AIDS disebabkan oleh penularan Virus HIV. Namun Virus HIV membutuhkan waktu lama (masa inkubasi rata-rata 3-5 tahun) untuk membuat sistem kekebalan tubuh kita menurun (=sel darah putih CD4/ sel-T menurun), dan bisa dikatakan AIDS.

Masa inkubasi adalah: masa saat kuman (dalam hal ini Virus HIV) masuk ke tubuh penderita melalui berbagai macam penularan SAMPAI menimbulkan gejala-gejala.

Saat masa inkubasi virus HIV (rata-rata 3-5 tahun, bahkan bisa sampai 10 tahun atau lebih), penderita HIV sama sekali tidak merasakan gejala apa pun (seperti orang normal saja). Pada tahap ini penderita HIV merasa sehat saja.

Barulah pada tahap AIDS, penderita mulai dibombardir berbagai macam infeksi, dan menunjukkan gejala infeksi yang jelas, mulai dari diare yang tidak sembuh-sembuh, jamuran pada kulit, mulut, tenggorokan, vagina,  mudah demam, batuk, pilek, Terkena TBC, Penurunan Berat Badan secara jelas, lemah, dan sering sakit-sakitan.

aids 1

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

Virus HIV akan dinamakan AIDS, Jika tubuh sudah dibombardir berbagai macam infeksi dan memberikan gejala-gejala yang jelas Tubuh Penderita AIDS tidak akan mampu melawan infeksi karena imun atau sistem kekebalan tubuhnya sudah digerogoti oleh virus HIV ⇒ KEMATIAN

Tahukah Anda???,

Setiap 25 menit, ada 1 orang penderita baru yang tertular HIV di Indonesia (Negara yang berpenduduk sekitar 250 juta jiwa).

Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:

  • Hubungan seks tanpa kondom, Karena Cairan Vagina, Cairan Sperma, Cairan sekitar dinding Anus merupakan media penularan HIV (Viral load tinggi). Apalagi hubungan seks dengan PSK (pekerja seks komersial) yang sering berganti-ganti pasangan seksual. Tingkat penularan HIV semakin tinggi.
  • Alat bantu seksual yang terkontaminasi HIV
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Hati-hati juga pada petugas kesehatan apabila tertusuk jarum pasien yang mengidap HIV+, resiko tertularnya tinggi.
  • Atau memakai tusuk gigi bekas penderita HIV.
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui.

Apa yang sebaiknya dilakukan ibu hamil jika mengetahui dirinya terinfeksi HIV??

♥Pastinya jika Anda mengalami masalah kesehatan, berkonsultasilah ke dokter. Dalam hal ini dokter akan memberikan obat ARV (obat Antiretroviral) untuk mencegah atau memperlambat virus HIV berkembang.

♥ Juga pada saat melahirkan sebaiknya dilakukan operasi Caesar. Karena persalinan normal melalui vagina, memiliki resiko lebih tinggi sang bayi untuk tertular HIV.

Apakah Ibu positif HIV boleh menyusui bayinya??

♥ Ibu positif HIV sebaiknya tidak menyusui bayinya , Namun jika ibu positif HIV ingin menyusui bayinya, maka harus dilakukan test CD4, dan viral load untuk memastikan keamanan ASI nya dari Virus HIV.

  • Jika CD4 atau kekebalan tubuhnya masih tinggi (Jumlah CD4 yang normal biasanya berkisar antara 500 dan 1.600)
  • Viral load /kandungan/jumlah virus HIV di aliran darah sang ibu tidak terdeteksi.
  • Ibu juga harus sudah mengkonsumsi obat antiretroviral (ART) untuk mencegah virus  HIV berkembang.

Ingat!! Harus disetujui oleh dokter jika ibu pengidap HIV ingin menyusui bayinya.

APAKAH HIV penyebab AIDS ini bisa , disembuhkan?? Apakah bisa, Virusnya benar-benar lenyap??

Belum ada obat yang dapat melenyapkan virus HIV dari tubuh ODHA (ODHA adalah sebutan untuk orangorang yang telah mengidap HIV/AIDS), Bahkan Vaksin HIV saja belum ada yang efektif. Sampai artikel ini ditulis, masih dilakukan penelitian untuk menemukan bagaimana ODHA dapat disembuhkan.

Pengobatan yang ada saat ini hanya memperlambat perkembangan Virus HIV menjadi AIDS. Karena HIV adalah retrovirus, obat yang digunakan adalah obat antiretroviral (ARV). ARV tidak membunuh virus itu. Namun, ARV dapat melambatkan pertumbuhan virus. Waktu pertumbuhan virus dilambatkan, begitu juga penyakit HIV.

aids 3

Terapi Antiretroviral (ARV) yang diberikan ke ODHA sekarang ini merupakan kombinasi dari obat-obat Antiretroviral (biasanya 3 macam obat ARV dari group yang berbeda). Tujuannya adalah untuk mencegah resistensi virus HIV.

Terapi kombinasi ARV ini akan membuat orang yang terinfeksi atau tertular HIV untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) ini berfungsi menghambat virus HIV dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi tiap hari.

Penderita ODHA juga disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, dan lain-lain. Dapat diberikan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS.

AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Bagaimana Cara Mendiagnosis HIV??

♥ Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.

Tes HIV ini bersifat rahasia.

Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.

Pada saat masa inkubasi, virus HIV ini tidak menimbulkan gejala. Maka Jika Anda atau kenalan Anda memiliki resiko tinggi tertular HIV ini, seperti :

  • Sering berganti-ganti pasangan seksual,
  • memakai narkoba suntik dengan jarum suntik yang tidak sekali pakai / gantian memakainya.
  • sering melakukan transfusi darah,
  • petugas kesehatan yang terkontaminasi dengan darah pasien HIV

Segeralah melakukan Test HIV !

Janganlah bertindak kejam dengan menularkan virus HIV ini ke orang lain. misalnya: dengan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman / kondom.

Bagaimana Cara mencegah penularan virus ini sebelum terjadi HIV/AIDS ???

♥ Ingatlah A-B-C-D-E

aids 5

Terima kasih sudah membaca artikel mengenai AIDS / HIV ini sampai selesai, dan sudah membagikan informasi ini kepada orang lain.

Bagi penderita HIV, janganlah berkecil hati. Selalu ada harapan dan masa depan. Segeralah berkunjung ke klinik kesehatan terdekat.

Bagi kita yang mengetahui saudara kita menderita HIV, janganlah menjauhi mereka. Ingat, HIV tidak menular melalui keringat atau urine. Jadi, berbicara dengan mereka, berjabat tangan dengan mereka, merangkul mereka tidak akan membuat kita tertular.

Bantulah mereka mendapat terapi yang efektif dan mengedukasi orang lain untuk peduli terhadap AIDS.

aids 7

boleh ^_^ kalau artikelnya bagus , langsung klik untuk di share yaak. hopefully bermanfaatShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin