Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai penyakit saraf yang dikenal dengan Bell’s Palsy. Semua orang bisa terkena, bahkan aktor sekaliber Samuel Zylgwyn, dan Pemain sinetron si Doel, Rano Karno juga pernah terserang Bell’s Palsy.

Rano karno bells palsy

Bell’s Palsy adalah kelumpuhan wajah yang disebabkan peradangan dari saraf fasialis/ facial nerve/ saraf ke-7, dikenal dengan saraf muka.

bell's palsy 1

Pada gambar di atas, yang lumpuh saraf fasialisnya adalah sisi wajah yang tidak bisa menutup kelopak matanya dan bibirnya tidak bisa terangkat untuk tersenyum.

Memang biasanya yang terkena hanya sebelah atau 1 sisi wajah.

Kata Bell’s Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.

Penyebab Bell’s Palsy

Penyebab Bell’s Palsy bisa disebabkan karena:

  • Infeksi bisa karena bakteri atau virus : Misalnya batuk, pilek yang lama. Infeksinya bisa menjalar ke saraf 7/ saraf muka yang menyebabkan seseorang terkena Bell’s Palsy.
    • Virus yang biasa menyebabkan Bell’s Palsy adalah Varicella zooster virus. Virus ini menyebabkan Varicella/ cacar air, dan Herpes zoster/ cacar ular.
    • Virus lain adalah Epstein Barr Virus (EBV). Virus ini menyebabkan mononukleosis infeksiosa, limfoma burkitt, dan kanker nasofaring.
    • Daya tahan tubuh yang lemah akibat keletihan misalnya, dapat memperberat infeksi memudahkan terjadinya Bell’s Palsy.
  • Merokok juga dapat mengiritasi saraf fasialis memudahkan terjadinya Bell’s Palsy.
  • Wanita hamil juga bisa terkena Bell’s Palsy akibat perubahan hormonal, juga sistem imun dari bayinya yang berbeda, sehingga dapat menyerang saraf.
  • Penyakit sistemik, misalnya kencing manis/ Diabetes Melitus dapat menyebabkan neuropati diabetik/ kerusakan saraf yang diakibatkan oleh Diabetes Melitus.
    • Hipertensi/ Tekanan darah tinggi, dan Stroke juga dapat mengganggu peredaran darah di area wajah, mengganggu persarafan wajah  memudahkan terjadinya Bell’s Palsy.
  • Tumor di dalam ( khususnya di area wajah, juga dapat menyebabkan Bell’s Palsy)
  • Tekanan : Misalnya ketika tidur tengkurap apalagi dengan wajah yang menempel pada lantai (kasusnya cukup sering), dapat menyebabkan saraf fasialis yang ada di wajah ‘tergencet”/ tertekan, yang menyebabkan kelumpuhan sisi wajah.
    • Jika mau tengkurap, sebaiknya wajah ditopang oleh bantal atau guling, jangan langsung ditopang dengan tangan/lengan (karena tangan lebih keras daripada bantal sehingga saraf fasialisnya lebih berisiko tertekan), APALAGI WAJAH JANGAN DITOPANG LANGSUNG DENGAN LANTAI YANG KERAS, APALAGI LANTAINYA JUGA DINGIN. Karena gampang menyebabkan saraf fasialis menjadi lumpuh/ terjadi Bell’s Palsy.
  • Exposure : Misalnya udara dingin ( AC/kipas angin/ angin yang didapat saat kita berkendara), Wajah terpapar lantai yang dingin, dapat menyebabkan terjadinya Bell’s Palsy.

Apa ciri-ciri orang yang terkena Bell’s Palsy?

bells palsy 2

Sisi wajah yang sehat adalah sebelah kanan wajah pasien. Sisi wajah yang lumpuh adalah sebelah kiri pasien.

  • Kalau orangnya banyak kerutan di wajah, kita suruh mengangkat alis, maka kita dapat melihat satu sisi wajah yang terkena Bell’s Palsy atau yang saraf fasialisnya lumpuh, KERUTANNYA TIDAK NAIK.
  • Jika kita suruh mengedipkan mata. sisi wajah yang sehat dapat mengedipkan mata, namun sisi wajah yang lumpuh akan lebih lambat refleks mengedipnya atau tidak sempurna mengedipkan/ menutup mata. Sehingga lama-lama mata akan terasa kering dan mudah iritasi.
  • Kemudian coba kita suruh untuk tersenyum. Maka sisi wajah yang sehat dapat menarik, namun sisi wajah yang lumpuh saraf fasialisnya akan diam saja. Sehingga muka kelihatan mencong.
  • Kita suruh meraka tiup, namun orang yang terkena Bell’s Palsy akan bocor udaranya/ tidak bisa menggembungkan pipi secara sempurna.
  • Pada Bell’s Palsy dapat disertai telinga berdenging/ tinnitus, dan lidah dapat menjadi hambar atau kurang bisa mengecap rasa, karena ada cabang saraf fasialis yang juga ikut lumpuh.
  • TAPI PADA BELL’S PALSY TIDAK ADA NYERI. Hanya otot wajah sebelah yang tidak bisa digerakkan.

Lalu APA BEDANYA DENGAN STROKE??

Memang stroke juga dapat menyebabkan kelumpuhan sebelah sisi wajah sama seperti Bell’s Palsy, Namun STROKE DISERTAI GEJALA LAIN, Misalnya:

  • Coba suruh orang tersebut merentangkan kedua tangaPannya ke depan, Jika orang tersebut stroke, BIASANYA SEBELAH TANGANNYA LAMA-LAMA AKAN TURUN/ LUMPUH JUGA.
  • Pada orang stroke, biasanya bicaranya akan pelo/cadel. Sementara Bell’s Palsy biasanya tidak pelo, hanya mengalami gangguan bicara dikarenakan otot wajahnya yang lumpuh.
  • Pada orang stroke, biasanya ada gangguan/ sukar menelan. Sementara Bell’s PAlsy tidak.

JADI BELL’s PALSY SEBENARNYA TIDAK MENYEBABKAN KEMATIAN, HANYA WAJAHNYA SAJA YANG LUMPUH SEBELAH.

SEBENARNYA, APA TERAPI DARI BELL”S PALSY ?

♥ Biasanya dokter akan memberikan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan di sarafnya. Pasien tidak perlu inap atau boleh langsung pulang.

Namun jika dokter mencurigai adanya tumor, misalnya pasien tersebut juga mengeluh adanya tuli mendadak atau sakit kepala hebat, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih jelas, misalnya MRI ( Magnetic Resonance Imaging)

Pemeriksaan yang lebih intensif untuk Bell’s Palsy adalah EMG (Elektromiografi): Pemeriksaan untuk mendeteksi kelumpuhan wajah. APAKAH SARAFNYA MASIH POTEN/AKTIF ATAU TIDAK?? Jika memang hanya terdiagnosis Bell’s Palsy saja, pasien boleh pulang dan diberikan obat kortikosteroid.

Jika memang didiagnosa adanya infeksi virus, dokter bisa memberikan obat anti virus.

Jika memang didiagnosa adanya infeksi bakteri, dokter bisa memberikan antibiotik.

dokter juga akan memberikan vitamin untuk saraf, misalnya vitamin B Complex.

dokter juga bisa memberikan obat tetes mata steril, karena sisi wajah yang terkena bell’s Palsy kesulitan untuk berkedip dan menutup mata. Jadi Penderita Bell’s Palsy, KETIKA TIDUR SEBAIKNYA MEMAKAI TUTUP MATA PADA BAGIAN YANG TERSERANG BELL’S PALSY.

PENGOBATAN BELL’S PALSY BIASANYA BUTUH WAKTU 2 minggu- 1 bulan.

KOMPRES AIR HANGAT PADA BAGIAN SISI WAJAH YANG LUMPUH, DAPAT MENINGKATKAN VASKULARISASI/ PEREDARAN DARAH DI SEKITAR WAJAH ⇒ Meningkatkan sirkulasi dan mempercepat penyembuhan dari Bell’s Palsy.

Bisa dilakukan terapi termal atau panas pada bagian sisi wajah yang lumpuh dengan sinar ultraviolet.

Teknik relaksasi dan akupuntur dikatakan bisa membantu mempercepat pemulihan dari kondisi Bell’s palsy dan mengembalikan fungsi saraf wajah.

Fisioterapi untuk melatih otot wajah yang lumpuh juga dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan.

Pola Hidup Sehat juga sangat penting untuk memperbaiki daya tahan tubuh/ imun kita, sehingga kita tidak gampang terkena Bell’s Palsy.

Hindari faktor-faktor pencetus Bell’s Palsy, terutama dari tekanan dan exposure. Jadi setelah membaca artikel ini, Anda bisa melarang mereka yang suka tiduran di lantai, suka terpapar AC dan kipas angin yang langsung menyorot ke sebelah wajah, atau angin dari bukaan jendela mobil. Karena lama-kelamaan, saraf fasialis yang ada di wajah bisa tertekan dan teriritasi yang menyebabkan kelumpuhan/ Bell’s Palsy.


Jadi APA pertolongan pertama apabila Anda jika Mendapat teman Anda atau bahkan ANDA sendiri terserang Bell’s Palsy??

  • Anda dapat mengkompres air hangat, sebelah wajah yang dirasa lumpuh akibat Bell’s Palsy.
  • YANG PALING PENTING, ANDA HARUS SEGERA PERGI KE DOKTER. Yang paling ahli di kasus Bell’s Palsy ini, adalah dokter Spesialis Saraf untuk mendapat terapi.

Semakin cepat diobati, maka prosnosis pasien akan lebih baik dan proses penyembuhan akan lebih bagus.

Terimakasih sudah membaca artikel mengenai Bell’s Palsy ini sampai selesai, nantikan artikel-artikel kami selanjutnya.

Artikel-artikel terkait:

♥ Serangan stroke : gejala, dan penyebabnya

♥ Hipertensi : Langkah praktis mengontrol Tekanan Darah

♥ Diabetes Melitus: Artikel terlengkap, informatif

♥ Kanker : Tanya Jawab santai seputar Kanker

♥ Herpes Zoster : Apakah cacar ular/cacar api, yang melingkari badan Menyebabkan KEMATIAN ?? Mitos atau Fakta?? dan APA Perbedaannya dengan cacar air/ Varicella, serta Herpes Simplex yang terjadi di area mulut dan genital/ alat kelamin??

♥ Batuk, pilek, dan demam : Petunjuk Pengobatannya

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin