Batuk, pilek, dan demam adalah kombinasi dari gejala-gejala penyakit yang sangat sering saya temui di klinik. Hampir semua pasien, keluhannya itu-itu saja.. batuk, pilek, dan demam. Ketiga gejala ini sering dipakai sebagai petunjuk penegakan diagnosa dari suatu penyakit.

Oke sekarang, mari kita bahas dengan lebih sederhana. Dimulai dari definisinya dahulu. Kemudian tentang bagaimana petunjuk pengobatannya. Agar tidak sembarangan kasih obat.

Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan untuk melawan gangguan dari luar. Salah satunya adalah batuk. Batuk adalah respons alami yang dilakukan tubuh untuk membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi, seperti debu atau asap, agar keluar dari saluran pernapasan kita.

Pengertian Pilek

Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, Pilek adalah peradangan yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir atau sekret menjadi lebih banyak.

batuk, pilek, dan demam

Pilek juga merupakan penyakit menular pada sistem pernapasan, mudah menyebar dan terutama menyerang hidung.

Pengertian Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Infeksi ringan hingga parah bisa menyebabkan demam. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri atau parasit.

batuk, pilek, dan demam

Selain itu, demam juga bisa terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di bawah sinar  matahari atau karena penyakit seperti hipertiroidisme dan dapat merupakan respon dari suatu peradangan, misalnya: artritis (peradangan sendi).

Petunjuk Pengobatan Batuk, pilek, dan demam

Untuk Memulai pengobatan, tentu saja ada indikasinya. Kapan diberikan antibiotik??

Indikasi penggunaan Antibiotik

Batuk, pilek, dan demam dapat diobati sesuai dengan gejala-gejalanya saja. Namun jika penyebabnya memang karena infeksi yang disebabkan bakteri, maka pengobatannya sudah memerlukan penggunaan antibiotik juga.

Penggunaan antibiotik hanya diperuntukkan untuk infeksi penyakit yang disebabkan Bakteri. Atau pencegahan terhadap infeksi bakteri. Dan antibiotik HANYA boleh diresepkan oleh dokter.

Karena jika salah pengobatan, dapat terjadi resistensi obat (kuman jadi makin kebal, tidak mempan dengan obat biasa), penyakit bertambah berat,  dan dapat terjadi komplikasi dari efek samping obat, misalnya gangguan organ hati, gangguan sistem pencernaan, gagal ginjal, dll.

Indikasi penggunaan antibiotik dari ANAMNESA: Komunikasi dokter dengan pasien. Tanya Jawab seputar riwayat medis atau penyakitnya.

  • Apakah batuknya berdahak?? Mengeluarkan dahak atau lendir atau sekret?? Apakah dahaknya berwarna hijau kekuningan?? ⇒ Jika jawabannya Ya, maka penyebabnya kemungkinan besar adalah Bakteri  Jadi pengobatannya dengan menggunakan antibiotik
  • Apakah pileknya, keluar ingus kental berwarna hijau kekuningan?? ⇒ Jika jawabannya Ya, maka penyebabnya kemungkinan besar adalah Bakteri  Jadi pengobatannya dengan menggunakan antibiotik
  • Hidung yang menjadi tersumbat, kemungkinan juga terjadi populasi kuman atau bakteri yang mengumpul di area hidung. Dapat menjadi pertimbangan pemberian antibiotik.
  • Jika sakit batuk, pileknya sudah cukup lama (lebih dari 3 hari) besar kemungkinan sudah terjadi infeksi bakteri.
  • Apakah demam tinggi berlangsung lebih dari 3 hari?? Sampai menyebabkan penurunan aktifitas kerja. Kondisinya lemah sekali. Pada anak ditandai dengan keengganan untuk bermain.. Jadi tidak nafsu makan..? Jika jawabannya Ya, maka penyebabnya kemungkinan besar adalah Bakteri  Jadi pengobatannya dengan menggunakan antibiotik.

Indikasi penggunaan Antibiotik dari PEMERIKSAAN FISIK:

Dibagi 4:

  1. Inspeksi (dilihat) : Apakah memang kondisinya lemah, ingusnya atau dahaknya kental, kuning kehijauan. Temperaturnya menunjukkan angka di atas 37,5º C atau bahkan demam tinggi di atas 39ºC. Buka mulut pasien, periksa juga keadaan amandel. Lihat, Apakah terjadi peradangan pada amandel (tonsilitis). Periksa juga keadaan gigi. Apakah ada infeksi pada gigi.
  2. Auskultasi (didengar dengan stetoskop) : Apakah ada ronki dari paru-paru. Seperti suara beriak (seperti berisik) di paru-paru atau Bisa juga suaranya tidak nyaring (saat pasien diminta menarik nafas, suaranya tidak terdengar jelas di stetoskop seperti paru-paru normal) Menunjukkan infeksi atau peradangan di paru-paru yang menyebabkan adanya lendir atau cairan di paru-paru) , Salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri yang penanganannya adalah dengan pemberian antibiotik.
  3. Perkusi (diketuk) : Tidak seberapa penting dalam hal ini
  4. Palpasi (diraba) : Tidak seberapa penting dalam hal ini. Untuk perabaan apakah demam, lebih baik lihat dengan termometer (alat pengukur suhu atau temperature)

batuk, pilek, dan demam

Auskultasi paru-paru dengan alat stetoskop

♥ Indikasi penggunaan Antibiotik dari Pemeriksaan Penunjang :

  • Dari hasil laboratorium darah:

batuk, pilek, dan demam

Leukosit adalah sel darah putih yang mempunyai fungsi untuk melawan infeksi. Jika hasil dari Leukosit (sel darah putih)  di atas nilai normal > 10.000/mm3 atau tinggi, menunjukkan adanya peradangan dan infeksi (kemungkinan besar infeksi bakteri) ⇒ Indikasi penggunaan antibiotik

  • dari rontgen thorax:

batuk, pilek, dan demam

Terlihat adanya efusi pleura atau penimbunan cairan di paru-paru sebelah kiri.

Faktor penyebabnya bisa jadi dari jantung, Namun jika sudah terjadi penimbunan cairan di paru-paru, maka mudah terjadi peradangan ⇒ Akhirnya memicu terjadinya infeksi (terutama yang disebabkan bakteri) Indikasi pemberian antibiotik.

batuk, pilek, dan demam

Rontgen Thorax di atas memunjukan bronchopnemonia. Peradangan pada paru-paru yang penyebab salah satunya adalah infeksi bakteri ⇒ Indikasi pemberian antibiotik

batuk, pilek, dan demam

Salah Satu penyebab batuk-batuk yang tak kunjung sembuh, bisa juga disebabkan infeksi bakteri Micobacterium Tuberculosis (TBC) ⇒ Indikasi pemberian antibiotik khusus TBC

  • Rontgen Sinus

batuk, pilek, dan demam

Penyebab pilek yang tak kunjung sembuh, juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri pada penyakit sinusitis. ^_^ Boleh klik. materinya cukup lengkap. Tentu saja karena penyebabnya adalah infeksi bakteri maka termasuk indikasi pemberian antibiotik.

  • Pemeriksaan dahak atau sputum di laboratorium juga termasuk pemeriksaan penunjang untuk melihat adakah infeksi bakteri atau tidak.
  • Bisa juga kultur kuman. Misalnya dari sekret pasien (lendir atau cairan dari tubuh pasien yang diduga terinfeksi kuman atau bakteri) dibiakkan dalam kultur. Apakah ada infeksi bakteri atau tidak. Selain itu juga dapat dilakukan test resistensi obat. misalnya test resistensi antibiotik. Apakah dengan antibiotik ini dapat membunuh bakteri yang sudah dikultur itu atau tidak.

Sekali lagi: Penggunaan antibiotik hanya diperuntukkan untuk infeksi penyakit yang disebabkan Bakteri. Atau pencegahan terhadap infeksi bakteri. Dan antibiotik HANYA boleh diresepkan oleh dokter.

————————————————-

Jika batuk, pilek atau demam Tidak termasuk indikasi pemberian antibiotik seperti di atas. Besar kemungkinan penyebab batuk, pilek atau demam bukan disebabkan oleh bakteri. Penyebab terseringnya adalah virus.

Virus termasuk self limiting disease. Artinya penyakit yang dapat sembuh sendiri. Jadi tidak memerlukan terapi antibiotik.

Kita cukup memberikan obat-obatan yang sesuai dengan gejala-gejala, seperti:

  • Demam : bisa diberikan obat anti demam, seperti paracetamol
  • Bersin   : bisa diberikan obat antihistamin, atau antialergi, seperti CTM
  • Hidung tersumbat: Bisa diberikan obat dekongestan (obat yang menyusutkan selaput hidung yang membengkak dan membuatnya lebih mudah untuk bernapas), seperti Pseudoefedrin (®Tremenza)
  • Pilek, dan Batuk yang berdahak: bisa diberikan obat yang bersifat mukolitik (pengencer sekret/ dahak) atau sekretorik (untuk mudah mengeluarkan dahak), seperti: Ambroxol, Bromhexine, atau GG (Glyceryl Guaiacolate/ Guaiafenesin)
  • Batuk kering. Artinya tidak mengeluarkan dahak:  bisa diberikan obat antitusif untuk menekan reseptor batuk, seperti Codein, Dextrometorphan (DMP)
  • Multivitamin, jika memang kekurangan vitamin.

Biasanya Obat-obatan yang sesuai dengan gejala ini, jangan diberikan lagi jika gejala sudah menghilang. Misalnya jika penderita itu  sudah tidak demam lagi, atau nyeri  Maka obat anti demam, seperti: paracetamol dihentikan.

Pola hidup sehat sangat menentukan kesembuhan pasien, seperti:

  • Tidur cukup : 8 jam sehari ( jika sedang sakit, memerlukan waktu tidur yang lebih banyak, rata-rata 8 jam)
  • Minum air putih  yang cukup. Pada dewasa 8-10  gelas air putih sehari.
  • Makan makanan sehat, dan bergizi. Gizi harus baik untuk melawan infeksi.
  • Lebih baik makan makanan yang matang, dan minum minuman yang matang atau layak minum.
  • Kebersihan diri juga penting, baik dalam hal mandi, gosok gigi,  juga mencuci tangan sebelum makan. Untuk menghindari kuman infeksi.
  • Jika ada infeksi gigi, karies atau lobang pada gigi yang dapat memicu demam, konsultasilah ke dokter gigi.
  • Jangan merokok. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
  • Hindari polusi, debu, atau bahan-bahan yang memicu alergi.  Pakai masker jika keluar rumah.
  • Hindari makan atau minum terlalu dingin, terlalu panas, terlalu manis, terlalu berminyak (gorengan), banyak michin atau MSG(Snack/makanan ringan), terlalu pedas, karena dapat memicu batuk.
  • Jika badan tidak fit, hindari orang-orang sakit supaya tidak tertular penyakit.
  • Imunisasi jika perlu. Ada juga imunisasi untuk influenza.
  • Tetaplah tenang, dan berdoa.
  • Ikuti anjuran dokter. Jika sakit berlanjut, konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lengkap.

Oke. Artikel tentang batuk, pilek, dan demam sudah cukup lengkap saya jelaskan dari sudut pandang saya sebagai dokter. Semoga informasi ini mudah dipahami oleh orang awam. Artikel ini tidak bertujuan untuk membocorkan resep pengobatan. Namun lebih ditujukan kepada kesadaran orang awam untuk tidak memberikan pengobatan secara sembarangan. Berkonsultasilah ke dokter untuk menegakkan diagnosa dan pengobatan yang lebih tepat.

Terimakasih sudah membaca artikel batuk, pilek, dan demam ini sampai selesai. Nantikan artikel-artikel selanjutnya dari www.petunjuksehat.comemo5 dr.Michael.

 

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin