berkemih.

Cara Mengatasinya
Dapat berupa :
1. Pemantauan/Watchful waiting
2. Obat
3. Pembedahan

Pemantauan / Watchful waiting.
Dilakukan bila keluhannya masih ringan atau sedang sehingga tidak mengganggu kegiatan rutin. Diperlukan pemantauan berkala untuk evaluasi perkembangan.

Obat.

Sebagian besar BPH dapat ditangani dengan obat, ada 2 jenis :

1. Golongan alfa-blocker.

Contoh doxazosin (Cardura), alfuzosin dan tamsulosin . Obat ini merelaksasi otot di sekitar prostat sehingga jepitan pada uretra berkurang. Umumnya penderita mulai merasakan manfaat 1-2 minggu setelah pengobatan.

Efek samping obat ini antara lain:

  • Gangguan pencernaan,
  • Hidung mampet,
  • Sakit kepala, lelah,
  • Impotensi (mandul) dan
  • Gangguan ejakulasi.

2. Golongan 5-alpa-reductase inhibitor.

Contoh finasterid (Prostacom). Obat golongan ini bekerja menghambat pembentukan hormon DHT dalam prostat sehingga akan mengecilkan prostat yang membesar. Obat ini hanya bermanfaat untuk prostat yang sudah sangat membesar dan diperlukan waktu 3 – 6 bulan agar efek obat ini nyata.

Efek samping berupa:

  • Gangguan ereksi penis,
  • Turunnya libido (hasrat seksual)
  • Jumlah semen berkurang.

Pembedahan

Hanya untuk BPH berat yang sering disertai komplikasi. Beberapa alternatif ialah :
1. Pemotongan sebagian prostat lewat uretra : TURP (Transurethral resection of the prostate)

masalah prostat
2. Pemanasan dengan microwave atau radiofrekuesi,

masalah prostat

3. Pembuangan sebagian prostat lewat uretra dengan laser
4. Prostatektomi (Operasi yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh prostat)

Efek samping pasca-operasi ialah :

  • Perdarahan,
  • Impotensi (mandul),
  • urgency ( desakan ingin berkemih) atau Inkontinensia urin (tak bisa tahan kencing)
  • frequency (sering kencing)

Masalah prostat yang terjadi pasca-operasi, perlu dibicarakan dengan dokter. Pasien berhak untuk mengetahui tentang penyakit yang dideritanya dan bagaimana prognosis dari perjalanan penyakitnya.

Ikuti selalu anjuran dokter yang menangani, dan jangan lupa kontrol teratur sampai masalah prostat yang Anda alami clear atau beres. masalah prostat

3. Kanker Prostat

Kanker prostat adalah kanker nomor dua yang sering terjadi pada kaum pria setelah kanker paru-paru. Penyebab kanker prostat sama seperti kanker lain hingga saat ini belum diketahui.

masalah prostat

Gejala
Pada stadium awal kanker prostat sering tidak memberi gejala yang khas, berbeda dengan BPH yang terutama mengenai bagian tengah prostat sehingga cepat menimbulkan penyempitan saluran kemih.

Kanker prostat biasanya terjadi di bagian belakang prostat, sehingga pada stadium awal penderita sering tidak merasakan gangguan berkemih. Tetapi karena kanker prostat terutama mengenai usia diatas 50 tahun dimana prostat sering juga sudah membesar sehingga penderita sering berkonsultasi dengan dokter dengan keluhan-keluhan seperti BPH.

Dengan makin berlanjutnya penyakit, kanker prostat akan menembus kapsul dan berkembang ke jaringan sekitarnya, dimulai dari kelenjar getah bening dan sekitarnya kemudian sel kanker akan menyebar lewat sistem peredaran darah ke tulang panggul dan tulang belakang.

Diagnosis
Untuk memastikan adanya kanker prostat perlu dilakukan pemeriksaan berikut :
1.Pemeriksaan colok dubur (DRE = Digital Rectal Exam), pada kanker prostat akan ditemukan benjolan yang keras, batas tak Beraturan.
2. Pemeriksaan PSA (Prostate Spesific Agent). PSA adalah sejenis protein tubuh yang dapat digunakan sebagai penanda tumor untuk kanker prostat. Tes ini mengukur kadar antigen khusus yang dihasilkan prostate dalam darah, dimana pada kanker prostat akan ditemukan kadar PSA yang tinggi. 
3. Pemeriksaan penunjang lain seperti USG transrectal (USG lewat dubur), untuk menilai ukuran prostat, jumlah sisa air seni dalam kandung kemih dan kelainan lain, CT Scan dan MRI
4. Biopsi. Diambil sedikit jaringan prostat untuk diperiksa di laboratorium. Apakahada keganasan atau tidak.

masalah prostat

Cara Mengatasinya
1. Prostatektomi. Operasi mengangkat sebagian atau seluruh prostat.
2. Radioterapi.
Dengan sinar radioaktif membunuh sel kanker dengan seminimal mungkin merusak sel sehat.
3. Implant biji radioaktif.
Biji radioaktif ditanamkan ke dalam jaringan kanker sehingga efek terhadap sel sehat minimal.
4. Cryoterapi.
Teknik membunuh sel kanker dengan pembekuan.
5. Terapi hormonal.
Karena pembesaran prostat dipicu hormon, dengan manipulasi kadar hormon maka pembesaran
prostat akan terkendali.
6. Kemoterapi.
Untuk kanker prostat stadium lanjut, tujuannya untuk memperlambat penyebaran sel kanker.

Penanganan Masalah Prostat

Untuk kasus masalah prostat yang ringan biasanya cukup ditangani dengan obat-obatan, terapi menahan berkemih, dan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah dengan:

  • Mulai berolahraga secara teratur, misalnya berjalan kaki hingga satu jam tiap hari.
  • Mulai mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein dan minuman keras.
  • Mencari jadwal minum obat yang tepat agar terhindari dari nokturia atau meningkatnya frekuensi buang air kecil sepanjang malam.
  • Mulai membiasakan diri untuk tidak minum apa pun dua jam sebelum waktu tidur agar terhindar dari nokturia atau berkemih sepanjang malam.

Terapi menahan berkemih

Terapi ini dilakukan di bawah bimbingan medis. Di dalam terapi ini pasien akan diajarkan bagaimana cara menahan keinginan berkemih setidaknya dalam jeda waktu dua jam antara tiap berkemih, termasuk diajarkan bagaimana cara mengatur pernapasan, mengalihkan pikiran ingin berkemih, serta relaksasi otot.

Penanganan Masalah prostat dengan gejala parah

Satu-satunya cara menangani masalah prostat dengan gejala menengah hingga parah adalah melalui operasi. Jika Anda (tentu saja pria) mengalami gejala-gejala permasalahan prostat baiknya segera konsultasikan ke dokter umum dahulu. Dokter umum akan merujuk Anda ke dokter Spesialis Urologi, atau dokter Spesialis Bedah Urologi.

Karena jika masalah prostat ini tidak ditangani dengan baik, maka berujung kepada komplikasi seperti:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Penyakit batu kandung kemih.
  • Retensi urin akut atau ketidakmampuan berkemih.
  • Kerusakan kandung kemih dan gagal ginjal.

Oke. sekian artikel dari kami mengenai permasalahan prostat (khusus pria)  dan bagaimana cara menanganinya.

emo5 Jika ada pertanyaan atau konsultasi, boleh isi kolom konsultasi di samping. Terimakasih untuk support dan share-nya . Nantikan artikel-artikel kami selanjutnya. God Bless You..

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin