Saya sering menemukan pasien dengan riwayat alergi makan ikan, seafood, kacang, telur, susu, bahkan buah pisang pun dapat mencetuskan alergi pada seseorang. Yang paling sering yaitu: alergi ikan, kacang-kacangan, dan seafood (kepiting,udang, kerang,cumi). Pada anak, sering juga ditemukan alergi pada susu sapi, dan telur.

alergi makanan 4

Alergi makanan biasanya memang berhubungan dengan substansi protein pada makanan tersebut. Jadi tidak heran, makanan yang mengandung protein lah, yang lebih sering menimbulkan alergi pada orang tertentu.

Masing-masing orang bisa berbeda-beda, makanan/minuman pencetus alerginya. Ada juga yang alergi hanya pada ikan tertentu (misalnya ikan tongkol), tetapi ikan mujair tidak alergi. Ada juga yang alergi terhadap semua ikan.

Ada yang alergi susu sapi, tetapi tidak alergi pada susu kambing. Ada yang alergi terhadap produk yang terbuat dari kacang kedelai (susu kedelai, tahu, dan tempe)

Sebagian besar alergi makanan tersebut sudah muncul pada masa kanak-kanak, kemudian menghilang setelah usia 3 tahun. Karena itu kejadian alergi makanan lebih sering ditemui pada anak-anak. Ada juga yang menetap sampai dewasa. Tetapi Alergi makanan yang baru muncul pada usia dewasa jarang terjadi.

Sebaiknya, CATAT MAKANAN/MINUMAN/FAKTOR PENCETUS ALERGI!!, Sehingga kita bisa mengantisipasinya. Di bagian akhir artikel, saya akan berikan tips singkat mengenai Terapi pada Alergi Makanan.

Adapun gejala alergi yang paling sering, adalah:

  • GATAL pada kulit

alergi makanan 1

  • Ruam merah/urtikaria/biduran pada kulit

alergi makanan 2

Gejala lain yang cukup sering pada alergi makanan:

  • Pembengkakan pada mulut,bibir, wajah, serta bagian tubuh lainnya.
  • Sensasi kesemutan atau gatal di dalam rongga mulut,
  • Sulit menelan

Selain gejala-gejala tersebut, penderita alergi makanan ada juga yang mengalami gejala:

  • Mual dan muntah,
  • Mata terasa gatal,
  • Bersin-bersin,
  • Pening atau pusing,
  • Diare,
  • Sakit perut,
  • serta Sesak napas.
  • Asma

Jadi, jika Anda makan/minum atau terpapar sesuatu, dan mengalami gejala-gejala seperti yang saya sebutkan di atas, ITU ADALAH ALERGI.

Sebenarnya pencetus alergi pada seseorang, tidak hanya dari substansi protein pada makanan atau minuman yang dia konsumsi, tetapi pencetus alergi bisa juga dari:

  • Obat-obatan
    • Kebanyakan obat-obat golongan Penicillin, dan Sulfa yang sering mencetuskan alergi.
    • Jadi pasien harus memberitau dokternya apabila mempunyai riwayat alergi obat. Dokter pun juga harus aktif bertanya, apakah pasien ini mempunyai riwayat alergi atau tidak. Sehingga obat yang diberikan pun, AMAN.
  • Hirupan: debu, serbuk sari, rokok, dan sebagainya
  • Udara (dingin dan panas)
  • Binatang, misalnya: bulu kucing, anjing, dan sebagainya
  • Zat-zat kimia
  • Faktor keturunan (genetika), Bisa ditanyakan riwayat keluarga yang juga memiliki alergi.

Konsep Dasar Alergi

Alergi adalah suatu reaksi hipersensitifitas atau hiper-reaktifitas sistem imun/kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang masuk ke tubuh. Sesuatu itu dianggapnya berbahaya bagi tubuh, dan harus diperangi. Sesuatu itu bisa disebut: benda asing/antigen/alergen=pemicu alergi.

Seperti alergen lain, alergi terhadap makanan dapat bermanifestasi pada satu atau berbagai organ target:

  • Kulit (urtikaria/biduran, angioedema/bengkak/pembesaran di pembuluh darah, dermatitis atopik/peradangan kulit)
  • Saluran napas (rinitis/peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung, asma)
  • Saluran cerna ( nyeri perut, muntah, diare)
  • Sistem kardiovaskuler (syok anafilaktik)

Makanan merupakan salah satu penyebab reaksi alergi yang berbahaya. Karena jika reaksi hipersensitivitasnya berat, dapat mempengaruhi sistem kardiovaskuler (kardio=jantung, vaskuler=pembuluh darah) syok anafilaktik (salah satu tandanya, tekanan darah menurun drastis, tiba-tiba)⇒kematian.

Patofisiologi/ Kelainan Fisiologi yang terjadi

Saya akan menjelaskannya dengan lebih mudah.

Pada orang tertentu, terjadi kegagalan sistem imun dalam mentoleransi makanan yang masuk. Dianggap sebagai alergen=pemicu alergi.

Ketika protein makanan yang dianggap sebagai alergen/antigen berbahaya oleh tubuh itu masuk ke tubuh Dia akan bereaksi dengan antibodi ⇒ Antibodi tersebut berikatan kuat dengan reseptor IgE (Imunoglobulin yang bertanggung jawab terhadap reaksi alergi) pada sel mast yang terutama, dan leukosit-leukosit/sel-sel darah putih lainnya: basofil, makrofag, monosit, limfosit, eosinofil.

alergi makanan 7

APC=Antigen Precenting Cell adalah sel imun tubuh, untuk membantu mengenalkan sistem imun terhadap antigen yang masuk.

Degranulasi sel mast adalah proses ketika sel mast melepaskan histamin, dan agen/mediator peradangan lain.

Sel mast ini, sangat terlibat di dalam reaksi alergi. Dia juga mengeluarkan mediator inflamasi, contohnya: Histamin. Sebagai respon terhadap adanya alergi, dan memicu timbulnya reaksi peradangan.

Jadi, ketika protein makanan masuk ke tubuh, dan dianggap sebagai alergen akan memicu IgE yang telah berikatan dengan sel mast. kemudian sel mast akan melepaskan mediator-mediator inflamasi/peradangan (Histamin, Prostaglandin, dan Leukotrien), yang akan menyebabkan:

  • Vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), Kebocoran plasma
  • Sekresi mukus (Pengeluaran lendir berlebih)
  • Kontraksi otot polos (Misalnya Bronkokontriksi/ penyempitan saluran bronkus pada paru-paru)
  • Gejala-gejala peradangan dan alergi, seperti disebutkan di awal artikel.

Kebanyakan alergi makanan adalah jenis hipersensitifitas tipe 1 (reaksi tipe cepat), timbul segera/beberapa menit setelah ada paparan dengan alergen, dan berhubungan dengan IgE.

Terapi

Sebenarnya terapi alergi makanan adalah Menghindari makanan/minuman penyebab. Masing-masing orang tidak sama, jadi Catat Baik-Baik.

alergi makanan 8

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, atau ahli gizi.

Ada juga terapi dengan cara desensitisasi. Yaitu: mengkonsumsi makanan/minuman penyebab, TETAPI DENGAN JUMLAH YANG SEDIKIT DAHULU, Kemudian di waktu selanjutnya JUMLAHNYA DITAMBAH SEDIKIT LAGI. Tujuannya adalah mengurangi sensitifitas imun/kekebalan tubuh pada makanan/minuman yang dianggap sebagai alergen.

Namun cara desensitisasi tidak menjamin keberhasilan atau alergi terhadap makanan tertentu menjadi hilang. Dan JANGAN LUPA MENYIAPKAN OBAT ANTI ALERGI/ ANTIHISTAMIN, UNTUK JAGA-JAGA JIKA REAKSI ALERGI MULAI TIMBUL.

Ada juga dokter yang memberikan resep anti alergi untuk pencegahan kepada pasiennya, sebelum konsumsi makanan/minuman yang dianggap dapat menyebabkan alergi. Jadi Minum dulu obat anti-alergi nya, sebelum konsumsi makanan/minuman penyebab alergi.

Medikamentosa

Pada reaksi alergi ringan hanya diberikan antihistamin (contoh: CTM, Loratadine), dan jika perlu ditambahkan kortikosteroid (contoh:Dexamethasone) pada reaksi alergi sedang.

Sedangkan pada reaksi alergi berat, contohnya: serangan anafilaksis syok, Sindrom Steven-Johnson (SSJ), HARUS SEGERA DIBAWA KE RUMAH SAKIT. Terapi utama pada anafilaksis syok adalah epinefrin/adrenalin.

Artikel terkait:

♥ Penderita Asma : Lebih Baik pakai Obat Hirup atau Tablet??

♥ Penyakit diare atau mencret : Petunjuk Resepnya

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin