Cacingan adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing yang bertindak sebagai parasit di dalam tubuh.

Artikel cacingan ini, memberikan edukasi, dan informasi praktis tentang bagaimana Pentingnya Memberantas Cacingan untuk Menyelamatkan Generasi Penerus Kita dari Keterbelakangan. Kiranya artikel ini boleh di share, dan bermanfaat untuk kita semua.

Walaupun terdengar sepele, Namun ternyata Cacingan ini merupakan parasit yang paling sering menginfeksi tubuh manusia. Parasit lain yang dapat menimbulkan penyakit, misalnya malaria.

Parasit artinya sewaktu dia hidup, mempunyai sifat sangat merugikan untuk inang atau tempat dia berada. Tidak ada untungnya sama sekali. Jadi cacing yang hidup di dalam tubuh manusia itu harus dibasmi, dengan obat cacing tentunya.

cacingan-1

Dalam artikel ini, saya tidak berbicara tentang cacing yang dimasak dengan baik, dan dikonsumsi/ dimakan oleh manusia, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Tetapi cacing yang hidup di dalam tubuh manusia, dan menjadi parasit yang sangat merugikan!

Bagaimana cacing parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia??

♥ Paling sering, cacing ini masuk lewat telur yang tertelan oleh manusia⇒Lalu telur itu akan menetas, menghasilkan larva ⇒Larvanya sendiri akan tumbuh menjadi cacing dewasa ⇒Cacing dewasa ini akan bertelur kembali.

Telur cacing ini bisa terdapat:

  • di tanah.— Jadi berisiko tinggi pada anak kecil yang:
    • sering bermain dengan tanah, dan
    • dengan tingkat higiene yang buruk, seperti:
      • memasukkan apapun ke dalam mulut,
      • kuku panjang,
      • lupa cuci tangan,
      • BAB sembarangan,
      • Tidak cuci tangan yang bersih dengan sabun, setelah BAB
      • Sering garuk pantat atau anus. Karena cacing betina dapat bertelur di daerah sekitar anus, terutama malam hari.
    • Kejadian cacingan pada anak kecil, lebih sering dibanding dewasa. Karena orang dewasa relatif lebih mampu menjaga kebersihan diri.
  • Melalui makanan yang terkontaminasi feses atau kotoran manusia atau kotoran binatang yang mengandung telur cacing.
  • Makanan yang tidak dimasak dengan baik, karena cacing sendiri bisa terdapat di tubuh binatang seperti:
    • Cacing pita pada sapi, dan babi. (Karena itu negara Muslim lebih jarang terkena infeksi cacing pita ini, karena tidak mengkonsumsi babi)
    • Cacing gelang toxocara  pada anjing, dan kucing,
  • Pada kasus tertentu, telur cacing dapat menyebar dari baju, seprei, dan lain-lain.

Jika 1 anggota keluarga menderita cacingan, maka seisi keluarga berisiko tertular. Sebaiknya diperiksa atau boleh minum obat cacing juga, untuk preventif/ pencegahan tiap 6 bulan.

Cucilah tangan Anda sebelum makan!!

Jaga agar apapun yang dimakan/ dimasukkan ke mulut kita atau si anak, BEBAS dari Kontaminasi cacing.

♥ Beberapa jenis cacing (misalnya cacing tambang, cacing filaria), dapat memasuki tubuh manusia dalam bentuk larva. Larva itu dapat menembus kulit tubuh manusia. dikenal dengan sebutan Cutaneus Larva Migran (CLM).

cacingan-larva

Jadi, Baiknya memakai alas kaki, jika bepergian!. Jangan telanjang kaki, karena larva cacing bisa menembus kulit.

♥ Parasit Cacing filaria dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex yang sudah terinfeksi parasit ini.⇒ Masuk ke saluran limfe/ kelenjar getah bening ⇒ Apabila cacing menyumbat pembuluh getah bening, ⇒ maka menyebabkan pembengkakkan atau terjadinya penyakit kaki gajah (elephantiasis)

cacingan-filariasis


Banyak macam jenis cacing, tetapi tidak semua menginfeksi tubuh manusia. Jenis cacing yang sering menginfeksi manusia, yaitu:

  • Cacing Askaris atau cacing gelang/ cacing perut/ cacing gilig/ Cacing toxocara :Cacing gelang pada anjing dan kucing.
  • Cacing cambuk / Cacing bulat (Trichuris trichiura atau trichiuris Trichocephalus)
  • Cacing tambang (Necator americanus & Ancylostoma duodenale )
  • Cacing kremi (Oksiuriasis, Enterobiasis)
  • Cacing pita (Tapeworm/Taenia)
  • Cacing filaria/ Cacing rambut.

cacingan-jenis-jenis

Tahukah Anda : 90 persen anak di negara tropis, seperti Indonesia, menderita cacingan. Tentu saja, orang dewasa yang tidak menjaga kebersihan diri, dapat terinfeksi cacingan ini.

Di daerah yang sanitasinya buruk, atau lingkungannya kotor, dan miskin, hampir bisa dipastikan semua anak menderita cacingan.

Gejala- Gejala Cacingan

Jumlah cacing yang sedikit, mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali. Tetapi jumlah cacing yang banyak, dapat mengganggu tubuh inang/makhluk hidup yang ditumpanginya (dalam hal ini, manusia). Apa dampaknya?:

  • Cacing yang bertindak sebagai parasit ini, akan mencuri sari-sari makanan, sehingga anaknya kekurangan gizi⇒ Pertumbuhannya akan terhambat/terlambat (Setelah besar, si anak menjadi pendek, dan kecil).
    • Tetapi tidak selalu orang pendek dan kecil itu kekurangan gizi atau cacingan ya. 🙂
  • Sebagian cacing memiliki kait, seperti cacing tambang dan cacing pita. Sehingga kait itu akan menempel di dalam usus ⇒ menyerap darah⇒ Sedikit demi sedikit, dalam waktu lama, anak/orang yang terinfeksi cacing ini, akan kekurangan darah/ anemia ⇒Tampak pucat, lemas. 
    • Pemeriksaan laboratorium darah/ kadar hemoglobin (Hb) sangat diperlukan, untuk mengetahui adanya anemia atau tidak.
  • Beberapa kasus, cacing itu berkembang biak di dalam tubuh manusia, bergerombol banyak ⇒ menyebabkan sumbatan pada usus ⇒ Bisa ada konstipasi/sembelit/ gangguan BAB, Perut kembung,Mual, Muntah.  Muntahnya bisa keluar cacing. Harus segera dirujuk ke dokter Spesialis Bedah!!
  • Cacing sendiri dapat menimbulkan reaksi alergi⇒ anaknya jadi gatal-gatal terutama dekat tempat masuknya cacing. Misalnya cacing yang dalam bentuk larva, menembus ke kulit manusia.
  • Bisa menimbulkan batuk-batuk yang lama. Karena larva cacing tadi beredar di tubuh, dan bisa masuk ke paru-paru.

cacingan-2

Gejala-gejala cacingan yang lain:

  • Gatal di pantat/ daerah anus.
    Karena cacing betina dapat bertelur di daerah sekitar anus, terutama malam hari.
  • Sakit perut
  • Diare berulang
  • Konsentrasi menurun
  • Mental terbelakang
  • Menurunnya kecerdasan
  • Berbadan kurus.
  • Berat badan sulit naik
  • Daya tahan tubuh melemah
  • Mudah terkena infeksi
  • Demam

Diagnosa pasti dari cacingan itu sendiri, adalah:

  • Keluarnya cacing dari lubang dubur/anus. Atau saat BAB/ buang air besar. Lihat di kotoran/feses nya. Jika ditemukan cacing, maka sudah pasti menderita cacingan.
  • Bisa juga cacing ini terbawa dalam muntahan. Jadi bisa terlihat langsung.
  • Cara lain, dengan memeriksakan tinja/feses tadi ke laboratorium parasitologi. Jika ditemukan telur cacing, maka dapat dipastikan menderita cacingan. Sesuai Evidence Base Medicine (EBM).
  • Pemeriksaan radiologis/ dengan foto rontgen, jika dicurigai cacing ini bergerombol dan menyumbat usus. Bisa terlihat.

Pencegahan cacingan

Melalui uraian panjang lebar di atas, kalian pasti sudah tahu bagaimana mencegah terjadinya cacingan, mari kita rangkum:

  • Menjaga kebersihan diri sendiri/ personal hygiene:
    • Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah BAB dengan sabun.
    • Tidak membuang tinja/ BAB sembarangan
    • Kuku jangan panjang-panjang. Karena telur cacing dapat bersembunyi di sana.
    • Tidak memakan makanan yang kurang matang, terutama daging.
    • Selalu mencuci sayuran dan buah-buahan dengan air mengalir. Karena banyak yang menggunakan pupuk yang berupa kotoran hewan, dan manusia.
    • Selalu menutup makanan, supaya tidak dihinggapi lalat. Karena bisa saja, lalat itu membawa telur cacing.
    • Jika memelihara binatang, perlu dijaga/ dirawat kebersihan dari binatang itu.
    • Memakai alas kaki jika bepergian.
    •  Jika terinfeksi cacingan, maka :
      • Minum obat cacing
      • Ganti pakaian dalam dan seprei setiap hari selama terinfeksi.
      • Cuci pakaian tidur, seprei, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas untuk membasmi telur cacing.
    • dan lain-lain
  • Memperbaiki sanitasi lingkungan
    • Membuang sampah pada tempatnya
    • Membersihkan lingkungan hidup.
      • Menutup tempat sampah. Agar tidak dihinggapi lalat.
      • Bersihkan lingkungan dari kotoran hewan, atau manusia. Anjing ,kucing, babi, dan lain-lain, sebainya tidak berkeliaran di jalan.
    • Air bersih harus selalu ada.
    • Rumah-rumah kumuh / dengan pencahayaan matahari, dan ventilasi yang kurang, Sebaiknya direnovasi atau dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Karena cacing senang bertumbuh di tempat yang lembab dan lingkungan yang kotor.
  • Jika ada 1 anggota keluarga yang terinfeksi cacingan, maka seluruh anggota keluarga juga diperiksa, bahkan meminum obat cacing sebagai upaya preventif atau pencegahan. Karena cacingan sangat menular.
  • Bagi yang berisiko tinggi terinfeksi cacingan (terutama anak-anak umur 2 tahun-12 tahun). Tidak ada salahnya mengkonsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali.
    • Memang evidence base medicine nya, sebaiknya harus dipastikan dengan diagnosa pasti, misalnya: ditemukan telur cacing, dan dilihat cacing jenis apa yang ada di tinja, pada pemeriksaan tinja di laboratorium parasitologi dengan alat mikroskop. Baru diberikan obat cacing yang tepat. Namun hal ini ternyata cukup merepotkan.

cacingan-3

Obat cacing yang biasa saya resepkan adalah:

1.Pirantel Pamoat (contoh: Combantrin), dalam bentuk syrup atau tablet.

cacingan-obat

  • Cara kerja pirantel pamoat adalah dengan melumpuhkan cacing. Cacing yang lumpuh akan mudah terbawa keluar bersama tinja. Setelah keluar dari tubuh, cacing akan segera mati.

Dosis biasanya dihitung per berat badan (BB), yaitu 10 mg / kgBB. Walaupun demikian, dosis tidak boleh melebihi 1 gr.

Sediaan biasanya berupa sirup (250 mg/5 ml) atau tablet (125 mg /tablet, 250 mg/tablet).

Dengan demikian apabila anak memiliki berat badan 12 kg, maka berikan setengah sendok takar/ 2,5 ml, atau tablet yang berisi 125 mg pirantel pamoat.

Bagi orang yang mempunyai berat badan 50 kg misalnya, membutuhkan 500 mg pirantel. Jadi jangan heran jika orang tersebut diresepkan 4 tablet pirantel 125 mg sekali minum atau 2 tablet pirantel 250 mg sekali minum.

2. Albendazole

cacingan-albendazole

Cara kerja : membunuh cacing, menghancurkan telur dan larva cacing dengan jalan menghambat pengambilan glukosa oleh cacing sehingga produksi ATP (adenosine tri phosphate) sebagai sumber energi untuk mempertahankan hidup cacing berkurang, hal ini menyebabkan kematian cacing.

Perhatian :

  • Obat ini tidak boleh diberikan untuk ibu hamil karena bersifat teratogenik embriotus / Kecacatan janin!
  • Jangan diberikan untuk ibu menyusui.
  • Hati-hati untuk penderita gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Hindari penggunaan pada anak di bawah 2 tahun

Dosis sediaan : 400 mg per tablet.
Dewasa dan anak diatas 2 tahun : 400 mg sehari sebagai dosis tunggal.

Tablet dapat dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur dengan makanan.

Efek samping :

  • Perasaan kurang nyaman pada saluran cerna dan
  • Sakit kepala,
  • Mulut terasa kering

Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk penanganan cacingan yang lebih tepat. Terimakasih sudah membaca artikel cacingan ini sampai selesai. Kiranya bisa bermanfaat, dan di share untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Selamatkan Generasi kita dari cacingan!!

Artikel terkait:

♥ Konstipasi atau Sembelit : Apakah BAB Harus Setiap Hari baru dikatakan normal??, Tebak: Buah apa yang no.1 untuk mengatasi susah BAB ??

♥Batuk, pilek, dan demam : Pet unjuk Pengobatannya

♥ Penyakit Malaria : Waspadai Menggigil, Demam, lalu Berkeringat

♥ Prinsip Sehat atau Sakit : Bagaimana menjelaskannya

♥ 8 Tips Mudah Menjaga Anak Anda Tidak sakit-sakitan

♥ Penyakit diare atau mencret : Petunjuk Resepnya

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin